Archive

Archive for October, 2010

The Fed kemungkinan besar akan mengumumkan QE2 pada 3 November mendatang

October 27th, 2010 8 comments

Seringkali saya ditanya apa arti sesungguhnya dari QE atau Quantitative Easing, jadi alangkah baiknya saya memberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai ALASAN untuk maupun TUJUAN dari pelonggaran moneter tersebut.

Notulen dari pertemuan bank sentral AS terakhir, yang diselenggarakan pada tanggal 21 September lalu, memberikan tanda bahwa the Fed mempunyai kecenderungan untuk mempergunakan lebih banyak stimulus yang tidak konvensional pada perekonomiannya.

Dibawah ini kutipan yang berhubungan dengannya:

“Measures of underlying inflation are currently at levels somewhat below those the Committee judges most consistent, over the longer run, with its mandate to promote maximum employment and price stability.  With substantial resource slack continuing to restrain cost pressures and longer-term inflation expectations stable, inflation is likely to remain subdued for some time before rising to level the Committee considers consistent with its mandate.”

Secara sederhana, Federal Reserve Chairman Ben Bernanke mengatakan stimulus tambahan kemungkinan dibutuhkan karena tingkat INFLASI terlalu RENDAH dan tingkat PENGANGGURAN terlalu TINGGI.

Pada dasarnya quantitative easing adalah meningkatkan peredaran uang untuk membeli obligasi pemerintah, supaya yields atau imbal hasil atas surat hutang bisa ditekan dan pada gilirannya suku bunga untuk obligasi yang terkait dengan KPR tetap rendah.  Selain itu, QE juga bertujuan melemahkan nilai tukar dolar AS untuk meningkatkan daya saing barang maupun jasa AS, dan menghindari deflasi.

Cara yang paling mudah untuk memvisualisasikan proses tersebut adalah dengan membayangkan sebuah MESIN CETAK UANG yang besar sekali di AS yang menghasilkan jumlah dolar yang tidak terbatas.

Setelah membeli US$1,700 billion mortgage-backed securities yang “beracun” dan obligasi pemerintah dengan uang kertas yang baru dicetak, the Federal Reserve akan segera “memanjakan dirinya” dengan quantitative easing tambahan.  Pada pertemuan the Fed awal bulan depan, pembelian surat hutang sebesar US$500 billion kemungkinan akan diumumkan.  Bahkan ukuran dari program pembelian kedua pada akhirnya bisa berjumlah sekurang-kurangnya US$1 trillion atau lebih, menurut sebuah catatan dari Goldman Sachs, menyusul kondisi perekonomian diperkirakan masih akan lemah terus.

Apakah QE dapat memulihkan perekonomian?

Jawaban singkat untuk pertanyaan diatas adalah: kemungkinan tidak!  Memang tidak semudah itu untuk membangkitkan kembali perekonomian AS karena bank tidak mau meminjamkan uang dan perusahaan maupun konsumen enggan untuk menambah hutang lagi.

Pada saat ini bank menganggap lebih aman untuk meminjam uang dari the Fed dengan biaya yang sangat rendah dan menanamkannya dalam 10-Year Treasury notes dengan tingkat suku bunga sebesar 2,5%, daripada meminjamkannya kepada siapapun juga.  Ini jelas terlihat pada grafik diatas ini, yang memperlihatkan pembelian surat hutang pemerintah oleh bank komersial makin meningkat.

Sehubungan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang belum pulih, konsumen pun tidak punya keinginan untuk berhutang lebih banyak.  Ini terbukti dari penurunan mingguan terkini dalam Commercial Bank Consumer Loans Outstanding, yang anjlok US$12.5 billion atau penurunan TERBESAR KEDUA yang PERNAH dicatat oleh the Fed (lihat grafik dibawah ini).

Maka dari kedua hal tersebut – bank tidak mau menyalurkan pinjaman, dan perusahaan maupun konsumen tidak membutuhkannya atau menginginkannya – kami dapat menyimpulkan program quantitative easing ini berpeluang kecil untuk membangkitkan perekonomian karena MEKANISME TRANSMISI UANG dan KREDIT di AS telah rusak!

Pada saat ini bank menganggap lebih aman untuk meminjam uang dari the Fed dengan biaya yang sangat rendah dan menanamkannya dalam 10-Year Treasury notes dengan tingkat suku bunga sebesar 2,5%, daripada meminjamkannya kepada siapapun juga. Ini jelas terlihat pada grafik diatas ini, yang memperlihatkan pembelian surat hutang pemerintah oleh bank komersial makin meningkat.

Sehubungan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang belum pulih, konsumen pun tidak punya keinginan untuk berhutang lebih banyak. Ini terbukti dari penurunan mingguan terkini dalam Commercial Bank Consumer Loans Outstanding, yang anjlok US$12.5 billion atau penurunan TERBESAR KEDUA yang PERNAH dicatat oleh the Fed (lihat grafik dibawah ini).

Maka dari kedua hal tersebut – bank tidak mau menyalurkan pinjaman, dan perusahaan maupun konsumen tidak membutuhkannya atau menginginkannya – kami dapat menyimpulkan program quantitative easing ini berpeluang kecil untuk membangkitkan perekonomian karena MEKANISME TRANSMISI UANG dan KREDIT di AS telah rusak!

Blowing bubbles all around the world

Dengan mengupayakan inflasi yang lebih tinggi – suatu sikap yang sangat jelas dalam pernyataan bank dari pembuat kebijakan di Federal Open Market Committee (FOMC) – dan menahan suku bunga dibawah tingkat inflasi selama bertahun-tahun, Bernanke sedang mematahkan semangat orang untuk menyimpan uang dan justru merangsang mereka untuk berspekulasi di pasar keuangan. Dan … itulah yang menyebabkan terciptanya bubbles atau gelembung di berbagai pasar ataupun sektor ekonomi.

Berlawanan dengan caranya dunia keuangan yang digambarkan pada umumnya di media masa, the Fed sebetulnya berfungsi sebagai Kepala dari “sindikat” bank sentral dunia yang mengatur “pertunjukkannya” dengan gayanya Don Vito Corleone.

Rahasia besar adalah bahwa the Fed bermaksud untuk MEMOMPA SELURUH DUNIA! Pendek kata, bank sentral AS sedang memaksa pemerintahan di dunia yang bergantung pada ekspor ke AS agar mendevaluasi nilai uang mereka dengan MENCETAK UANG.

Peluang investasi

The US Fed, dan juga bank sentral lainnya di dunia – terutama di negara maju – dipastikan akan melakukan satu hal kedepan yaitu mencetak, mencetak, dan mencetak uang. Mereka masing-masing siap untuk membeli surat hutang negara mereka sendiri setiap kali ada tanda pelemahan ekonomi lebih lanjut ataupun terjadi koreksi yang signifikan dalam pasar modal dan/atau pasar properti. Artinya … persediaan dolar AS yang meningkat pada akhirnya akan mengalir ke suatu tempat, bukankah begitu?

Pesan dari Tuan Pasar, sebagai antisipasi dari program QE2 cukup jelas: Sewaktu the dollar index anjlok 12,4% dari awal Juli sampai akhir September, semua aset lainnya malahan berhasil menguat (lihat grafik diatas ini).

Maka menurut penghematan saya, asset class atau bentuk investasi berikut ini kemungkinan besar akan memperoleh manfaat dari pelonggaran moneter lebih lanjut:

1)   Pelemahan dolar AS tentunya akan mendukung harga komoditas mengingat adanya korelasi yang negatif antara komoditas secara umum dan dolar AS.  The CRB index misalnya, yang merupakan sebuah ukuran luas untuk komoditas, telah naik lebih dari 15% hanya dalam 6 pekan saja.  Jadi boleh dikatakan bahwa investor tetap akan berminat terhadap berbagai KOMODITAS kedepan yang lagi “hot”;

2)   Terlepas dari volatilitas dalam jangka pendek, EMAS dan PERAK tetap menjadi inflation hedge yang terbaik dalam jangka panjang untuk menjaga lawan kehilangan daya beli dari dolar AS;

3)   Berkat pertumbuhan PDB yang lebih tinggi dan tingkat hutang yang lebih rendah, investor lebih memilih untuk menanamkan dananya di BURSA SAHAM ASIA dan AMERIKA LATIN.  Khususnya aliran dana ke “Asian tigers” deras sekali, seperti Malaysia, Indonesia, the Philippines, Singapore, Thailand, South Korea, dan Taiwan;

4)   MATA UANG yang didukung oleh KOMODITAS (atau juga sering disebut commodity currencies) akan diburu terus.  Sebagai contohnya Aussie dollar adalah mata uang yang sungguh menjanjikan dalam jangka panjang.  Di samping itu, mata uang dari negara ASIA maupun financial currencies (Swiss franc dan Singapore dollar) seharusnya tetap diunggulkan.

Selamat berinvestasi dan semoga sukses selalu!

Categories: Pasar Internasional Tags:

Ada apa dengan emas?

October 25th, 2010 No comments

Pada sesi Kamis 14 Oktober, harga emas dunia berhasil mencatatkan rekor tertingginya sepanjang sejarah pada US$1387.10/troy ounce ditopang melemahnya kurs dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.  Dolar AS anjlok kelevel terendah dalam kurun 9 bulan terakhir terhadap mata uang utama dunia, seiring proyeksi bahwa The Fed akan segera meluncurkan program quantitative easing pada sidangnya Nopember mendatang untuk menopang ekonomi Amerika.  Antisipasi QE2 tersebut secara tegas memberikan keuntungan bagi performa logam mulia seperti emas sebagai instrumen pelindung nilai investasi investor dari fluktuasi kurs dan inflasi.

Namun pada akhirnya harga emas dunia terkoreksi hingga 5% karena beberapa hari yang lalu berada dilevel jenuh beli serta sentimen investor telah mencapai puncaknya dalam sebulan terakhir.  Maka sudah sewajarnya jika para pelaku pasar melakukan aksi ambil untung terhadap emas yang telah melonjak tajam sejak awal Agustus silam.

Selain itu US dollar index, seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, berada dekat support kuat dalam 3 tahun terakhir.  Jadi jangan heran apabila dolar AS mengalami rebound dari penurunan tajamnya, dan dengan demikian menahan penguatan emas untuk sementara waktu.  Lalu para investor juga masih belum pasti mengetahui kapan, seberapa besar dan bagaimana caranya stimulus AS akan dilakukan dalam rangka mendongkrak kinerja ekonominya.  Oleh karena prospek QE lanjutan ini sudah menekan dolar AS sangat tajam, bisa saja bahwa ekspektasi US monetary easing telah diantisipasi dan kemungkinan sudah terdiskonto sepenuhnya baik dalam pasar valuta asing maupun pasar emas.

Technical outlook

Apabila dolar AS dapat menunjukkan tanda pembalikan tren dalam beberapa hari kedepan, pelemahan dari US$1387.10/troy ounce mungkin akan berlanjut dan emas akan rentan koreksi yang lebih dalam.  Pada grafik dibawah ini, jelas terlihat bahwa support berikutnya berada di sekitar US$1,300 dan US$1,272/troy ounce, yang masing-masing merupakan 38.2% maupun 50% fibonacci retracement dari kenaikan sebelumnya.

Daerah diantara kedua level tersebut (sebesar 28 dolar AS) kemungkinan akan dimanfaatkan oleh investor dan/atau spekulator untuk menambah ataupun membuka posisi baru.  Dengan kata lain, BUY ON WEAKNESS adalah saran yang paling bijaksana pada saat ini, yang disertai stop loss tentunya untuk membatasi kerugian jika harga emas ternyata anjlok lebih jauh.

Kesimpulan

Meskipun harga emas dunia dalam jangka pendek memang terancam turun, dalam jangka panjang emas tetap merupakan investasi yang sangat menjanjikan.  Buktinya adalah bahwa bank sentral pun kini merupakan net buyers untuk pertama kali dalam 22 tahun terakhir.  Bank sentral Rusia misalnya dilaporkan melakukan pembelian emas lebih dari 100 ton sepanjang 2010 (lihat tabel dibawah ini), sementara peningkatan cadangan devisa dalam emas oleh bank-bank sentral dikawasan Asia diproyeksikan akan terus menopang penguatan harga emas.

Secara umum, penguatan harga emas dunia juga mendapat dukungan dari masih kuatnya permintaan sektor fisik emas, terutama dari India menjelang festival Hindu – yaitu Diwali – yang sudah dikenal luas sebagai the biggest gold-buying event.

Bahkan analis dari Goldman Sachs menaikkan prediksi harga emas dalam jangka 12 bulan mendatang yang diperkirakan akan mencapai US$1,650/troy ounce, dari prediksi sebelumnya yang hanya US$1,365/troy ounce.  Estimasi tersebut didasari proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika, lanjutan program quantitative easing dan fluktuasi kurs dunia.

Selamat berinvestasi di bursa emas dan semoga transaksi Anda menguntungkan!

Categories: Emas Tags:

Saham Rekomendasi Perdagangan Pekan Ini

October 25th, 2010 20 comments

Pusatkan perhatian pada perusahaan pilihan dengan:

  • pertumbuhan penjualan dan laba bersih;
  • dividend yield yang tinggi;
  • cash flow yang sehat.

1) ASRI

  1. Laba bersih 1H10 naik 86%
  2. Tengah membangun mal ‘The Living World’
  3. Akan membangun 6 menara apartemen
  4. P/E 2011F < 12x
  5. Kas dan setara kas Rp589 milyar per 1H10
  6. Menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp1 trilyun untuk 3 tahun kedepan
  7. Segera merealisasikan pembangunan megaproyek superblok
  8. Berencana membangun gedung perkantoran setinggi 8 lantai
  9. Berniat melakukan ekspansi dengan mengembangkan kawasan perumahan di daerah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang seluas 589 ha
  10. Rencana akan dibukanya tol JORR 2 Alam Sutera-Bandara berpotensi akan meningkatkan harga jual tanah ASRI
  11. Menggandeng Accor International untuk mengelola Grand Mercure
  12. P/BV masih relatif rendah
  13. Akan membangun universitas yang diperkirakan akan dibuka pada 2013
  14. Berencana membeli lahan seluas 15-20 ha di kawasan Sanur, Bali senilai Rp750 milyar hingga 1 trilyun untuk membangun exhibition hall
  15. Investor asing menyuntik dana segar?

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp335

2) DILD

  1. Laba bersih 1H10 naik 3.607% (EPS 1H10 Rp57)
  2. P/E 2011F < 10x
  3. Berencana memulai pembangunan terpadu dikawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan
  4. Telah mendapatkan pinjaman dana senilai Rp130 milyar dari BBRI dan BBKP untuk membangun Hotel Whiz di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Jakarta
  5. Telah menuntaskan akuisisi 3 lahan seluas 1597 ha di DKI Jakarta dan Banten senilai Rp1,7 trilyun
  6. Memacu pengembangan Graha Natura di Surabaya Barat
  7. Sedang mengerjakan pengembangan gedung perkantoran strata title dari Intiland Tower Surabaya
  8. Proyek Ngoro Industrial Park (NIP) seluas 225 ha telah memasuki tahap II dan kini sedang dalam pengerjaan infrastruktur serta diharapkan selesai pada 2011

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp830

3) CMNP

  1. Laba bersih 1H10 naik 1.190%
  2. Dengan annualized EPS Rp400, P/E ratio CMNP masih dibawah 5x
  3. OPM 60% dan NPM 109%
  4. Cash naik tajam 193% dari Rp74 milyar menjadi Rp217 milyar
  5. Hutang hanya 0,47x modalnya
  6. Menandatangani kontrak kerjasama dengan Nusatel (penyedia jaringan fiber optik) di jalan tol Cawang-Tanjung Priok

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp2.200

4) GJTL

  1. Laba bersih 1H10 naik 186%
  2. P/E 2011F < 7x
  3. Akan meningkatkan kapasitas produksi ban motor sebesar 62% (dari 65 ribu unit per hari menjadi 105 ribu unit per hari)
  4. Berencana meningkatkan kapasitas produksi ban radial dari 35-36 ribu unit per hari menjadi 45 ribu unit per hari atau naik 27%
  5. Telah menaikkan harga bannya dengan lebih dari 10% tahun ini
  6. Akan memulai produksi ban radial khusus untuk kendaraan besar, seperti bus dan truk di tahun 2011
  7. Hingga akhir tahun ini GJTL memprediksi kapasitas produksi ban bisa mencapai 28 juta unit, atau naik 4 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya
  8. Menargetkan penjualan bersih pada tahun 2010 mencapai Rp9,92 trilyun, atau naik sekitar 20%-25% YoY dibandingkan tahun lalu sebesar Rp7,94 trilyun
  9. Penjualan ban Indonesia pada 3Q10 naik 27% QoQ

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp3.100

5) PNLF

  1. Laba bersih 1H10 naik 94%
  2. P/E 2010 < 7x
  3. Jumlah kepemilikan saham di PNBN 44,67% (atau 10,76 milyar saham)
  4. Laba bersih PNBN 1H10 naik 131%
  5. Panin Life (PNLF) sejak 14 Januari 2010 resmi berganti nama menjadi Panin Financial
  6. Akan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi bisnis, manajemen, dan administrasi
  7. Menargetkan pendapatan premi 2010 sebesar 1,24 trilyun atau naik 20% YoY

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp315

Nico Omer Jonckheere

Vice President, Research & Analysis

Categories: Rekomendasi Saham Tags:

Dolar AS yang ‘melempem’ mendorong harga Emas

October 12th, 2010 No comments

Pasca berhasil menembus level tertinggi sepanjang sejarah di US$1,364.60/troy ounce pada Kamis 7 Oktober akhir pekan lalu, harga emas dunia melemah secara terbatas karena ditekan aksi ambil untung investor.  Koreksi tersebut sangat wajar mengingat harga emas telah menguat lebih dari 200 dolar AS terhitung sejak akhir Juli silam.

Akselerasi harga emas dunia mendapat dukungan dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya kelevel terendahnya dalam kurun 8 bulan terakhir.  Buruknya data fundamental ekonomi Amerika akhir-akhir ini semakin mengentalkan proyeksi bahwa The Fed akan menstimulasi ekonomi dengan likuiditas baru yang kemudian berdampak pada penguatan permintaan investor terhadap emas.

Data non-farm payrolls AS untuk September dirilis jauh dibawah perkiraan dengan pemangkasan sebesar 95.000 lapangan kerja sedangkan private payrolls atau penambahan pekerjaan di sektor privat pun turun dari 93.000 ke 64.000.  Buruknya data pengangguran tersebut menggenapi perkiraan bahwa The Fed akan kembali melanjutkan program pembelian aset atau yang juga disebut quantitative easing.  Bahkan kebijakan moneter longgar lanjutan kemungkinan akan diikuti oleh Bank of Japan dan Bank of England berdasarkan pernyataan petinggi bank-bank sentral kedua negara tersebut.

Dengan menerapkan quantitative easing, The Fed akan meningkatkan peredaran uang didalam sistem keuangan agar penyaluran pinjaman maupun pertumbuhan ekonomi membaik lagi.  Berarti dengan makin banyak dolar AS yang beredar nilainya akan turun, seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, dan harga komoditas yang berdenominasi dolar AS akan naik.  Tentunya hal itu baik untuk investor emas karena “lautan uang” akan mengejar jumlah emas yang pada kenyataannya memang terbatas!

Sementara itu mantan Kepala The Fed, Paul Volcker, mengatakan bahwa penguatan harga emas akhir-akhir ini yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah lebih didominasi kekhawatiran pelaku pasar akan TEKANAN INFLASI dimasa mendatang.  Kini harga emas masih jauh dari inflation-adjusted price-nya di level US$2,391/troy ounce, dan dengan proyeksi kebijakan moneter yang masih longgar, investor cenderung memborong emas untuk mempertahankan nilai aset mereka ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan volatilitas nilai tukar mata uang yang tidak menentu.

Faktor utama yang melandasi penguatan harga emas akhir-akhir ini adalah kenaikan secara teknikal dan memang tengah berada dalam momentum yang cukup kuat.  Selama September, emas tercatat menguat 5% terhadap dolar AS tetapi investor sebaiknya mulai mewaspadai kemungkinan koreksi dimana secara berkala, bulan Oktober merupakan konsolidasi dari penguatannya pada bulan Agustus dan September (lihat tabel diatas ini).  Namun demikian, permintaan fisik emas diperkirakan masih akan meningkat seiring mulai disiapkannya stok bahan dasar perhiasan oleh produsen perhiasan terutama emas menjelang libur Natal dan tahun baru 2011.

Technical outlook

Harga emas dunia telah naik selama 9 dari 10 pekan terakhir.  Pada dua rallies sebelumnya – di bulan Maret dan Desember 2009 – harga emas terkoreksi tajam setelah melonjak secara signifikan.  Apabila Anda memperhatikan grafik dibawah ini, pasar emas memperlihatkan kondisi yang sangat overboughtRSI atau Relative Strength Index sudah berada diatas 90 pada bulan ini, yang merupakan level tertingginya sejak Nopember 2009.

Selalu ingatlah bahwa tidak ada asset class apapun (saham, obligasi, maupun komoditas seperti emas) yang menunjukkan sebuah uptrend tanpa mengalami koreksi dalam perjalanannya.  Oleh karena itu, mungkin sudah waktunya jika emas berkonsolidasi terlebih dahulu atau retrace sedikit untuk beberapa hari kedepan.

Meskipun secara teknikal harga emas dunia mencapai tahapan jenuh beli namun secara umum proyeksi berlanjutnya kenaikan harga masih cukup kuat.  Bahkan jika uptrend tetap dapat dipertahankan sampai akhir tahun ini, emas potensial tes target di sekitar US$1,450/troy ounce, yang merupakan 161.8% fibonacci projection dari pergerakan antara 1,084.85 hingga 1,264.90 dari 1,156.90.  Jadi pelaku pasar untuk sementara waktu kemungkinan besar akan kembali melakukan buy on weakness.

Selamat berinvestasi di bursa emas dan semoga transaksi Anda menguntungkan!

Categories: Pasar Internasional Tags:

Saham Rekomendasi Perdagangan Pekan Ini

October 12th, 2010 2 comments

Pusatkan perhatian pada perusahaan pilihan dengan :

  • pertumbuhan penjualan dan laba bersih;
  • dividend yield yang tinggi;
  • cash flow yang sehat.

1) ASRI

  1. Laba bersih 1H10 naik 86%
  2. Tengah membangun mal ‘The Living World’
  3. Akan membangun 6 menara apartemen
  4. P/E 2011F < 12x
  5. Kas dan setara kas Rp589 milyar per 1H10
  6. Menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp1 trilyun untuk 3 tahun kedepan
  7. Segera merealisasikan pembangunan megaproyek superblok
  8. Berencana membangun gedung perkantoran setinggi 8 lantai
  9. Berniat melakukan ekspansi dengan mengembangkan kawasan perumahan di daerah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang seluas 589 ha
  10. Rencana akan dibukanya tol JORR 2 Alam Sutera-Bandara berpotensi akan meningkatkan harga jual tanah ASRI
  11. Menggandeng Accor International untuk mengelola Grand Mercure
  12. P/BV masih relatif rendah
  13. Akan membangun universitas yang diperkirakan akan dibuka pada 2013
  14. Berencana membeli lahan seluas 15-20 ha di kawasan Sanur, Bali senilai Rp750 milyar hingga 1 trilyun untuk membangun exhibition hall
  15. Investor asing menyuntik dana segar?

    REKOMENDASI: STRONG BUY

    TARGET HARGA: Rp300

    2) DILD

    1. Laba bersih 1H10 naik 3.607% (EPS 1H10 Rp57)
    2. P/E 2011F < 10x
    3. Berencana memulai pembangunan terpadu dikawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan
    4. Telah mendapatkan pinjaman dana senilai Rp130 milyar dari BBRI dan BBKP untuk membangun Hotel Whiz di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Jakarta
    5. Telah menuntaskan akuisisi 3 lahan seluas 1597 ha di DKI Jakarta dan Banten senilai Rp1,7 trilyun
    6. Memacu pengembangan Graha Natura di Surabaya Barat
    7. Sedang mengerjakan pengembangan gedung perkantoran strata title dari Intiland Tower Surabaya
    8. Proyek Ngoro Industrial Park (NIP) seluas 225 ha telah memasuki tahap II dan kini sedang dalam pengerjaan infrastruktur serta diharapkan selesai pada 2011

    REKOMENDASI: STRONG BUY

    TARGET HARGA: Rp830

    3) BWPT

    1. OPM paling besar di industri (>40%)
    2. Berencana menawarkan obligasi senilai Rp700 milyar
    3. Akan membangun pabrik pengolahan kelapa sawit di KALTIM dengan kapasitas 60 ton/jam dan di KALTENG dengan produksi 30-45 ton/jam
    4. 3-yr EPS CAGR diperkirakan sebesar 35%
    5. ROE > 20%
    6. Akan menambah lahan tertanam sebanyak 10.500 ha pada 2011 dan 2012
    7. Tanaman plasma hanya mewakili 7% dari semua tanamannya
    8. Tahun 2010 lahan mature diproyeksikan bisa mencapai 19.000 ha, dan pada 2014 lahan mature BW Plantation mencapai 52.000 ha
    9. Akan meningkatkan jumlah land bank seluas 54.000 ha, sehingga total luas lahan yang dimiliki mencapai 150.000 ha dari saat ini 96.000 ha

    REKOMENDASI: BUY

    TARGET HARGA: Rp1.020

    4) TINS

    1. Laba bersih 1H10 naik 652%
    2. Harga timah mencetak rekor tertinggi
    3. Sedang menyelesaikan pabrik tin chemical di Cilegon, Banten, dengan kapasitas produksi 10.000 ton per tahun
    4. Akan membangun 5 unit kapal isap produksi
    5. Ekspansi ke sektor tambang batu bara
    6. Akan mengalokasikan dana Rp2 trilyun dalam 2 tahun kedepan

    REKOMENDASI: BUY

    TARGET HARGA: Rp3.900

    5) ITMG

    1. Penjualan 1H10 naik 21%
    2. Berencana mengakuisisi perusahaan tambang batu bara dengan produksi antara 3-5 juta ton/tahun
    3. Net cash sebesar US$400 juta per 1Q10
    4. High dividend yield
    5. ROE 2011F sebesar 48%
    6. Leverage terhadap kenaikan harga batu bara paling besar

    REKOMENDASI: BUY

    TARGET HARGA: Rp45.400

    6) CMNP

    1. Laba bersih 1H10 naik 1.190%
    2. Dengan annualized EPS Rp400, P/E ratio CMNP masih dibawah 5x
    3. OPM 60% dan NPM 109%
    4. Cash naik tajam 193% dari Rp74 milyar menjadi Rp217 milyar
    5. Hutang hanya 0,47x modalnya
    6. Menandatangani kontrak kerjasama dengan Nusatel (penyedia jaringan fiber optik) di jalan tol Cawang-Tanjung Priok

    REKOMENDASI: STRONG BUY

    TARGET HARGA: Rp2.200

    Nico Omer Jonckheere

    Vice President, Research & Analysis

    Categories: Rekomendasi Saham Tags: