Home > Pasar Internasional > Dolar AS yang ‘melempem’ mendorong harga Emas

Dolar AS yang ‘melempem’ mendorong harga Emas

October 12th, 2010 Leave a comment Go to comments

Pasca berhasil menembus level tertinggi sepanjang sejarah di US$1,364.60/troy ounce pada Kamis 7 Oktober akhir pekan lalu, harga emas dunia melemah secara terbatas karena ditekan aksi ambil untung investor.  Koreksi tersebut sangat wajar mengingat harga emas telah menguat lebih dari 200 dolar AS terhitung sejak akhir Juli silam.

Akselerasi harga emas dunia mendapat dukungan dari pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya kelevel terendahnya dalam kurun 8 bulan terakhir.  Buruknya data fundamental ekonomi Amerika akhir-akhir ini semakin mengentalkan proyeksi bahwa The Fed akan menstimulasi ekonomi dengan likuiditas baru yang kemudian berdampak pada penguatan permintaan investor terhadap emas.

Data non-farm payrolls AS untuk September dirilis jauh dibawah perkiraan dengan pemangkasan sebesar 95.000 lapangan kerja sedangkan private payrolls atau penambahan pekerjaan di sektor privat pun turun dari 93.000 ke 64.000.  Buruknya data pengangguran tersebut menggenapi perkiraan bahwa The Fed akan kembali melanjutkan program pembelian aset atau yang juga disebut quantitative easing.  Bahkan kebijakan moneter longgar lanjutan kemungkinan akan diikuti oleh Bank of Japan dan Bank of England berdasarkan pernyataan petinggi bank-bank sentral kedua negara tersebut.

Dengan menerapkan quantitative easing, The Fed akan meningkatkan peredaran uang didalam sistem keuangan agar penyaluran pinjaman maupun pertumbuhan ekonomi membaik lagi.  Berarti dengan makin banyak dolar AS yang beredar nilainya akan turun, seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, dan harga komoditas yang berdenominasi dolar AS akan naik.  Tentunya hal itu baik untuk investor emas karena “lautan uang” akan mengejar jumlah emas yang pada kenyataannya memang terbatas!

Sementara itu mantan Kepala The Fed, Paul Volcker, mengatakan bahwa penguatan harga emas akhir-akhir ini yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah lebih didominasi kekhawatiran pelaku pasar akan TEKANAN INFLASI dimasa mendatang.  Kini harga emas masih jauh dari inflation-adjusted price-nya di level US$2,391/troy ounce, dan dengan proyeksi kebijakan moneter yang masih longgar, investor cenderung memborong emas untuk mempertahankan nilai aset mereka ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan volatilitas nilai tukar mata uang yang tidak menentu.

Faktor utama yang melandasi penguatan harga emas akhir-akhir ini adalah kenaikan secara teknikal dan memang tengah berada dalam momentum yang cukup kuat.  Selama September, emas tercatat menguat 5% terhadap dolar AS tetapi investor sebaiknya mulai mewaspadai kemungkinan koreksi dimana secara berkala, bulan Oktober merupakan konsolidasi dari penguatannya pada bulan Agustus dan September (lihat tabel diatas ini).  Namun demikian, permintaan fisik emas diperkirakan masih akan meningkat seiring mulai disiapkannya stok bahan dasar perhiasan oleh produsen perhiasan terutama emas menjelang libur Natal dan tahun baru 2011.

Technical outlook

Harga emas dunia telah naik selama 9 dari 10 pekan terakhir.  Pada dua rallies sebelumnya – di bulan Maret dan Desember 2009 – harga emas terkoreksi tajam setelah melonjak secara signifikan.  Apabila Anda memperhatikan grafik dibawah ini, pasar emas memperlihatkan kondisi yang sangat overboughtRSI atau Relative Strength Index sudah berada diatas 90 pada bulan ini, yang merupakan level tertingginya sejak Nopember 2009.

Selalu ingatlah bahwa tidak ada asset class apapun (saham, obligasi, maupun komoditas seperti emas) yang menunjukkan sebuah uptrend tanpa mengalami koreksi dalam perjalanannya.  Oleh karena itu, mungkin sudah waktunya jika emas berkonsolidasi terlebih dahulu atau retrace sedikit untuk beberapa hari kedepan.

Meskipun secara teknikal harga emas dunia mencapai tahapan jenuh beli namun secara umum proyeksi berlanjutnya kenaikan harga masih cukup kuat.  Bahkan jika uptrend tetap dapat dipertahankan sampai akhir tahun ini, emas potensial tes target di sekitar US$1,450/troy ounce, yang merupakan 161.8% fibonacci projection dari pergerakan antara 1,084.85 hingga 1,264.90 dari 1,156.90.  Jadi pelaku pasar untuk sementara waktu kemungkinan besar akan kembali melakukan buy on weakness.

Selamat berinvestasi di bursa emas dan semoga transaksi Anda menguntungkan!

Categories: Pasar Internasional Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.