Home > Rekomendasi Saham > Saham Rekomendasi Perdagangan Pekan Ini

Saham Rekomendasi Perdagangan Pekan Ini

October 25th, 2010 Leave a comment Go to comments

Pusatkan perhatian pada perusahaan pilihan dengan:

  • pertumbuhan penjualan dan laba bersih;
  • dividend yield yang tinggi;
  • cash flow yang sehat.

1) ASRI

  1. Laba bersih 1H10 naik 86%
  2. Tengah membangun mal ‘The Living World’
  3. Akan membangun 6 menara apartemen
  4. P/E 2011F < 12x
  5. Kas dan setara kas Rp589 milyar per 1H10
  6. Menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp1 trilyun untuk 3 tahun kedepan
  7. Segera merealisasikan pembangunan megaproyek superblok
  8. Berencana membangun gedung perkantoran setinggi 8 lantai
  9. Berniat melakukan ekspansi dengan mengembangkan kawasan perumahan di daerah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang seluas 589 ha
  10. Rencana akan dibukanya tol JORR 2 Alam Sutera-Bandara berpotensi akan meningkatkan harga jual tanah ASRI
  11. Menggandeng Accor International untuk mengelola Grand Mercure
  12. P/BV masih relatif rendah
  13. Akan membangun universitas yang diperkirakan akan dibuka pada 2013
  14. Berencana membeli lahan seluas 15-20 ha di kawasan Sanur, Bali senilai Rp750 milyar hingga 1 trilyun untuk membangun exhibition hall
  15. Investor asing menyuntik dana segar?

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp335

2) DILD

  1. Laba bersih 1H10 naik 3.607% (EPS 1H10 Rp57)
  2. P/E 2011F < 10x
  3. Berencana memulai pembangunan terpadu dikawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan
  4. Telah mendapatkan pinjaman dana senilai Rp130 milyar dari BBRI dan BBKP untuk membangun Hotel Whiz di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Jakarta
  5. Telah menuntaskan akuisisi 3 lahan seluas 1597 ha di DKI Jakarta dan Banten senilai Rp1,7 trilyun
  6. Memacu pengembangan Graha Natura di Surabaya Barat
  7. Sedang mengerjakan pengembangan gedung perkantoran strata title dari Intiland Tower Surabaya
  8. Proyek Ngoro Industrial Park (NIP) seluas 225 ha telah memasuki tahap II dan kini sedang dalam pengerjaan infrastruktur serta diharapkan selesai pada 2011

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp830

3) CMNP

  1. Laba bersih 1H10 naik 1.190%
  2. Dengan annualized EPS Rp400, P/E ratio CMNP masih dibawah 5x
  3. OPM 60% dan NPM 109%
  4. Cash naik tajam 193% dari Rp74 milyar menjadi Rp217 milyar
  5. Hutang hanya 0,47x modalnya
  6. Menandatangani kontrak kerjasama dengan Nusatel (penyedia jaringan fiber optik) di jalan tol Cawang-Tanjung Priok

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp2.200

4) GJTL

  1. Laba bersih 1H10 naik 186%
  2. P/E 2011F < 7x
  3. Akan meningkatkan kapasitas produksi ban motor sebesar 62% (dari 65 ribu unit per hari menjadi 105 ribu unit per hari)
  4. Berencana meningkatkan kapasitas produksi ban radial dari 35-36 ribu unit per hari menjadi 45 ribu unit per hari atau naik 27%
  5. Telah menaikkan harga bannya dengan lebih dari 10% tahun ini
  6. Akan memulai produksi ban radial khusus untuk kendaraan besar, seperti bus dan truk di tahun 2011
  7. Hingga akhir tahun ini GJTL memprediksi kapasitas produksi ban bisa mencapai 28 juta unit, atau naik 4 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya
  8. Menargetkan penjualan bersih pada tahun 2010 mencapai Rp9,92 trilyun, atau naik sekitar 20%-25% YoY dibandingkan tahun lalu sebesar Rp7,94 trilyun
  9. Penjualan ban Indonesia pada 3Q10 naik 27% QoQ

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp3.100

5) PNLF

  1. Laba bersih 1H10 naik 94%
  2. P/E 2010 < 7x
  3. Jumlah kepemilikan saham di PNBN 44,67% (atau 10,76 milyar saham)
  4. Laba bersih PNBN 1H10 naik 131%
  5. Panin Life (PNLF) sejak 14 Januari 2010 resmi berganti nama menjadi Panin Financial
  6. Akan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi bisnis, manajemen, dan administrasi
  7. Menargetkan pendapatan premi 2010 sebesar 1,24 trilyun atau naik 20% YoY

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp315

Nico Omer Jonckheere

Vice President, Research & Analysis

Categories: Rekomendasi Saham Tags:
  1. Tomy
    October 25th, 2010 at 05:16 | #1

    Dear Pak Nico,

    Bagaimana dengan MYOR & TURI yah ?
    karena prospek thn 2011 tampaknya masih pada emiten2 dengan pasar domestik dan kedua saham di atas pasarnya domestik ( terutama otomotif). Jadi saya cuma mengira bahwa anda mengambil CMNP & GJTL krn sektor otomotif ini berpengaruh di tahun 2011.

    Mohon advisenya…..

    Thanks,

    • nico
      October 26th, 2010 at 13:14 | #2

      Dear Tomy,

      TURI dan MYOR sangat menjanjikan kedepan dan pantas dibidik!

      Pilihan saham Anda memang mantap dan seharusnya Anda dapat menikmati keuntungan yang cukup besar.

      Sukses selalu untuk Anda!

      Nico

  2. yosef.alex
    October 25th, 2010 at 10:32 | #3

    Salam kenal Pak Nico

    Tentu bapak tidak mengenal saya tapi jauh disini saya sangat mengagumi bapak dari sekian analis,bapak termasuk analis kategori blue chips kalo di saham istilahnya hehe…smart,wise and terlihat sangat jujur dalam merekomendasikan saham dan pastinya advice bapak saya simak sebaik2nya.Analis pintar banyak tapi kalo jujur rasanya sedikit sekali; terkadang menyesatkan investor ritel yang masi belajar….so keep in faith dan happy trading

    • nico
      October 26th, 2010 at 13:21 | #4

      Dear Yosef,

      Saya selalu berupaya untuk sejujur mungkin dan setuju dengan Bapak bahwa seringkali analis mengalami conflict of interest dan tidak selalu menyampaikan fakta maupun data apa adanya.

      Menurut penghematan saya, kami sebagai analis punya tanggung jawab besar terhadap investor dan harus melayani mereka dengan baik. Mudah-mudahan Bapak bisa menikmati proses investasi di bursa saham Indonesia dan memperoleh keuntungan lewat keputusan investasi yang diambil berdasarkan sistem Anda.

      Salam Hormat dan semoga Tuhan selalu memberkati!

      Nico

  3. Tomy
    October 27th, 2010 at 06:03 | #5

    Dear Pak Nico,

    berarti anda setuju bahwa tahun 2011 yang akan cemerlang masih di sektor2 yang marketnya masih di dalam negeri ketimbang komoditas ?

    • nico
      October 27th, 2010 at 23:57 | #6

      Dear pak Tomy,

      Dalam 5 bahkan 10 tahun kedepan saya berkeyakinan PDB Indonesia akan bertumbuh sekitar 3 kali lebih cepat dibandingkan negara maju. Oleh karena itu, sektor consumer goods dan juga barang yang tahan lama seperti mobil, motor, produk elektronik, dsb. akan tetap cemerlang.

      Selain itu, sektor pertambangan pun akan memberikan sebuah return diatas rata-rata. Apabila dolar AS makin melemah dalam jangka menengah-panjang, komoditas akan diminati sebagai asset class atau bentuk investasi yang dapat mempertahankan nilai terhadap inflasi yang diakibatkan oleh depresiasi dalam nilai tukar dolar AS.

      5 sektor favorit saya untuk 5 tahun kedepan adalah sektor pertambangan & energi (PTBA, ITMG, PGAS, AKRA, TINS), sektor agriculture (BWPT, LSIP, BISI, GZCO), sektor semen (INTP), sektor consumer goods & ritel (MYOR, ACES, KLBF, MAPI), dan sektor properti (ASRI, DILD, SMRA, BSDE).

      Tentunya selain saham maupun sektor yang saya sebut diatas, selalu akan ada saham lainnya yang juga berkinerja baik dan menjanjikan. Saham tersebut akan terdeteksi lewat 2 kriteria yaitu FUNDAMENTAL yang KOKOH dan VALUASI yang murah.

      Sukses selalu untuk Anda!

      Nico

  4. Hermawan
    October 27th, 2010 at 18:40 | #7

    Dear Pak Nico,

    Apakah menurut Bapak, kondisi IHSG yang sekarang sudah amat mahal ini, bukannya masuk dalam kategori overbought, dan menurut teori seharusnya terjadi koreksi mendalam dulu baru akan naik kembali?

    Ataukah Bapak berpandangan, IHSG bisa terus naik kembali karena kelak akan ada momentum musim dingin AS, Windows Dressing akhir Desember, dan Januari Effect?

    Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    • nico
      October 28th, 2010 at 00:09 | #8

      Dear pak Hermawan,

      Dalam bull market seperti sekarang ini, selalu terjadi ekspansi pada P/E ratio. Artinya valuasi saham memang akan menjadi lebih mahal seiring dengan optimisme antara pelaku pasar mengenai masa depan. Maka murah atau mahal seringkali menjadi konsep yang relatif, dimana mahal bisa menjadi lebih mahal.

      Meskipun demikian, saya berpendapat bahwa dalam jangka pendek akan terjadi koreksi di bursa saham AS maupun bursa regional (termasuk IHSG) berkaitan dengan makin dekatnya keputusan dari the Fed mengenai QE2. Hal tersebut akan saya bahas secara lebih detil dalam artikel berikutnya yang akan diposting pada hari Senin mendatang.

      Apabila Bapak khawatir akan terjadi suatu koreksi dalam beberapa hari kedepan, Bapak dapat mempergunakan trailing stop untuk mengamankan profit apabila posisi Anda sudah menguntungkan, atau stop loss untuk membatasi loss jika posisi masih merugikan. By the way, saya selalu sarankan untuk menempati stop loss ataupun trailing stop kepada trader supaya tidak menjadi “investor dadakan” dengan berbagai posisi yang menyangkut pada saat pasar modal anjlok.

      Salam sukses!

      Nico

  5. Hermawan
    October 28th, 2010 at 03:47 | #9

    Dear Pak Nico,

    Terima kasih atas komentarnya. Bila diijinkan, mohon saya bertanya satu pertanyaan lagi. Apakah overbought di dunia pasar modal, bisa diukur dari analisis teknikal seperti Relative Strength Index? Atau diukur dari fundamental perekonomiannya?

    Karena saya bingung, ketika fundamental perekonomian bagus, tetapi harga-harga sudah melambung tinggi, apakah saya harus membeli atau menunggu koreksi, padahal saat tersebut baru ada berita fundamental baru yang positif.

    Terima kasih.

    • nico
      October 28th, 2010 at 13:42 | #10

      Dear pak Hermawan,

      Pasar modal selalu mendiskonto masa yang akan datang. Artinya pasar akan mulai bergerak naik pada saat perekonomian masih mengalami banyak masalah seperti Dow Jones yang mulai merangkak naik pada bulan Maret 2009 meskipun perekonomiannya belum pulih sama sekali. Dan sebaliknya pasar modal akan mengalami koreksi pada saat perekonomian mulai overheating dan bertumbuh cepat. Juga perlu memperhatikan apa yang dilakukan oleh bank sentral terutama the Fed atau bank sentral di AS karena tingkat suku bunga yang makin naik akan memberatkan kenaikan pasar modal. Untuk sementara waktu, suku bunga masih sangat rendah di negara yang maju, jadi belum akan terlalu menghalangi gerakan pasar modal.

      Overbought atau jenuh beli adalah istilah yang digunakan oleh analis teknikal, dan mengindikasikan bahwa pasar atau saham dapat mengalami koreksi karena telah naik secara signifikan. Apabila pasar modal overbought, BUKAN berarti bahwa pasar PASTI akan terkoreksi, tetapi MUNGKIN terkoreksi karena kondisi overbought bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama. Saya pernah melihat Kospi atau indeks saham dari Korea Selatan dalam kondisi overbought selama berbulan-bulan.

      Sementara analis fundamental akan memperhatikan VALUASI dari saham itu sendiri lewat P/E (harga saham terhadap laba bersih per saham), P/BV (harga saham terhadap nilai bukunya), P/FCF (harga saham terhadap free cash flow), P/S (harga saham terhadap penjualan per saham), dan lain sebagainya.

      Saya secara pribadi lebih menyukai menggunakan analisa fundamental untuk melihat apakah suatu saham masih layak untuk dibeli atau tidak. Sebagai contohnya, bisa saja bahwa suatu saham menguat terus, tetapi apabila P/E-nya sudah berada diatas 20x tidak akan saya meliriknya sama sekali. Siapa yang tidak mengingat waktu BUMI menanjak ke 6000an, 7000an dan 8000an dan banyak sekali orang tergoda untuk membelinya. Tetapi … P/E-nya pada saat mencapai harga tertingginya adalah sekitar 30x! Tentu masalahnya adalah bahwa kebanyakan orang sama sekali tidak memperhatikan valuasi atau nilai dari sebuah saham, tetapi cenderung hanya memperhatikan pergerakan harga di pasar saja dan oleh karenanya sering menderita kerugian.

      Apabila kita membeli saham yang masih relatif MURAH, kita akan memperoleh dua manfaat sekaligus:
      1. Potensi untuk mendapatkan keuntungan akan lebih besar dibandingkan saham yang sudah mahal;
      2. Jumlah kerugian akan cenderung terbatas pada saat bursa saham secara umum turun.

      Mudah-mudahan pak Hermawan tidak terjebak dengan saham yang menggodakan tetapi oh so dangerous, he.he!!

      Salam sejahtera

      Nico

  6. Hermawan
    October 28th, 2010 at 16:33 | #11

    Dear Pak Nico,

    Sungguh saya ucapkan beribu terima kasih atas kebaikan Bapak memberi penjelasan yang begitu jelas. Saya merasa amat tercerahkan.

    Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih, Pak Nico.

  7. henny
    November 2nd, 2010 at 03:54 | #12

    Dear Pak Nico,

    Saya punya saham mdln- di modal 190 , dilihat dari advise bapak, properti ini kurang di sarankan. Apakah saya jual dan tukar yang lain seperti asri ? Terima kasih atas sarannya.

    • nico
      November 4th, 2010 at 14:14 | #13

      Dear Henny,

      Justru saya sangat menyukai sektor properti, tetapi banyak saham sudah sedemikian mahal. Salah satunya adalah MDLN dimana P/E ratio-nya telah lebih dari 100x. Selain itu, BSDE maupun SMRA juga sudah mahal, meskipun mereka secara fundamental memang sangat menjanjikan dalam jangka panjang.

      Dalam beberapa pekan terakhir, saya merekomendasikan ASRI dan DILD dalam sektor properti karena kedua saham tersebut masih punya P/E ratio yang relatif rendah dan punya prospek yang cukup cemerlang.

      Anda dapat membaca ulasan mengenai ASRI dan DILD dalam salah satu posting saya dan juga menemukan alasan mengapa saya merekomendasikan kedua saham tersebut beserta target price-nya.

      Semoga informasi ini sedikit membantu ibu! Sukses selalu dan selamat berinvestasi di pasar modal…

      Nico

  8. Antonius
    November 2nd, 2010 at 04:34 | #14

    Hi Nico….Saya seorang pensiunan..saya baru ikut trading saham sejak 3 bulan yang lalu…akan tetapi saya belum menemukan analis yang jujur dan jempolan…..3 minggu yl…saya mengikuti rekomendasi dari Anda…Hasilnya jempolan….Puji Tuhan saya telah mendapatkan dan mengenali Anda sebagai analis jempolan dan jujur…Terima kasih Nico…Tuhan berkati….

    • nico
      November 4th, 2010 at 14:09 | #15

      Dear Antonius,

      Puji Tuhan Anda telah bisa memperoleh keuntungan lewat pasar keuangan!

      Sekali lagi saya selalu berusaha keras untuk memberikan rekomendasi yang terbaik kepada investor agar mereka tidak kecewa dengan investasi mereka di pasar. Saya percaya betul bahwa kita harus memberikan banyak kepada orang agar kita juga dapat menerima rezeki, bukankah begitu?

      Semoga Tahun selalu melindungi Bapak dan keluarga!

      Nico

  9. Harto
    November 2nd, 2010 at 14:29 | #16

    Pak Nico, saya heran dengan harga saham ADMG, yg tidak begitu berkembang. Ada apa ini ? Padahal harga saham GJTL sudah jauh melayang keangka 2500 an. Bagaimana menu rut analisa Bp tentang saham ADMG ini ?

    • nico
      November 5th, 2010 at 05:39 | #17

      Dear pak Harto,

      ADMG dan GJTL adalah dua saham yang berbeda dengan kondisi fundamental yang berbeda pula. Apabila kita membandingkan ADMG dengan GJTL, jelas terlihat bahwa GJTL jauh lebih menjanjikan dalam jangka panjang. NPM (Net Profit Margin) untuk ADMG adalah 1,49%, sedangkan untuk GJTL 9,35%. ROE (Return on Equity) ADMG juga sangat kecil dan masih berada dibawah 5%. ROE GJTL 26,50%. DER (Debt-to-Equity Ratio) ADMG pun lebih tinggi daripada GTJL, yaitu 2,47x dibandingkan 1,93x. Terakhir PER (Price-to-Earnings Ratio) GJTL masih berada dibawah 10x sementara PER ADMG sudah mencapai 14,64x.

      Berdasarkan data tersebut, dapat kita simpulkan GJTL lebih menggiurkan dari segi apresiasi harga saham, dan GJTL merupakan pilihan yang bijaksana.

      Semoga informasi ini membantu Bapak.

      Nico

  10. Antonius
    November 5th, 2010 at 05:31 | #18

    Dear pak NiCo,

    Setuju pak…Semoga Tuhan berkati karya pak Nico beserta keluarga. Amin

  11. henny
    November 9th, 2010 at 05:49 | #19

    Thanks pak Nico atas pencerahan informasinya dan kesediaan waktu untuk menjawab pertanyaan dalam forum ini dan ulasan bapak yang patut di acungkan jempol 4. God bless U.

    • nico
      November 9th, 2010 at 06:57 | #20

      Dear Henny,

      God bless U and your family too, dan semoga Anda diberkati banyak rezeki lewat pasar keuangan.

      Cheers

      Nico

  1. No trackbacks yet.