Home > Emas > Ada apa dengan emas?

Ada apa dengan emas?

October 25th, 2010 Leave a comment Go to comments

Pada sesi Kamis 14 Oktober, harga emas dunia berhasil mencatatkan rekor tertingginya sepanjang sejarah pada US$1387.10/troy ounce ditopang melemahnya kurs dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.  Dolar AS anjlok kelevel terendah dalam kurun 9 bulan terakhir terhadap mata uang utama dunia, seiring proyeksi bahwa The Fed akan segera meluncurkan program quantitative easing pada sidangnya Nopember mendatang untuk menopang ekonomi Amerika.  Antisipasi QE2 tersebut secara tegas memberikan keuntungan bagi performa logam mulia seperti emas sebagai instrumen pelindung nilai investasi investor dari fluktuasi kurs dan inflasi.

Namun pada akhirnya harga emas dunia terkoreksi hingga 5% karena beberapa hari yang lalu berada dilevel jenuh beli serta sentimen investor telah mencapai puncaknya dalam sebulan terakhir.  Maka sudah sewajarnya jika para pelaku pasar melakukan aksi ambil untung terhadap emas yang telah melonjak tajam sejak awal Agustus silam.

Selain itu US dollar index, seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, berada dekat support kuat dalam 3 tahun terakhir.  Jadi jangan heran apabila dolar AS mengalami rebound dari penurunan tajamnya, dan dengan demikian menahan penguatan emas untuk sementara waktu.  Lalu para investor juga masih belum pasti mengetahui kapan, seberapa besar dan bagaimana caranya stimulus AS akan dilakukan dalam rangka mendongkrak kinerja ekonominya.  Oleh karena prospek QE lanjutan ini sudah menekan dolar AS sangat tajam, bisa saja bahwa ekspektasi US monetary easing telah diantisipasi dan kemungkinan sudah terdiskonto sepenuhnya baik dalam pasar valuta asing maupun pasar emas.

Technical outlook

Apabila dolar AS dapat menunjukkan tanda pembalikan tren dalam beberapa hari kedepan, pelemahan dari US$1387.10/troy ounce mungkin akan berlanjut dan emas akan rentan koreksi yang lebih dalam.  Pada grafik dibawah ini, jelas terlihat bahwa support berikutnya berada di sekitar US$1,300 dan US$1,272/troy ounce, yang masing-masing merupakan 38.2% maupun 50% fibonacci retracement dari kenaikan sebelumnya.

Daerah diantara kedua level tersebut (sebesar 28 dolar AS) kemungkinan akan dimanfaatkan oleh investor dan/atau spekulator untuk menambah ataupun membuka posisi baru.  Dengan kata lain, BUY ON WEAKNESS adalah saran yang paling bijaksana pada saat ini, yang disertai stop loss tentunya untuk membatasi kerugian jika harga emas ternyata anjlok lebih jauh.

Kesimpulan

Meskipun harga emas dunia dalam jangka pendek memang terancam turun, dalam jangka panjang emas tetap merupakan investasi yang sangat menjanjikan.  Buktinya adalah bahwa bank sentral pun kini merupakan net buyers untuk pertama kali dalam 22 tahun terakhir.  Bank sentral Rusia misalnya dilaporkan melakukan pembelian emas lebih dari 100 ton sepanjang 2010 (lihat tabel dibawah ini), sementara peningkatan cadangan devisa dalam emas oleh bank-bank sentral dikawasan Asia diproyeksikan akan terus menopang penguatan harga emas.

Secara umum, penguatan harga emas dunia juga mendapat dukungan dari masih kuatnya permintaan sektor fisik emas, terutama dari India menjelang festival Hindu – yaitu Diwali – yang sudah dikenal luas sebagai the biggest gold-buying event.

Bahkan analis dari Goldman Sachs menaikkan prediksi harga emas dalam jangka 12 bulan mendatang yang diperkirakan akan mencapai US$1,650/troy ounce, dari prediksi sebelumnya yang hanya US$1,365/troy ounce.  Estimasi tersebut didasari proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika, lanjutan program quantitative easing dan fluktuasi kurs dunia.

Selamat berinvestasi di bursa emas dan semoga transaksi Anda menguntungkan!

Categories: Emas Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.