Home > Pasar Internasional > The Fed kemungkinan besar akan mengumumkan QE2 pada 3 November mendatang

The Fed kemungkinan besar akan mengumumkan QE2 pada 3 November mendatang

October 27th, 2010 Leave a comment Go to comments

Seringkali saya ditanya apa arti sesungguhnya dari QE atau Quantitative Easing, jadi alangkah baiknya saya memberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai ALASAN untuk maupun TUJUAN dari pelonggaran moneter tersebut.

Notulen dari pertemuan bank sentral AS terakhir, yang diselenggarakan pada tanggal 21 September lalu, memberikan tanda bahwa the Fed mempunyai kecenderungan untuk mempergunakan lebih banyak stimulus yang tidak konvensional pada perekonomiannya.

Dibawah ini kutipan yang berhubungan dengannya:

“Measures of underlying inflation are currently at levels somewhat below those the Committee judges most consistent, over the longer run, with its mandate to promote maximum employment and price stability.  With substantial resource slack continuing to restrain cost pressures and longer-term inflation expectations stable, inflation is likely to remain subdued for some time before rising to level the Committee considers consistent with its mandate.”

Secara sederhana, Federal Reserve Chairman Ben Bernanke mengatakan stimulus tambahan kemungkinan dibutuhkan karena tingkat INFLASI terlalu RENDAH dan tingkat PENGANGGURAN terlalu TINGGI.

Pada dasarnya quantitative easing adalah meningkatkan peredaran uang untuk membeli obligasi pemerintah, supaya yields atau imbal hasil atas surat hutang bisa ditekan dan pada gilirannya suku bunga untuk obligasi yang terkait dengan KPR tetap rendah.  Selain itu, QE juga bertujuan melemahkan nilai tukar dolar AS untuk meningkatkan daya saing barang maupun jasa AS, dan menghindari deflasi.

Cara yang paling mudah untuk memvisualisasikan proses tersebut adalah dengan membayangkan sebuah MESIN CETAK UANG yang besar sekali di AS yang menghasilkan jumlah dolar yang tidak terbatas.

Setelah membeli US$1,700 billion mortgage-backed securities yang “beracun” dan obligasi pemerintah dengan uang kertas yang baru dicetak, the Federal Reserve akan segera “memanjakan dirinya” dengan quantitative easing tambahan.  Pada pertemuan the Fed awal bulan depan, pembelian surat hutang sebesar US$500 billion kemungkinan akan diumumkan.  Bahkan ukuran dari program pembelian kedua pada akhirnya bisa berjumlah sekurang-kurangnya US$1 trillion atau lebih, menurut sebuah catatan dari Goldman Sachs, menyusul kondisi perekonomian diperkirakan masih akan lemah terus.

Apakah QE dapat memulihkan perekonomian?

Jawaban singkat untuk pertanyaan diatas adalah: kemungkinan tidak!  Memang tidak semudah itu untuk membangkitkan kembali perekonomian AS karena bank tidak mau meminjamkan uang dan perusahaan maupun konsumen enggan untuk menambah hutang lagi.

Pada saat ini bank menganggap lebih aman untuk meminjam uang dari the Fed dengan biaya yang sangat rendah dan menanamkannya dalam 10-Year Treasury notes dengan tingkat suku bunga sebesar 2,5%, daripada meminjamkannya kepada siapapun juga.  Ini jelas terlihat pada grafik diatas ini, yang memperlihatkan pembelian surat hutang pemerintah oleh bank komersial makin meningkat.

Sehubungan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang belum pulih, konsumen pun tidak punya keinginan untuk berhutang lebih banyak.  Ini terbukti dari penurunan mingguan terkini dalam Commercial Bank Consumer Loans Outstanding, yang anjlok US$12.5 billion atau penurunan TERBESAR KEDUA yang PERNAH dicatat oleh the Fed (lihat grafik dibawah ini).

Maka dari kedua hal tersebut – bank tidak mau menyalurkan pinjaman, dan perusahaan maupun konsumen tidak membutuhkannya atau menginginkannya – kami dapat menyimpulkan program quantitative easing ini berpeluang kecil untuk membangkitkan perekonomian karena MEKANISME TRANSMISI UANG dan KREDIT di AS telah rusak!

Pada saat ini bank menganggap lebih aman untuk meminjam uang dari the Fed dengan biaya yang sangat rendah dan menanamkannya dalam 10-Year Treasury notes dengan tingkat suku bunga sebesar 2,5%, daripada meminjamkannya kepada siapapun juga. Ini jelas terlihat pada grafik diatas ini, yang memperlihatkan pembelian surat hutang pemerintah oleh bank komersial makin meningkat.

Sehubungan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang belum pulih, konsumen pun tidak punya keinginan untuk berhutang lebih banyak. Ini terbukti dari penurunan mingguan terkini dalam Commercial Bank Consumer Loans Outstanding, yang anjlok US$12.5 billion atau penurunan TERBESAR KEDUA yang PERNAH dicatat oleh the Fed (lihat grafik dibawah ini).

Maka dari kedua hal tersebut – bank tidak mau menyalurkan pinjaman, dan perusahaan maupun konsumen tidak membutuhkannya atau menginginkannya – kami dapat menyimpulkan program quantitative easing ini berpeluang kecil untuk membangkitkan perekonomian karena MEKANISME TRANSMISI UANG dan KREDIT di AS telah rusak!

Blowing bubbles all around the world

Dengan mengupayakan inflasi yang lebih tinggi – suatu sikap yang sangat jelas dalam pernyataan bank dari pembuat kebijakan di Federal Open Market Committee (FOMC) – dan menahan suku bunga dibawah tingkat inflasi selama bertahun-tahun, Bernanke sedang mematahkan semangat orang untuk menyimpan uang dan justru merangsang mereka untuk berspekulasi di pasar keuangan. Dan … itulah yang menyebabkan terciptanya bubbles atau gelembung di berbagai pasar ataupun sektor ekonomi.

Berlawanan dengan caranya dunia keuangan yang digambarkan pada umumnya di media masa, the Fed sebetulnya berfungsi sebagai Kepala dari “sindikat” bank sentral dunia yang mengatur “pertunjukkannya” dengan gayanya Don Vito Corleone.

Rahasia besar adalah bahwa the Fed bermaksud untuk MEMOMPA SELURUH DUNIA! Pendek kata, bank sentral AS sedang memaksa pemerintahan di dunia yang bergantung pada ekspor ke AS agar mendevaluasi nilai uang mereka dengan MENCETAK UANG.

Peluang investasi

The US Fed, dan juga bank sentral lainnya di dunia – terutama di negara maju – dipastikan akan melakukan satu hal kedepan yaitu mencetak, mencetak, dan mencetak uang. Mereka masing-masing siap untuk membeli surat hutang negara mereka sendiri setiap kali ada tanda pelemahan ekonomi lebih lanjut ataupun terjadi koreksi yang signifikan dalam pasar modal dan/atau pasar properti. Artinya … persediaan dolar AS yang meningkat pada akhirnya akan mengalir ke suatu tempat, bukankah begitu?

Pesan dari Tuan Pasar, sebagai antisipasi dari program QE2 cukup jelas: Sewaktu the dollar index anjlok 12,4% dari awal Juli sampai akhir September, semua aset lainnya malahan berhasil menguat (lihat grafik diatas ini).

Maka menurut penghematan saya, asset class atau bentuk investasi berikut ini kemungkinan besar akan memperoleh manfaat dari pelonggaran moneter lebih lanjut:

1)   Pelemahan dolar AS tentunya akan mendukung harga komoditas mengingat adanya korelasi yang negatif antara komoditas secara umum dan dolar AS.  The CRB index misalnya, yang merupakan sebuah ukuran luas untuk komoditas, telah naik lebih dari 15% hanya dalam 6 pekan saja.  Jadi boleh dikatakan bahwa investor tetap akan berminat terhadap berbagai KOMODITAS kedepan yang lagi “hot”;

2)   Terlepas dari volatilitas dalam jangka pendek, EMAS dan PERAK tetap menjadi inflation hedge yang terbaik dalam jangka panjang untuk menjaga lawan kehilangan daya beli dari dolar AS;

3)   Berkat pertumbuhan PDB yang lebih tinggi dan tingkat hutang yang lebih rendah, investor lebih memilih untuk menanamkan dananya di BURSA SAHAM ASIA dan AMERIKA LATIN.  Khususnya aliran dana ke “Asian tigers” deras sekali, seperti Malaysia, Indonesia, the Philippines, Singapore, Thailand, South Korea, dan Taiwan;

4)   MATA UANG yang didukung oleh KOMODITAS (atau juga sering disebut commodity currencies) akan diburu terus.  Sebagai contohnya Aussie dollar adalah mata uang yang sungguh menjanjikan dalam jangka panjang.  Di samping itu, mata uang dari negara ASIA maupun financial currencies (Swiss franc dan Singapore dollar) seharusnya tetap diunggulkan.

Selamat berinvestasi dan semoga sukses selalu!

Categories: Pasar Internasional Tags:
  1. Wira
    October 28th, 2010 at 15:24 | #1

    Terima Kasih buat pengetahuannya. Saya masih lugu jadi bisa mengerti sedikit deh tentang kejadian ekonomi yang terjadi

    • nico
      October 30th, 2010 at 10:12 | #2

      Dear pak Wira,

      Kita semua belajar secara terus-menerus mengenai pasar keuangan, termasuk saya yang perlu terus mempelajari hal yang baru mengenai market yang begitu dinamis dan berubah tanpa henti.

      Jadi tenang saja Bapak soalnya tidak ada yang paling pintar, dan menjadi seorang investor sejati memang adalah sebuah proses yang akan penuh rintangan dalam perjalanannya tetapi sungguh memuaskan pada akhirnya. Tentunya tidak hanya dari segi keuntungan yang akan bertambah terus, tetapi juga dari segi pengetahuan dan pengalaman yang makin luas. Motto saya adalah: “Pengetahuan adalah kekuatan” (apabila kita dapat menerapkannya dengan baik).

      Semoga sukses selalu untuk Anda dan keluarga and may God bless you!

      Nico

  2. October 29th, 2010 at 06:36 | #3

    saya sangat menikmati pemaparan QE2 ini dari Anda. Inilah penjelasan yang paling gamblang dan sangat jelas. Terima kasih Omer…

    • nico
      October 30th, 2010 at 10:07 | #4

      Most welcome Arjoona!

      Nico

  3. Prasetyo
    November 3rd, 2010 at 06:18 | #5

    Thanx FYI. om Nico FBnya apa??

    • nico
      November 4th, 2010 at 14:00 | #6

      Dear Prasetyo,

      Om Nico tidak memiliki FB account, haha!!

      Cheers

      Nico

  4. November 3rd, 2010 at 08:42 | #7

    Sangat jelas dan gamblang, menurut Mr Nico apakah efek dari QE bisa berlangsung lama? dan apakah kita berani buy on high di AUD/USD, Gold dan Index saham?

    • nico
      November 4th, 2010 at 14:05 | #8

      Dear Guinevere,

      Apabila Anda seorang trader, Anda dapat membeli AUD di level yang tinggi untuk menjualnya di level yang lebih tinggi lagi (buy high and sell higher). Yang penting adalah bahwa Anda selalu FOLLOW THE TREND (cause the trend is your best friend atau tren adalah teman terbaik Anda) dan menempatkan stop loss pada saat Anda membuka posisi baru.

      Trading pada dasarnya mudah sekali dimana kita hanya akan beli pada waktu tren lagi naik dan hanya akan jual pada saat tren lagi turun. Dan … jika harga terjebak antara support dan resistance (atau menunjukkan sideways trend) kita akan beli pada saat harga mendekati support dan jual pada waktu harga mendekati resistance.

      Sukses selalu untuk Anda!

      Nico

  1. No trackbacks yet.