Archive

Archive for November, 2010

Is a SANTA CLAUS RALLY coming?

November 29th, 2010 3 comments

Apa artinya dan mengapa ada Santa Claus rally?

Santa Claus rally merupakan suatu kenaikan dalam harga saham selama bulan Desember, yang pada umumnya terlihat di pekan terakhir perdagangan sebelum Tahun Baru.  Santa Claus rally juga dikenal sebagai the “December Effect”

Rally tersebut biasanya berhubungan dengan antisipasi dari January effect, dimana investor menanamkan dana tambahan kedalam pasar modal.  Dan … karena banyak sekali investor sedang bersukacita disekitar liburan Natal dan Tahun Baru, maka lebih banyak orang cenderung membeli daripada menjual saham!

Sejak Perang Dunia II, Dow Jones rata-rata menguat 9,15% dari level terendahnya di bulan November atau Desember ke level tertingginya pada Desember atau Januari.  Bahkan selama bear market berlangsung dari tahun 2000 sampai 2002 sekalipun (lihat grafik diatas ini), bursa saham AS berhasil naik di setiap penghujung tahun.

 

Apakah Santa Claus akan memberikan banyak hadiah tahun ini? 

Saya secara pribadi berpendapat bahwa kemungkinan besar Santa Claus rally akan kembali terjadi tahun ini, dan bursa saham AS mampu mencetak level tertinggi baru diatas 11,258.  Adapun beberapa alasan yang dapat mendukung rally tersebut:

1)      QUANTITATIVE EASING lanjutan dari the Fed, yang merupakan sebuah program dari bank sentral AS untuk mendongkrak ekonomi dengan mencetak uang sebanyak US$600 milyar, akan menyebabkan arus investasi global keluar dari aset-aset yang berdenominasi dolar AS dan beralih menuju ke aset-aset dengan yield lebih tinggi.  Khususnya pasar modal maupun obligasi Asia menjadi tujuan peralihan aset tersebut, karena dinilai ekonomi serta asset yield mereka jauh lebih baik dari negara-negara maju yang ekonominya sedang tertekan.

Selain itu pengumuman dari the Fed, yang mengizinkan bank yang telah mengembalikan TARP funds memberi indikasi bursa saham AS adalah sasaran dari bank sentral dalam upayanya mendorong perekonomian lebih lanjut.

2)      Suku BUNGA yang RENDAH mematahkan semangat orang untuk menyimpan uang, dan justru merangsang mereka untuk berspekulasi di pasar keuangan.  Oleh karena itu, saham terlihat lebih menarik dibandingkan deposito maupun obligasi.  Pada akhirnya suku bunga yang rendah juga memberikan kesempatan kepada perusahaan (yang tercatat di bursa) meminjam uang untuk mengembangkan usahanya, mengakuisisi pesaingnya dan membiayai kembali hutang lama.

3)      Setelah partai REPUBLIKEN menguasai House of Representatives lagi kemungkinan besar Kongres akan memperpanjang semua Bush tax cuts tanpa terlalu banyak hambatan, dan Presiden Obama tidak akan menolaknya.  Pemotongan pajak tersebut tentunya ditujukkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi maupun bursa saham.    

4)      Membaiknya DATA EKONOMI, seperti jobless claims yang baru saja mencapai level terendah dalam kurun lebih dari 2 tahun terakhir ditambah naiknya pengeluaran konsumen yang menguat secara beruntun dalam 4 bulan berturut, menguatkan optimism bahwa ekonomi Amerika semakin membaik.  Hal tersebut meningkatkan keyakinan bahwa masyarakat akan lebih bergairah dalam berbelanja menjelang hari tradisional Jumat setelah Thanksgiving atau yang biasa disebut dengan istilah “Black Friday”.  Fenomena itu merupakan momen penting bagi para peritel sebagai penanda awal dari musim belanja akhir tahun hingga Natal dan Tahun Baru 2011.  Apabila penjualan pada bulan Desember memuaskan, bursa saham AS kemungkinan masih akan melanjutkan kenaikannya dipicu oleh meningkatnya pendapatan perusahaan dalam kuartal keempat. 

5)      Seandainya DOLAR AS – yang pada saat ini memang menguat secara signifikan terhadap mata uang utama lainnya – berbalik arah dan melemah lagi selama beberapa bulan kedepan, pelaku pasar akan memanfaatkannya kembali sebagai sebuah funding currency untuk membeli saham.

 

Kemanakah Dow Jones?

Menurut Elliot Wave Theory, wave 4 sedang dibentuk setelah level tertinggi tahun ini di 11,258 tidak dapat dipecahkan pada waktu wave 3 mencapai puncaknya (lihat grafik dibawah ini).  Setelah koreksi tersebut selesai, baru Dow Jones bisa melanjutkan penguatannya (wave 5) dan menuju ke sekitar 12,000 pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Berdasarkan grafik harian, indeks saham AS kemungkinan hanya akan melemah sampai sekitar 10,870, yang merupakan 38.2% fibonacci retracement.  Ini menunjukkan bahwa koreksi pada dasarnya sangat terbatas dan pasar hanya berkonsolidasi untuk sesaat sebelum mencetak level tertinggi yang baru untuk tahun ini.

Meskipun demikian, saya tetap ingin memperingati investor bahwa dalam 41 dari 50 tahun terakhir puncak dari Santa Claus rally terjadi pada bulan Januari, dan 7 dari 9 puncak di bulan Desember tercapai selama tiga hari perdagangan terakhir.  Jadi jangan lupa untuk mengambil untung setidaknya 50% paling lambat bulan Januari 2011, agar dapat mempertahankan sebagian dari keuntungan yang telah diperoleh!

 
Samurai Jepang tajam lagi  

 

Nikkei pada hari Kamis 18 November berhasil

ditutup di atas level 10,000 untuk pertama

kalinya sejak akhir Juni, menyusul surutnya

kekhawatiran tentang penguatan yen sehingga mendorong kembali minat investor asing untuk berburu saham-saham blue chips Jepang.  Kedepan perkembangan nilai tukar yen terhadap dolar AS masih akan menjadi faktor utama penggerak bursa saham Jepang, dimana jika rebound dolar AS terus berlanjut maka akan mendukung tren bullish Nikkei.

 

 

Kondisi teknikal cukup cerah setelah Nikkei naik di atas resistance level MA-200 untuk pertama kalinya sejak bulan Mei.  Seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, target Nikkei berikutnya adalah 61.8% fibonacci retracement dari koreksinya sejak April-September di sekitar 10,410.  Kemudian dilanjutkan dengan target dari formasi inverse head and shoulders yang terletak di 10,555.
 
Nikkei, yang menguat lebih dari 7% pada bulan November berkat permintaan investor luar negeri untuk saham Jepang termasuk aksi short-covering, kemungkinan akan meningkat lebih lanjut menjelang akhir tahun meskipun beberapa tanda mengindikasikan pasar sudah overbought.  Sebagai catatan saja, Nikkei naik 12,9% pada bulan Desember 2009 dan bahkan naik 4,1% pada bulan Desember 2008, hanya beberapa bulan setelah pasar keuangan global bergolak oleh kebangkrutan Lehman Brothers.

 

 

 

Bursa saham negeri ginseng masih perkasa

 

Meskipun Korea Utara pada hari Selasa tanggal 23 November menembakkan puluhan artileri ke sebuah pulau di perbatasan Korea Selatan, investor nampaknya menanggapi dingin dampak dari ketegangan di Semenanjung Korea.  Grafik bulanan dibawah ini dengan jelas memperlihatkan bahwa indeks Kospi makin mendekati all-time high di sekitar 263, yang juga merupakan target untuk sebulan kedepan.

 

 
Net foreign buying atau pembelian bersih saham Korea oleh investor asing di bulan November telah mencapai hampir 2 trilyun won.  Investor asing juga berlaku sebagai net buyers di bulan September dan Oktober.  Dukungan pasar pun datang dari saham teknologi dengan saham Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar dunia sekaligus sebagai saham terbesar pada indeks Kospi, yang berlanjut menguat oleh harapan meningkatnya penjualan selama liburan musim belanja di AS.

 

Pada masa lalu konflik antara Korsel dan Korut biasanya menawarkan peluang yang bagus untuk membeli saham pada harga yang lebih murah.  Oleh karena itu, Kospi kemungkinan akan melanjutkan uptrend beberapa pekan kedepan seiring dengan kuatnya aksi beli dari investor asing atas likuiditas yang masih melimpah di sistem keuangan global.

 

 

Naga terpukul, tetapi belum KO

 

Bursa saham Hong Kong mulai terkoreksi setelah indeks harga konsumen Cina dirilis naik 4,4% pada bulan Oktober dari tahun sebelumnya.  Kenaikan tersebut jauh diatas rata-rata estimasi pakar ekonom sebesar 4%, dan juga merupakan tingkat inflasi yang paling tinggi selama 25 bulan terakhir.

 

Untuk meredam laju inflasi, Cina telah menaikkan rasio kecukupan modal untuk bank sebanyak 5 kali tahun ini.  Namun, tingkat suku bunganya hanya dinaikkan sekali saja jadi spekulasi tetap akan meningkat seputar kemungkinan berlanjutnya kenaikan suku bunga.

 

Selain itu, quantitative easing di AS – melalui pembelian obligasi pemerintah oleh the Fed – akan mendorong Cina untuk melakukan quantitative tightening guna mencegah membanjirnya likuiditas ke negeri Tirai Bambu tersebut.  Maka kenaikan cadangan modal bank dan kuota pinjaman nampaknya masih akan menjadi topik hangat untuk beberapa bulan kedepan.

 

Pertanyaan sekarang adalah: “Apakah kenaikan suku bunga perlu dikhawatirkan dan akan menahan penguatan indeks Hang Seng sampai akhir tahun ini?”  Jawaban yang singkat adalah tidak, karena real interest rate yang masih negative maupun pendinginan pasar properti di Cina dan Hong Kong akan mengalihkan investasi yang dilakukan para investor dari real estate dan obligasi kedalam bursa saham sebagai sebuah alternatif untuk memperoleh capital gains.  Selanjutnya juga tersedia likuiditas domestik yang berlimpah dalam bentuk deposito senilai US$4.5 trilyun, yang dapat mendorong harga saham naik.

Indeks Hang Seng telah jatuh lebih dari 8 persen sejak mencapai level tertinggi dalam 29 bulan awal bulan November di 24,988.  Apabila terkoreksi lebih lanjut, perhatikan support di 22,690 dan 21,980, yang masing-masing merupakan 38.2% dan 50% fibonacci retracement pada grafik harian.

Namun saham diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya dalam jangka menengah seiring prospek maupun hasil earnings yang cerah, dan ditopang kuatnya pertumbuhan ekonomi Cina.  Untuk itu 61.8% fibonacci retracement dari gerakan antara 31,958 dan 10,676, yang berada di 23,828 (lihat grafik diatas ini), perlu dipecahkan secara signifikan sebelum bursa Hong Kong dapat melaju lagi ke resistance berikutnya di 26,387.

Selamat berinvestasi di indeks saham

dan semoga Santa Claus memberikan

banyak hadiah untuk Anda tahun ini!

Categories: Pasar Internasional Tags:

Mata uang Australia tetap menjanjikan

November 22nd, 2010 2 comments

Pada awal bulan ini Aussie dollar melonjak hingga level tertinggi sejak diperdagangkan secara bebas untuk pertama kalinya pada 1983 silam ke 1.0182.  Penguatan tersebut dipengaruhi oleh hasil putusan FOMC the Fed AS yang mempertahankan suku bunga di level terendahnya saat ini dan melakukan kembali quantitative easing dengan membeli obligasi pemerintah senilai US$600 milyar sampai akhir kuartal kedua tahun 2011, atau sebesar US$75 milyar per bulan terhitung sejak November 2010 hingga Juni 2011.

Akselerasi penguatan AUD/USD juga dipengaruhi oleh putusan sidang bank sentral Australia yang secara mengejutkan menaikkan suku bunganya sebesar 0,25% sebagai upaya pengetatan moneter guna mengendalikan laju pertumbuhan ekonomi.  Kedua putusan bank sentral global itu memicu meningkatnya diferensiasi suku bunga antara Australia dan AS yang memberikan keunggulan komparatif untuk Australia.

Dengan kata lain, terus melebarnya perbedaan yield atau return antara aset-aset berdenominasi Aussie dollar dengan yang berdenominasi dolar AS memicu penguatan AUD/USD hingga menembus level paritas.  Bank sentral Australia sudah memulai siklus kenaikan suku bunganya, sementara di sisi lain bank sentral Amerika Serikat masih terus melonggarkan kebijakan moneternya.  Ini tentunya menguntungkan Aussie dollar, selain juga didukung oleh kinerja ekonomi dari ekspor komoditas – seperti emas yang sempat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah – sebagai salah satu pemasukan besar Australia.

Koreksi ternyata tidak terhindarkan

Setelah melejit lebih dari 25 persen dari level terendahnya bulan Mei di 0.8068, Aussie dollar akhirnya mengalami tekanan signifikan ke level terendahnya selama 2 pekan pada Selasa kemarin di 0.9726.  Mata uang negeri kangguru tersebut mulai terkoreksi cukup dalam sejak minggu kedua bulan ini karena maraknya pandangan bahwa kondisi pasar telah menyesuaikan sepenuhnya dengan kebijakan QE2 yang akan ditempuh the Fed dan posisi dolar AS yang sangat oversold atau jenuh jual.

Seperti dapat Anda lihat pada grafik harian diatas ini, dollar index berhasil menguat selama dua minggu terakhir setelah terperosok ke level terendahnya tahun ini di 75.631.  Support saat ini terletak pada level 78.364, yang sebelumnya merupakan resistance, sedangkan level tahanan berada di 80.085 (yang sebelumnya berlaku sebagai support).  Apabila dollar index bertahan diatas 78.364, indeks tersebut kemungkinan akan berlanjut menguat ke resistance terdekat di sekitar 80.

Aussie juga mendapat tekanan karena risk aversion menjadi tema perdagangan minggu kemarin.  Adapun tiga hal yang menyebabkan investor mengurangi aset berisiko dalam portofolio mereka:

1)  Masih adanya kekhawatiran terhadap krisis hutang di sejumlah wilayah zona Eropa menekan euro dan mata uang ber-yield tinggi lainnya, termasuk Aussie dollar

2)  Rilis data ekonomi Cina menunjukkan peningkatan inflasi ke level tertingginya selama 25 tahun, sehingga mengarahkan pandangan pasar terhadap potensi kelanjutan kenaikan suku bunga Cina;

3)  Yield obligasi pemerintah AS yang berdurasi 10 tahun meningkat ke level tertingginya selama 3 bulan di 2,95%, dan memberikan daya tarik tersendiri terhadap US dollar ditengah laju rebound belakangan ini.

Ketiga alasan itulah memicu aksi profit-taking dari aset-aset dengan risiko maupun yield yang tinggi seperti AUD, komoditas maupun saham, dan mendukung permintaan terhadap aset-aset dengan risiko rendah dan dolar AS yang selama ini masih dianggap sebagai “safe haven”.  Tetapi menurut penghematan saya, status dolar AS tersebut hanya sebuah kekeliruan besar saja, sebab dalam jangka panjang US dollar tetap akan menuju ke nilai intrinsiknya yaitu nol.  Atau … seperti saya sering mengatakan sambil bergurau, dolar AS paling akan menjadi kertas WC ataupun dekorasi dinding.  Itulah nasih yang dialami oleh semua mata uang dalam sejarah, dan saya rasa dolar AS tidak akan menjadi suatu pengecualian. 

 Kondisi teknikal AUD/USD

 

 

Grafik harian diatas ini menunjukkan bahwa sebetulnya tidak ada banyak perubahan dibandingkan bulan yang lalu.

 Aussie dollar memang dapat memecahkan resistance awal bulan ini, tetapi pada akhirnya turun dibawah level paritas terhadap dolar AS dan kembali memasuki kisaran sebelumnya.  Untuk sementara waktu AUD/USD kemungkinan akan berkonsolidasi lebih lanjut antara 0.9649 dan 1.0003, yang masing-masing berfungsi sebagai support dan resistance.  Oleh karena itu, BUY ON WEAKNESS  di sekitar 0.97 dengan stop loss di bawah support-nya merupakan keputusan investasi yang paling bijaksana.

 Aussie adalah mata uang favorit investor

Dalam jangka panjang investor cenderung masih akan mengalihkan dananya pada mata uang berimbal hasil tinggi seperti Aussie dollar, yang terdukung oleh tingkat suku bunga yang paling tinggi diantara negara-negara maju dunia.  Bahkan Ric Battellino, wakil gubernur RBA (Reserve Bank of Australia), memberikan pandangan yang optimis untuk kondisi ekonomi Kamis kemarin.  Ini justru mengindikasikan bahwa monetary tightening atau potensi kenaikan suku bunga masih berpeluang berlanjut sampai akhir tahun 2011.

Pendukung utama akselerasi AUD/USD lainnya adalah permintaan dari Asia untuk bijih besi dan batu bara, dua produk ekspor terbesar Australia, yang sangat membantu pertumbuhan ekonominya.  Juga fundamental ekonomi kokoh seperti hutang pemerintah yang rendah maupun tingkat pengangguran di bawah 5,5%, masih akan membuat investor tertarik kepada Aussie dollar di masa yang akan datang.

Selamat berinvestasi di pasar mata uang asing dan semoga sukses selalu! 

Categories: Pasar Internasional Tags:

Apakah penguatan emas akan terhambat untuk sementara waktu?

November 15th, 2010 10 comments

Setelah emas menguat 3,86% terhadap dolar AS sepanjang Oktober, investor pada awal bulan ini cenderung melanjutkan pembelian emas.  Khususnya setelah sidang FOMC-the Fed AS memutuskan untuk menerapkan program stimulus lanjutan melalui pembelian obligasi pemerintah senilai 600 milyar dolar AS yang akan dilakukan secara bertahap hingga Juni 2011, harga emas tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan.  Bahkan pada hari Selasa kemarin harga emas berhasil menembus level rekor terbarunya di US$1,424.10/toz dan dengan demikian membukukan pemecahan rekor selama 4 sesi berturut-turut.

Sementara permintaan fisik emas dilaporkan masih cukup kuat.  Data perdagangan Hong Kong misalnya menunjukkan bahwa aliran perdagangan emas dari Hong Kong ke Cina sepanjang 8 bulan pertama 2010 meningkat dua kali lipat dari total perdagangan 2009 silam.  Hal tersebut menunjukkan pesatnya minat pada emas baik sebagai perhiasan maupun sebagai instrumen investasi.  Selain itu komentar dari presiden Bank Dunia, Robert Zoellick, yang menyarankan agar negara-negara maju kembali mengadopsi standardisasi emas untuk alat tukar, juga turut memberikan dukungan untuk akselerasi emas. 

Perhatikan dollar index dengan seksama

Pada umumnya ada inverse correlation atau korelasi negatif antara emas dan dolar AS.  Jadi saat US dollar melemah, emas biasanya akan menguat dan di saat penguatan dolar AS terjadi, harga emas akan cenderung merosot (lihat grafik dibawah ini).

Setelah indeks dolar terperosok ke level terendahnya tahun ini pada hari Kamis tanggal 4 November, indeks tersebut naik tajam hari berikutnya hingga level 76.639 dari tekanan sebelumnya yang mencapai 75.631.  Bahkan US dollar berhasil rebound ke level terkuatnya selama sekitar 1 bulan atas euro di 1.3575 Jumat kemarin akibat berkembangnya kembali kekhawatiran terhadap masalah kredit di Eropa, serta dirilis membaiknya data tenaga kerja dan defisit perdagangan AS pekan yang lalu.

Seperti dapat Anda lihat pada grafik harian diatas ini, indeks dolar berlanjut menguat selama sepekan pasca pembentukan bullish engulfing pada hari Jumat tanggal 5 November.  Level kunci maupun resistance pada saat ini adalah 78.364, yang perlu ditembus secara signifikan sebelum memberikan tanda yang jelas mengenai pembalikan tren dolar AS.

Apabila dollar index dapat memecahkan resistance tersebut dan ditutupi diatas 78.364, kemungkinan indeks akan menuju ke level psikologisnya di 80 sedangkan mata uang utama terhadap dolar AS cenderung akan melemah lebih jauh.  Berlanjutnya rebound USD dari tekanannya, terutama atas Aussie dollar dan euro, tentunya juga akan membatasi kenaikan harga emas dan pada gilirannya memicu profit-taking.  Ini terbukti dari pergerakan harga emas Jumat kemarin, yang turun secara signifikan hingga ke bawah US$1,400/toz.

Kondisi teknikal pasar emas

Sekarang pertanyaan adalah: “Apakah uptrend emas masih akan dominan, atau terjadi konsolidasi dari penguatan signifikan sebelumnya?”  Dalam 5 hari perdagangan terakhir, the high to low daily trading range atau kisaran harga rata-rata sebesar US$31.85/toz.  Kisaran itu sungguh besar dan mengindikasikan bahwa pergerakan harga emas mulai tidak teratur.  Inipun menunjukkan emas berada dalam sebuah blow-off move atau level tertinggi telah tercapai untuk sementara waktu.  Maka investor perlu sadar kenaikan harga emas sejak penghujung kuartal kedua tahun ini rentan aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Setelah emas menguat dari US$1,326.70/toz pada 3 November ke US$1,424.10/toz di 9 November (lihat grafik diatas ini), gerak uptrend melambat dan harganya turun sampai US$1,359.70/toz Jumat lalu.  Level tersebut hampir sama dengan 23.6% fibonacci retracement yang terletak di US$1,361/toz.  Jika support pertama itu ditembus, emas kemungkinan akan melemah lebih lanjut ke support berikutnya di sekitar US$1,322/toz, yang merupakan 38.2% fibonacci retracement dan juga “pondasi” bagi “peluncuran” terakhir.

Kesimpulan

Logam mulia, seperti emas dan perak, telah memutuskan untuk beristirahat sejenak.  Kemungkinan besar konsolidasi ini akan berlangsung sebentar – setidaknya beberapa hari, barangkali beberapa pekan.  Tetapi tren dalam jangka panjang sama sekali tidak berubah.  Selama the Fed dan bank sentral lainnya berlomba-lomba untuk mendevaluasikan mata uang mereka, emas tetap akan menjadi primadona.  Goldman Sachs pun mempercayai hal tersebut dan baru merilis laporan mengenai emas yang mengatakan: “we expect that gold prices will continue to rise over the next 12 months to our $1,650/toz target as US monetary policy remains accommodative and US real interest rates remain low.”

Maka don’t worry be happy alias BUY ON WEAKNESS  adalah keputusan investasi yang paling bijaksana dalam jangka menengah-panjang.

Selamat berinvestasi di pasar emas dan semoga sukses selalu! 

Categories: Emas Tags:

Apakah dolar AS bisa bangkit lagi?

November 8th, 2010 15 comments

Setelah the Fed pada hari Kamis dini hari memutuskan untuk melakukan quantitative easing lanjutan dengan membeli obligasi pemerintah senilai US$600 billion selama 8 bulan kedepan untuk memacu pertumbuhan ekonomi AS, the dollar index turun kelevel terendah dalam kurun 11 bulan di 75.631.

The Fed menggambarkan bahwa kondisi ekonomi Amerika saat ini berjalan lambat dan sektor ketenagakerjaan masih muram sementara tekanan inflasi cenderung masih lemah.  Oleh karena itu, bank sentral AS akan melakukan pembelian aset (longer term Treasury bonds) senilai 75 milyar dolar AS per bulannya dan peninjauan berkala secara regular untuk mengetahui seberapa jauh kebutuhan agar dapat disesuaikan dengan laju perkembangan pertumbuhan ekonomi.

Tetapi pada hari berikutnya dolar AS akhirnya berhasil menguat lagi berkat rilis data sektor ketenagakerjaan AS atau non-farm payrolls yang jauh melebihi ekspektasi.  Seperti dapat Anda lihat pada grafik dibawah ini, indeks dolar pekan yang lalu ternyata ditutup sedikit diatas support kuat selama 3 tahun terakhir di sekitar 76.20.

Maka boleh disimpulkan bahwa dalam jangka pendek dolar AS cenderung oversold atau

jenuh jual, sementara risk assets – saham dan komoditas – malahan overbought.  Jadi investor sebaiknya mewaspadai rebound yang segera dapat terjadi, meskipun kebijkan baru the Fed potensial akan memberikan tekanan pada nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia dalam jangka menengah-panjang.

Dampak terhadap mata uang utama lainnya

Setelah euro sempat menembus level tertinggi sepanjang 9 bulan terakhir terhadap dolar AS di 1.4281, mata uang tunggal Eropa kembali masuk dalam kisaran antara 1.3696 dan 1.4157 (lihat grafik dibawah ini).  Menyusul apresiasi EUR/USD agak “habis tenaga”, yang ditunjukkan oleh RSI (Relative Strength Index) pada daily chart yang sudah berada diatas 70, euro kemungkinan akan berkonsolidasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan penguatannya.

Jika euro dapat menembus resistance secara signifikan, target berikutnya adalah medium term trend line resistance yang kini berada di level 1.4527 dan lebih lanjut 1.50 sebagai target terjauhnya.

Kedua target sungguh masuk akal karena EUR/USD di 1.45 mengindikasikan sebuah penurunan di dollar index ke 74an sedangkan target pada 1.50 akan menekan indeks dolar ke sekitar 71, yang merupakan level terendahnya sepanjang sejarah. 

Rupanya poundsterling atau GBP/USD belakangan ini lebih perkasa daripada euro, dan pada hari Jumat lalu masih bertahan diatas resistance di sekitar 1.61.  Poundsterling dalam 2 hari terakhir ditopang berita bahwa Bank of England mempertahankan suku bunga dilevelnya saat ini dan belum akan menerapkan program pembelian aset serupa QE2.

Setelah GBP/USD berhasil memecahkan resistance di 1.6104, poundsterling kemungkinan akan menguat lebih lanjut ke 1.6457 (lihat grafik diatas ini).  Level tersebut merupakan level tertinggi tahun ini yang tercapai pada 19 Januari, dan hanya sebuah target dalam jangka pendek.

Bahkan poundsterling tetap berpeluang untuk naik lebih kencang lagi ke 1.80 hingga 1.90, jika dollar index dalam beberapa bulan kedepan anjlok ke all-time low di 71.314.  Jadi investor disarankan untuk mengikuti trennya saja, karena the trend is your best friend, bukankah begitu?

Akhirnya rajanya diantara valuta asing, yaitu Aussie dollar, telah melampaui level paritasnya terhadap dolar AS setelah RBA (Reserve Bank of Australia) pada hari Selasa kemarin secara mengejutkan menaikkan tingkat suku bunganya dengan 25 basis poin ke 4,75%.  Keputusan tersebut tentunya merangsang minat investor untuk menempatkan dananya pada instrumen investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi seperti AUD/USD

Selain itu, Aussie dollar juga didukung oleh kinerja ekonomi dari ekspor komoditas seperti emas sebagai salah satu pemasukan besar Australia, dan kedekatannya secara geografis dengan Cina yang membutuhkan banyak komoditas yang dimiliki oleh negeri kanguru itu.

Seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, uptrend hanya terhenti sejenak untuk “beristirahat sambil mengambil nafas” antara 0.9649 dan 1.0003.  Kini Aussie dollar sudah memecahkan resistance secara meyakinkan dan kemungkinan akan menuju ke target terdekat di 1.0357.

Kesimpulan

Dolar AS telah oversold atau jenuh jual pada saat ini, yang dibuktikan oleh RSI di daily chart yang sedang berada dibawah 30.  Lalu dollar index juga bertengger dekat support kuat dalam 3 tahun terakhir.  Jadi jangan heran apabila dolar AS mengalami rebound dari penurunan tajamnya, dan dengan demikian menahan penguatan mata uang utama lainnya untuk sementara waktu.

Mari kita perhatikan dollar index dengan seksama dalam beberapa hari kedepan.  Jika dolar AS ternyata mampu menguat secara terbatas, investor sebaiknya BUY ON WEAKNESS euro, poundsterling, maupun Aussie dollar di sekitar 1.37-1.38, 1.60-1.61, dan level paritasnya. 

 

 

 

Categories: Pasar Internasional Tags:

PRESENTASI KABAR PASAR PAGI – TV ONE (08-11-2010)

November 8th, 2010 5 comments

1. PERGERAKAN HARGA SAHAM 4 HARI TERAKHIR

2. PREDIKSI IHSG

IHSG hari ini diprediksi bergerak antara

SUPPORT      : 3600

RESISTANCE  : 3670

3. FAKTOR PENGGERAK SAHAM (3 FAKTOR UTAMA)

A.  Akumulasi beli saham yang masih murah

B.   Perhatikan resistance di level 3670!

C.  IPO KS dan Agung Podomoro Land

4. 5 SAHAM REKOMENDASI PERDAGANGAN

Pusatkan perhatian pada perusahaan pilihan dengan:

■    pertumbuhan penjualan dan laba bersih;

■    dividend yield yang tinggi;

■    cash flow yang sehat.

1) PNLF

  1. Laba bersih 1H10 naik 94%
  2. P/E 2010 < 8x
  3. Jumlah kepemilikan saham di PNBN 44,67% (atau 10,76 milyar saham)
  4. Laba bersih PNBN 3Q10 naik 80,6%
  5. Panin Life (PNLF) sejak 14 Januari 2010 resmi berganti nama menjadi Panin Financial
  6. Akan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi bisnis, manajemen, dan administrasi
  7. Menargetkan pendapatan premi 2010 sebesar 1,24 trilyun atau naik 20% YoY

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp315

2) DILD

  1. Laba bersih 3Q10 naik 1.902%
  2. P/E 2011F < 10x
  3. Berencana mengembangkan superblok West One City di Daan Mogot, Jakarta Barat, pertengahan 2011
  4. Telah mendapatkan pinjaman dana senilai Rp130 milyar dari BBRI dan BBKP untuk membangun Hotel Whiz di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Jakarta
  5. Berencana memulai pembangunan terpadu dikawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan
  6. Telah menuntaskan akuisisi 3 lahan seluas 1597 ha di DKI Jakarta dan Banten senilai Rp1,7 trilyun
  7. Memacu pengembangan Graha Natura di Surabaya Barat
  8. Sedang mengerjakan pengembangan gedung perkantoran strata title dari Intiland Tower Surabaya
  9. Proyek Ngoro Industrial Park (NIP) seluas 225 ha telah memasuki tahap II dan kini sedang dalam pengerjaan infrastruktur serta diharapkan selesai pada 2011

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp830

3) INTP

  1. Laba bersih 3Q10 naik 27%
  2. Marjin usaha naik dari 34,3% ke 36,7%
  3. Free cash flow 2011F > Rp3 trilyun
  4. Menambah kapasitas terpasang sebanyak 1,5 juta ton menjadi 18,6 juta ton per tahun
  5. ROE > 25%
  6. Utilisasi pabrik semen INTP saat ini baru difungsikan sebesar 75%
  7. FY09 cash naik 232% ke Rp2,6 trilyun

REKOMENDASI: BUY

TARGET HARGA: Rp19.950

4) GJTL

  1. Laba usaha 3Q10 naik 29,4%
  2. Beban bunga 3Q10 turun 32%
  3. Akan meningkatkan kapasitas produksi ban motor sebesar 62% (dari 65 ribu unit per hari menjadi 105 ribu unit per hari)
  4. Berencana meningkatkan kapasitas produksi ban radial dari 35-36 ribu unit per hari menjadi 45 ribu unit per hari atau naik 27%
  5. Telah menaikkan harga bannya dengan lebih dari 10% tahun ini
  6. Akan memulai produksi ban radial khusus untuk kendaraan besar, seperti bus dan truk di tahun 2011
  7. Hingga akhir tahun ini GJTL memprediksi kapasitas produksi ban bisa mencapai 28 juta unit, atau naik 4 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya
  8. Menargetkan penjualan bersih pada tahun 2010 mencapai Rp9,92 trilyun, atau naik sekitar 20%-25% YoY dibandingkan tahun lalu sebesar Rp7,94 trilyun
  9. ROE 2011F > 25%

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp3.100

5) CMNP

  1. Laba bersih 3Q10 naik 398%
  2. P/E ratio CMNP masih dibawah 5x
  3. OPM 60% dan NPM 109%
  4. Pada 2011 mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp550 milyar
  5. Cash naik tajam 193% dari Rp74 milyar menjadi Rp217 milyar
  6. Membiayai proyek jalan tol Depok-Antasari yang mulai digarap awal 2011 dengan investasi awal Rp500 milyar
  7. Hutang hanya 0,47x modalnya
  8. Menandatangani kontrak kerjasama dengan Nusatel (penyedia jaringan fiber optik) di jalan tol Cawang-Tanjung Priok

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp2.200

Categories: Rekomendasi Saham Tags: