Home > Emas > Apakah penguatan emas akan terhambat untuk sementara waktu?

Apakah penguatan emas akan terhambat untuk sementara waktu?

November 15th, 2010 Leave a comment Go to comments

Setelah emas menguat 3,86% terhadap dolar AS sepanjang Oktober, investor pada awal bulan ini cenderung melanjutkan pembelian emas.  Khususnya setelah sidang FOMC-the Fed AS memutuskan untuk menerapkan program stimulus lanjutan melalui pembelian obligasi pemerintah senilai 600 milyar dolar AS yang akan dilakukan secara bertahap hingga Juni 2011, harga emas tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan.  Bahkan pada hari Selasa kemarin harga emas berhasil menembus level rekor terbarunya di US$1,424.10/toz dan dengan demikian membukukan pemecahan rekor selama 4 sesi berturut-turut.

Sementara permintaan fisik emas dilaporkan masih cukup kuat.  Data perdagangan Hong Kong misalnya menunjukkan bahwa aliran perdagangan emas dari Hong Kong ke Cina sepanjang 8 bulan pertama 2010 meningkat dua kali lipat dari total perdagangan 2009 silam.  Hal tersebut menunjukkan pesatnya minat pada emas baik sebagai perhiasan maupun sebagai instrumen investasi.  Selain itu komentar dari presiden Bank Dunia, Robert Zoellick, yang menyarankan agar negara-negara maju kembali mengadopsi standardisasi emas untuk alat tukar, juga turut memberikan dukungan untuk akselerasi emas. 

Perhatikan dollar index dengan seksama

Pada umumnya ada inverse correlation atau korelasi negatif antara emas dan dolar AS.  Jadi saat US dollar melemah, emas biasanya akan menguat dan di saat penguatan dolar AS terjadi, harga emas akan cenderung merosot (lihat grafik dibawah ini).

Setelah indeks dolar terperosok ke level terendahnya tahun ini pada hari Kamis tanggal 4 November, indeks tersebut naik tajam hari berikutnya hingga level 76.639 dari tekanan sebelumnya yang mencapai 75.631.  Bahkan US dollar berhasil rebound ke level terkuatnya selama sekitar 1 bulan atas euro di 1.3575 Jumat kemarin akibat berkembangnya kembali kekhawatiran terhadap masalah kredit di Eropa, serta dirilis membaiknya data tenaga kerja dan defisit perdagangan AS pekan yang lalu.

Seperti dapat Anda lihat pada grafik harian diatas ini, indeks dolar berlanjut menguat selama sepekan pasca pembentukan bullish engulfing pada hari Jumat tanggal 5 November.  Level kunci maupun resistance pada saat ini adalah 78.364, yang perlu ditembus secara signifikan sebelum memberikan tanda yang jelas mengenai pembalikan tren dolar AS.

Apabila dollar index dapat memecahkan resistance tersebut dan ditutupi diatas 78.364, kemungkinan indeks akan menuju ke level psikologisnya di 80 sedangkan mata uang utama terhadap dolar AS cenderung akan melemah lebih jauh.  Berlanjutnya rebound USD dari tekanannya, terutama atas Aussie dollar dan euro, tentunya juga akan membatasi kenaikan harga emas dan pada gilirannya memicu profit-taking.  Ini terbukti dari pergerakan harga emas Jumat kemarin, yang turun secara signifikan hingga ke bawah US$1,400/toz.

Kondisi teknikal pasar emas

Sekarang pertanyaan adalah: “Apakah uptrend emas masih akan dominan, atau terjadi konsolidasi dari penguatan signifikan sebelumnya?”  Dalam 5 hari perdagangan terakhir, the high to low daily trading range atau kisaran harga rata-rata sebesar US$31.85/toz.  Kisaran itu sungguh besar dan mengindikasikan bahwa pergerakan harga emas mulai tidak teratur.  Inipun menunjukkan emas berada dalam sebuah blow-off move atau level tertinggi telah tercapai untuk sementara waktu.  Maka investor perlu sadar kenaikan harga emas sejak penghujung kuartal kedua tahun ini rentan aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Setelah emas menguat dari US$1,326.70/toz pada 3 November ke US$1,424.10/toz di 9 November (lihat grafik diatas ini), gerak uptrend melambat dan harganya turun sampai US$1,359.70/toz Jumat lalu.  Level tersebut hampir sama dengan 23.6% fibonacci retracement yang terletak di US$1,361/toz.  Jika support pertama itu ditembus, emas kemungkinan akan melemah lebih lanjut ke support berikutnya di sekitar US$1,322/toz, yang merupakan 38.2% fibonacci retracement dan juga “pondasi” bagi “peluncuran” terakhir.

Kesimpulan

Logam mulia, seperti emas dan perak, telah memutuskan untuk beristirahat sejenak.  Kemungkinan besar konsolidasi ini akan berlangsung sebentar – setidaknya beberapa hari, barangkali beberapa pekan.  Tetapi tren dalam jangka panjang sama sekali tidak berubah.  Selama the Fed dan bank sentral lainnya berlomba-lomba untuk mendevaluasikan mata uang mereka, emas tetap akan menjadi primadona.  Goldman Sachs pun mempercayai hal tersebut dan baru merilis laporan mengenai emas yang mengatakan: “we expect that gold prices will continue to rise over the next 12 months to our $1,650/toz target as US monetary policy remains accommodative and US real interest rates remain low.”

Maka don’t worry be happy alias BUY ON WEAKNESS  adalah keputusan investasi yang paling bijaksana dalam jangka menengah-panjang.

Selamat berinvestasi di pasar emas dan semoga sukses selalu! 

Categories: Emas Tags:
  1. akif budiman
    November 16th, 2010 at 03:52 | #1

    sampai kapan emas turun?. kapan saat yang tepat beli emas

    • nico
      November 20th, 2010 at 04:59 | #2

      Dear pak Budiman,

      Silahkan baca artikel terakhir saya mengenai emas untuk target koreksi.

      Pada hari Senin tanggal 29 November akan saya posting artikel berikut saya mengenai emas dengan lebih banyak informasi tentang arah pergerakan harga kedepan.

      Rekomendasi saya untuk saat ini tetap sama yaitu BUY ON WEAKNESS karena tren dalam jangka panjang tetap naik. Saya sendiri pun masih beli terus pada saat pasar terkoreksi.

      Salam cuan

      Nico

  2. fery
    November 18th, 2010 at 05:38 | #3

    Dari uptrendlinenya sejak oktober 2008 di harga $680an,emas masih berada di jalur yang benar untuk terus naik&naik lagi..Memang sementara ini kemungkinan akan koreksi menuju uptrendlinenya lg di harga $1265(target sampai bulan ini).Sementara support minornya di $1335.
    Makin mantabbs aja analisanya pak Nico,hahahaaa..salam sejahtera buat keluarga.

    • nico
      November 20th, 2010 at 05:15 | #4

      Dear Fery,

      Saya juga selalu berharap bahwa Anda dapat meneruskan sukses Anda dalam berinvestasi di pasar berjangka! Menurut saya Anda seorang investor yang sudah menguasai ketiga hal yang diperlukan untuk berhasil yaitu pengendalian emosi, sistem yang dapat dihandalkan, maupun manajemen risiko yang mapan.

      Tolong juga sampaikan salam sejahteraku untuk keluarga Anda!

      Nico

  3. Adi Sucipto
    November 18th, 2010 at 12:33 | #5

    Nice anaylsis!
    Sepertinya Emas masih bisa naik lebih banyak,jadi untuk investasi emas secara fisik mungkin masih bisa menguntungkan.

    Better saving money for buying Gold then….

    • nico
      November 20th, 2010 at 05:18 | #6

      Dear pak Adi,

      Saya setuju banget dengan Anda!

      Sayapun masih membeli terus, terutama perak dalam bentuk fisik. Secara pribadi, saya berpendapat bahwa harga perak secara prosentual akan naik jauh lebih banyak dalam 5 tahun kedepan dibandingkan kenaikan harga emas.

      Tetapi emas tentunya juga masih sangat menjanjikan dan pantas menjadi sebagian dari portofolio Anda!

      Salam cuan

      Nico

  4. andika
    November 22nd, 2010 at 00:00 | #7

    pak nico mau tanya, idealnya perbandingan harga emas dan perak itu brapa banding brapa?

  5. fery
    November 23rd, 2010 at 09:26 | #8

    Beli emas/perak batangan dimn pak?? Yang buatan ANTAM oke gak??

    • nico
      November 30th, 2010 at 14:14 | #9

      Dear Fery,

      Kita memang dapat membeli emas secara langsung dari Antam, tetapi saya membeli perak dalam bentuk koin dari wakala nusantara. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat website-nya di http://www.wakalanusantara.com

      Salam sejahtera

      Nico

  6. December 5th, 2010 at 09:40 | #10

    Useful blog website, keep me personally through searching it, I am seriously interested to find out another recommendation of it.

  1. No trackbacks yet.