Home > Pasar Internasional > Mata uang Australia tetap menjanjikan

Mata uang Australia tetap menjanjikan

November 22nd, 2010 Leave a comment Go to comments

Pada awal bulan ini Aussie dollar melonjak hingga level tertinggi sejak diperdagangkan secara bebas untuk pertama kalinya pada 1983 silam ke 1.0182.  Penguatan tersebut dipengaruhi oleh hasil putusan FOMC the Fed AS yang mempertahankan suku bunga di level terendahnya saat ini dan melakukan kembali quantitative easing dengan membeli obligasi pemerintah senilai US$600 milyar sampai akhir kuartal kedua tahun 2011, atau sebesar US$75 milyar per bulan terhitung sejak November 2010 hingga Juni 2011.

Akselerasi penguatan AUD/USD juga dipengaruhi oleh putusan sidang bank sentral Australia yang secara mengejutkan menaikkan suku bunganya sebesar 0,25% sebagai upaya pengetatan moneter guna mengendalikan laju pertumbuhan ekonomi.  Kedua putusan bank sentral global itu memicu meningkatnya diferensiasi suku bunga antara Australia dan AS yang memberikan keunggulan komparatif untuk Australia.

Dengan kata lain, terus melebarnya perbedaan yield atau return antara aset-aset berdenominasi Aussie dollar dengan yang berdenominasi dolar AS memicu penguatan AUD/USD hingga menembus level paritas.  Bank sentral Australia sudah memulai siklus kenaikan suku bunganya, sementara di sisi lain bank sentral Amerika Serikat masih terus melonggarkan kebijakan moneternya.  Ini tentunya menguntungkan Aussie dollar, selain juga didukung oleh kinerja ekonomi dari ekspor komoditas – seperti emas yang sempat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah – sebagai salah satu pemasukan besar Australia.

Koreksi ternyata tidak terhindarkan

Setelah melejit lebih dari 25 persen dari level terendahnya bulan Mei di 0.8068, Aussie dollar akhirnya mengalami tekanan signifikan ke level terendahnya selama 2 pekan pada Selasa kemarin di 0.9726.  Mata uang negeri kangguru tersebut mulai terkoreksi cukup dalam sejak minggu kedua bulan ini karena maraknya pandangan bahwa kondisi pasar telah menyesuaikan sepenuhnya dengan kebijakan QE2 yang akan ditempuh the Fed dan posisi dolar AS yang sangat oversold atau jenuh jual.

Seperti dapat Anda lihat pada grafik harian diatas ini, dollar index berhasil menguat selama dua minggu terakhir setelah terperosok ke level terendahnya tahun ini di 75.631.  Support saat ini terletak pada level 78.364, yang sebelumnya merupakan resistance, sedangkan level tahanan berada di 80.085 (yang sebelumnya berlaku sebagai support).  Apabila dollar index bertahan diatas 78.364, indeks tersebut kemungkinan akan berlanjut menguat ke resistance terdekat di sekitar 80.

Aussie juga mendapat tekanan karena risk aversion menjadi tema perdagangan minggu kemarin.  Adapun tiga hal yang menyebabkan investor mengurangi aset berisiko dalam portofolio mereka:

1)  Masih adanya kekhawatiran terhadap krisis hutang di sejumlah wilayah zona Eropa menekan euro dan mata uang ber-yield tinggi lainnya, termasuk Aussie dollar

2)  Rilis data ekonomi Cina menunjukkan peningkatan inflasi ke level tertingginya selama 25 tahun, sehingga mengarahkan pandangan pasar terhadap potensi kelanjutan kenaikan suku bunga Cina;

3)  Yield obligasi pemerintah AS yang berdurasi 10 tahun meningkat ke level tertingginya selama 3 bulan di 2,95%, dan memberikan daya tarik tersendiri terhadap US dollar ditengah laju rebound belakangan ini.

Ketiga alasan itulah memicu aksi profit-taking dari aset-aset dengan risiko maupun yield yang tinggi seperti AUD, komoditas maupun saham, dan mendukung permintaan terhadap aset-aset dengan risiko rendah dan dolar AS yang selama ini masih dianggap sebagai “safe haven”.  Tetapi menurut penghematan saya, status dolar AS tersebut hanya sebuah kekeliruan besar saja, sebab dalam jangka panjang US dollar tetap akan menuju ke nilai intrinsiknya yaitu nol.  Atau … seperti saya sering mengatakan sambil bergurau, dolar AS paling akan menjadi kertas WC ataupun dekorasi dinding.  Itulah nasih yang dialami oleh semua mata uang dalam sejarah, dan saya rasa dolar AS tidak akan menjadi suatu pengecualian. 

 Kondisi teknikal AUD/USD

 

 

Grafik harian diatas ini menunjukkan bahwa sebetulnya tidak ada banyak perubahan dibandingkan bulan yang lalu.

 Aussie dollar memang dapat memecahkan resistance awal bulan ini, tetapi pada akhirnya turun dibawah level paritas terhadap dolar AS dan kembali memasuki kisaran sebelumnya.  Untuk sementara waktu AUD/USD kemungkinan akan berkonsolidasi lebih lanjut antara 0.9649 dan 1.0003, yang masing-masing berfungsi sebagai support dan resistance.  Oleh karena itu, BUY ON WEAKNESS  di sekitar 0.97 dengan stop loss di bawah support-nya merupakan keputusan investasi yang paling bijaksana.

 Aussie adalah mata uang favorit investor

Dalam jangka panjang investor cenderung masih akan mengalihkan dananya pada mata uang berimbal hasil tinggi seperti Aussie dollar, yang terdukung oleh tingkat suku bunga yang paling tinggi diantara negara-negara maju dunia.  Bahkan Ric Battellino, wakil gubernur RBA (Reserve Bank of Australia), memberikan pandangan yang optimis untuk kondisi ekonomi Kamis kemarin.  Ini justru mengindikasikan bahwa monetary tightening atau potensi kenaikan suku bunga masih berpeluang berlanjut sampai akhir tahun 2011.

Pendukung utama akselerasi AUD/USD lainnya adalah permintaan dari Asia untuk bijih besi dan batu bara, dua produk ekspor terbesar Australia, yang sangat membantu pertumbuhan ekonominya.  Juga fundamental ekonomi kokoh seperti hutang pemerintah yang rendah maupun tingkat pengangguran di bawah 5,5%, masih akan membuat investor tertarik kepada Aussie dollar di masa yang akan datang.

Selamat berinvestasi di pasar mata uang asing dan semoga sukses selalu! 

Categories: Pasar Internasional Tags:
  1. December 3rd, 2010 at 17:14 | #1

    Aku hanya menambahkan feed Anda ke favorit saya. Saya sangat menikmati membaca posting Anda.

    • nico
      December 5th, 2010 at 05:06 | #2

      Thanks for the nice comments Mr. atau Ms. Global Forex Trading!

      Wish you all the best and lots of profits of course…

      Nico

  1. No trackbacks yet.