Home > Pasar Internasional > Is a SANTA CLAUS RALLY coming?

Is a SANTA CLAUS RALLY coming?

November 29th, 2010 Leave a comment Go to comments

Apa artinya dan mengapa ada Santa Claus rally?

Santa Claus rally merupakan suatu kenaikan dalam harga saham selama bulan Desember, yang pada umumnya terlihat di pekan terakhir perdagangan sebelum Tahun Baru.  Santa Claus rally juga dikenal sebagai the “December Effect”

Rally tersebut biasanya berhubungan dengan antisipasi dari January effect, dimana investor menanamkan dana tambahan kedalam pasar modal.  Dan … karena banyak sekali investor sedang bersukacita disekitar liburan Natal dan Tahun Baru, maka lebih banyak orang cenderung membeli daripada menjual saham!

Sejak Perang Dunia II, Dow Jones rata-rata menguat 9,15% dari level terendahnya di bulan November atau Desember ke level tertingginya pada Desember atau Januari.  Bahkan selama bear market berlangsung dari tahun 2000 sampai 2002 sekalipun (lihat grafik diatas ini), bursa saham AS berhasil naik di setiap penghujung tahun.

 

Apakah Santa Claus akan memberikan banyak hadiah tahun ini? 

Saya secara pribadi berpendapat bahwa kemungkinan besar Santa Claus rally akan kembali terjadi tahun ini, dan bursa saham AS mampu mencetak level tertinggi baru diatas 11,258.  Adapun beberapa alasan yang dapat mendukung rally tersebut:

1)      QUANTITATIVE EASING lanjutan dari the Fed, yang merupakan sebuah program dari bank sentral AS untuk mendongkrak ekonomi dengan mencetak uang sebanyak US$600 milyar, akan menyebabkan arus investasi global keluar dari aset-aset yang berdenominasi dolar AS dan beralih menuju ke aset-aset dengan yield lebih tinggi.  Khususnya pasar modal maupun obligasi Asia menjadi tujuan peralihan aset tersebut, karena dinilai ekonomi serta asset yield mereka jauh lebih baik dari negara-negara maju yang ekonominya sedang tertekan.

Selain itu pengumuman dari the Fed, yang mengizinkan bank yang telah mengembalikan TARP funds memberi indikasi bursa saham AS adalah sasaran dari bank sentral dalam upayanya mendorong perekonomian lebih lanjut.

2)      Suku BUNGA yang RENDAH mematahkan semangat orang untuk menyimpan uang, dan justru merangsang mereka untuk berspekulasi di pasar keuangan.  Oleh karena itu, saham terlihat lebih menarik dibandingkan deposito maupun obligasi.  Pada akhirnya suku bunga yang rendah juga memberikan kesempatan kepada perusahaan (yang tercatat di bursa) meminjam uang untuk mengembangkan usahanya, mengakuisisi pesaingnya dan membiayai kembali hutang lama.

3)      Setelah partai REPUBLIKEN menguasai House of Representatives lagi kemungkinan besar Kongres akan memperpanjang semua Bush tax cuts tanpa terlalu banyak hambatan, dan Presiden Obama tidak akan menolaknya.  Pemotongan pajak tersebut tentunya ditujukkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi maupun bursa saham.    

4)      Membaiknya DATA EKONOMI, seperti jobless claims yang baru saja mencapai level terendah dalam kurun lebih dari 2 tahun terakhir ditambah naiknya pengeluaran konsumen yang menguat secara beruntun dalam 4 bulan berturut, menguatkan optimism bahwa ekonomi Amerika semakin membaik.  Hal tersebut meningkatkan keyakinan bahwa masyarakat akan lebih bergairah dalam berbelanja menjelang hari tradisional Jumat setelah Thanksgiving atau yang biasa disebut dengan istilah “Black Friday”.  Fenomena itu merupakan momen penting bagi para peritel sebagai penanda awal dari musim belanja akhir tahun hingga Natal dan Tahun Baru 2011.  Apabila penjualan pada bulan Desember memuaskan, bursa saham AS kemungkinan masih akan melanjutkan kenaikannya dipicu oleh meningkatnya pendapatan perusahaan dalam kuartal keempat. 

5)      Seandainya DOLAR AS – yang pada saat ini memang menguat secara signifikan terhadap mata uang utama lainnya – berbalik arah dan melemah lagi selama beberapa bulan kedepan, pelaku pasar akan memanfaatkannya kembali sebagai sebuah funding currency untuk membeli saham.

 

Kemanakah Dow Jones?

Menurut Elliot Wave Theory, wave 4 sedang dibentuk setelah level tertinggi tahun ini di 11,258 tidak dapat dipecahkan pada waktu wave 3 mencapai puncaknya (lihat grafik dibawah ini).  Setelah koreksi tersebut selesai, baru Dow Jones bisa melanjutkan penguatannya (wave 5) dan menuju ke sekitar 12,000 pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Berdasarkan grafik harian, indeks saham AS kemungkinan hanya akan melemah sampai sekitar 10,870, yang merupakan 38.2% fibonacci retracement.  Ini menunjukkan bahwa koreksi pada dasarnya sangat terbatas dan pasar hanya berkonsolidasi untuk sesaat sebelum mencetak level tertinggi yang baru untuk tahun ini.

Meskipun demikian, saya tetap ingin memperingati investor bahwa dalam 41 dari 50 tahun terakhir puncak dari Santa Claus rally terjadi pada bulan Januari, dan 7 dari 9 puncak di bulan Desember tercapai selama tiga hari perdagangan terakhir.  Jadi jangan lupa untuk mengambil untung setidaknya 50% paling lambat bulan Januari 2011, agar dapat mempertahankan sebagian dari keuntungan yang telah diperoleh!

 
Samurai Jepang tajam lagi  

 

Nikkei pada hari Kamis 18 November berhasil

ditutup di atas level 10,000 untuk pertama

kalinya sejak akhir Juni, menyusul surutnya

kekhawatiran tentang penguatan yen sehingga mendorong kembali minat investor asing untuk berburu saham-saham blue chips Jepang.  Kedepan perkembangan nilai tukar yen terhadap dolar AS masih akan menjadi faktor utama penggerak bursa saham Jepang, dimana jika rebound dolar AS terus berlanjut maka akan mendukung tren bullish Nikkei.

 

 

Kondisi teknikal cukup cerah setelah Nikkei naik di atas resistance level MA-200 untuk pertama kalinya sejak bulan Mei.  Seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, target Nikkei berikutnya adalah 61.8% fibonacci retracement dari koreksinya sejak April-September di sekitar 10,410.  Kemudian dilanjutkan dengan target dari formasi inverse head and shoulders yang terletak di 10,555.
 
Nikkei, yang menguat lebih dari 7% pada bulan November berkat permintaan investor luar negeri untuk saham Jepang termasuk aksi short-covering, kemungkinan akan meningkat lebih lanjut menjelang akhir tahun meskipun beberapa tanda mengindikasikan pasar sudah overbought.  Sebagai catatan saja, Nikkei naik 12,9% pada bulan Desember 2009 dan bahkan naik 4,1% pada bulan Desember 2008, hanya beberapa bulan setelah pasar keuangan global bergolak oleh kebangkrutan Lehman Brothers.

 

 

 

Bursa saham negeri ginseng masih perkasa

 

Meskipun Korea Utara pada hari Selasa tanggal 23 November menembakkan puluhan artileri ke sebuah pulau di perbatasan Korea Selatan, investor nampaknya menanggapi dingin dampak dari ketegangan di Semenanjung Korea.  Grafik bulanan dibawah ini dengan jelas memperlihatkan bahwa indeks Kospi makin mendekati all-time high di sekitar 263, yang juga merupakan target untuk sebulan kedepan.

 

 
Net foreign buying atau pembelian bersih saham Korea oleh investor asing di bulan November telah mencapai hampir 2 trilyun won.  Investor asing juga berlaku sebagai net buyers di bulan September dan Oktober.  Dukungan pasar pun datang dari saham teknologi dengan saham Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar dunia sekaligus sebagai saham terbesar pada indeks Kospi, yang berlanjut menguat oleh harapan meningkatnya penjualan selama liburan musim belanja di AS.

 

Pada masa lalu konflik antara Korsel dan Korut biasanya menawarkan peluang yang bagus untuk membeli saham pada harga yang lebih murah.  Oleh karena itu, Kospi kemungkinan akan melanjutkan uptrend beberapa pekan kedepan seiring dengan kuatnya aksi beli dari investor asing atas likuiditas yang masih melimpah di sistem keuangan global.

 

 

Naga terpukul, tetapi belum KO

 

Bursa saham Hong Kong mulai terkoreksi setelah indeks harga konsumen Cina dirilis naik 4,4% pada bulan Oktober dari tahun sebelumnya.  Kenaikan tersebut jauh diatas rata-rata estimasi pakar ekonom sebesar 4%, dan juga merupakan tingkat inflasi yang paling tinggi selama 25 bulan terakhir.

 

Untuk meredam laju inflasi, Cina telah menaikkan rasio kecukupan modal untuk bank sebanyak 5 kali tahun ini.  Namun, tingkat suku bunganya hanya dinaikkan sekali saja jadi spekulasi tetap akan meningkat seputar kemungkinan berlanjutnya kenaikan suku bunga.

 

Selain itu, quantitative easing di AS – melalui pembelian obligasi pemerintah oleh the Fed – akan mendorong Cina untuk melakukan quantitative tightening guna mencegah membanjirnya likuiditas ke negeri Tirai Bambu tersebut.  Maka kenaikan cadangan modal bank dan kuota pinjaman nampaknya masih akan menjadi topik hangat untuk beberapa bulan kedepan.

 

Pertanyaan sekarang adalah: “Apakah kenaikan suku bunga perlu dikhawatirkan dan akan menahan penguatan indeks Hang Seng sampai akhir tahun ini?”  Jawaban yang singkat adalah tidak, karena real interest rate yang masih negative maupun pendinginan pasar properti di Cina dan Hong Kong akan mengalihkan investasi yang dilakukan para investor dari real estate dan obligasi kedalam bursa saham sebagai sebuah alternatif untuk memperoleh capital gains.  Selanjutnya juga tersedia likuiditas domestik yang berlimpah dalam bentuk deposito senilai US$4.5 trilyun, yang dapat mendorong harga saham naik.

Indeks Hang Seng telah jatuh lebih dari 8 persen sejak mencapai level tertinggi dalam 29 bulan awal bulan November di 24,988.  Apabila terkoreksi lebih lanjut, perhatikan support di 22,690 dan 21,980, yang masing-masing merupakan 38.2% dan 50% fibonacci retracement pada grafik harian.

Namun saham diperkirakan akan kembali melanjutkan penguatannya dalam jangka menengah seiring prospek maupun hasil earnings yang cerah, dan ditopang kuatnya pertumbuhan ekonomi Cina.  Untuk itu 61.8% fibonacci retracement dari gerakan antara 31,958 dan 10,676, yang berada di 23,828 (lihat grafik diatas ini), perlu dipecahkan secara signifikan sebelum bursa Hong Kong dapat melaju lagi ke resistance berikutnya di 26,387.

Selamat berinvestasi di indeks saham

dan semoga Santa Claus memberikan

banyak hadiah untuk Anda tahun ini!

Categories: Pasar Internasional Tags:
  1. tukiwul
    November 29th, 2010 at 08:38 | #1

    terima kasih informasinya pak Nico…
    keep posting pak

  2. Tomy
    November 29th, 2010 at 10:42 | #2

    Dear Pak Niko,

    Bagaimana dg IHSG ? cukup menarik anda memaparkan dari indeks2 di luar.
    apakah trend-nya akan sama dg Nikkei, KOSPI, dsb ?
    karena koreksi yg terjadi selalu menjadi kesempatan untuk buy ?
    benarkah demikian ?

    • nico
      November 30th, 2010 at 14:12 | #3

      Dear pak Tomy,

      Pada umumnya IHSG mengikuti pergerakan bursa saham AS dan bursa saham regional, jadi saya memperkirakan sekarang pun akan demikian.

      Apabila Dow Jones berhasil rebound dan mengalami Santa Claus rally selama bulan Desember, IHSG kemungkinan akan mendekati level tertingginya tahun ini atau bahkan melampauinya.

      Sukses selalu untuk Anda!

      Nico

  1. No trackbacks yet.