Archive

Archive for November, 2010

Kemanakah Dow Jones menjelang dan sesudah QE2?

November 1st, 2010 18 comments

Bersamaan dengan apresiasi harga berbagai komoditas, bursa saham melonjak setiap kali dolar AS berada dibawah tekanan. Alasan untuknya adalah bahwa pelaku pasar memandang dolar AS yang lemah sebagai sebuah isyarat penegasan bahwa QE2 akan segera diluncurkan.

Investor merasa yakin the Fed atau bank sentral di AS akan mengumumkan ronde berikutnya dari program quantitative easing pada 3 November mendatang. Mereka berpendapat jumlahnya akan berkisar antara US$100 billion dan US$1.5 trillion. Dengan kata lain, sebuah angka besar. Jadi logikanya adalah bahwa pelonggaran moneter tambahan oleh the Fed merupakan kabar yang baik untuk harga saham dan komoditas.

Tetapi … kini pertanyaannya adalah seberapa jauh ekspektasi US monetary easing sudah diantisipasi? Itulah yang kerap dibicarakan belakangan ini di kalangan investor maupun spekulator sekaligus. Perlu selalu diingat: pasar keuangan mendiskonto masa yang akan datang, jadi probabilitas memang cukup besar bahwa, ketika QE2 menjadi sebuah kenyataan, dolar AS pada akhirnya malahan berhasil menguat dan bursa saham AS anjlok!

Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan “Buy on rumours, sell on news”. Saya agak khawatir bahwa semua orang telah membeli rumornya, dan sekarang justru waktunya untuk menjual.

Dolar AS misalnya, setelah terdepresiasi hampir 9% dalam 7 pekan terhadap mata uang utama, berada dekat support kuat dalam 3 tahun terakhir. Oleh karena itu, jangan heran apabila dolar AS mengalami rebound dari penurunan tajamnya, dan dengan demikian menahan penguatan bursa saham AS untuk sementara waktu (lihat grafik dibawah ini).


Technical outlook

Grafik dibawah ini menunjukkan bahwa indeks saham AS atau Dow Jones pada saat ini sedang membentuk wave 3, yang kemungkinan akan segera ataupun sudah berakhir beberapa hari yang lalu.  Menurut Elliott Wave Theory, seharusnya terjadi koreksi (wave 4) apabila level tertinggi tahun ini di 10,258 tidak dapat dipecahkan dalam waktu dekat.  Setelah koreksi tersebut selesai, baru Dow Jones bisa melanjutkan penguatannya (wave 5) dan menuju ke sekitar 12,000 pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.


Sekarang Anda mungkin bertanya apakah koreksi kedepan akan besar atau terbatas, bukankah begitu?  Berdasarkan grafik harian dibawah ini, indeks kemungkinan hanya akan melemah sampai kisaran antara sekitar 10,600 dan 10,750, yang masing-masing merupakan 38.2% dan 50% fibonacci retracement.

Jadi koreksi ini sebetulnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, dan sangat dibutuhkan agar bisa membuat sebuah fondasi yang kuat untuk “peluncuran” berikutnya.


Pada dasarnya bull market masih berlangsung terus ditopang pencetakan uang oleh the Fed.  Selain itu, Dow Jones juga memperoleh dukungan dari siklus presidensial dimana kebanyakan dari tahun ketiga (sampai Juni tahun depan) biasanya periode yang menyenangkan untuk saham dengan kenaikan rata-rata sebesar 20%.

Dampak terhadap bursa regional

Jika Dow Jones turun dalam 2-3 pekan kedepan, tentunya bursa saham di Asia pun kemungkinan besar akan rentan koreksi.  Namun penurunan dalam indeks Nikkei, Kospi dan Hang Seng cenderung akan terbatas dan tertahan masing-masing di kisaran antara 8800 dan 9150, 233.50 dan 239.40, maupun 21700 dan 22530.

Selamat berinvestasi di indeks saham dan semoga transaksi Anda menguntungkan!

Categories: Pasar Internasional Tags: