Archive

Archive for December, 2010

Waspadai koreksi indeks saham AS pada awal tahun depan

December 20th, 2010 5 comments

Sebagai lanjutan dari artikel yang berjudul “Is a SANTA CLAUS RALLY coming?”, saya ingin membahas apa yang kemungkinan akan terjadi awal tahun 2011.  Seperti kita ketahui, pergerakan indeks saham AS pada 2010 cenderung menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi dimana Dow Jones naik dan turun terus antara 9,500 dan 11,500.  Hal tersebut diperkirakan akan berlanjut tahun depan, jadi investor sebaiknya menerapkan swing trading dengan memanfaatkan setiap penurunan untuk buy on weakness dan setiap kenaikan untuk sell on strength.

Berbagai indikator teknikal maupun sentiment surveys kini mengindikasikan bahwa kita perlu lebih berhati-hati beberapa pekan kedepan.  Dalam laporan ini, saya akan memberikan 4 alasan mengapa investor harus meningkatkan kewaspadaan terhadap suatu koreksi di bursa saham.

Tetapi dalam jangka pendek (sampai dengan akhir tahun ini), faktor musiman cenderung masih akan mendukung penguatan Dow Jones.  Apalagi kita makin mendekati 5 hari perdagangan terakhir yang pada umumnya menghasilkan sebuah Santa Claus rally.  Maka koreksi yang relatif besar – antara 5% dan 10% – barangkali baru akan menimpa indeks saham pada bulan Januari atau paling telat Februari.

Berikut inilah faktor yang perlu diperhatikan dengan seksama, agar Anda siap dalam menghadapi pelemahan bursa yang mendadak:

1)      Dibawah ini Anda dapat melihat the ISEE index, yang merupakan sebuah sentiment indicator yang mirip dengan suatu put/call ratio.  Ketika indeks itu berada di atas 150, pelaku pasar terlalu optimis.  Sekarang the ISEE index telah menuju ke level tertingginya sejak 2005, atau paling bullish selama lebih dari 5 tahun.

Supaya lebih mudah untuk mempelajari reaksi pasar terhadap pergerakan the ISEE Index Chart, grafik harian dari S&P 500 ditampilkan di bawahnya.  Dengan demikian jelas sekali bahwa Anda bisa memperoleh banyak keuntungan apabila menjual saham pada saat indikator ini menuju ke level yang sangat tinggi, dan membelinya kembali pada waktu the ISEE index berada di bawah 100.

2)      The Investors Intelligence Advisors Sentiment Survey bull-bear spread pun mendekati daerah bahaya belakangan ini.  Secara sederhana, the bull bear spread adalah persentase dari penasihat keuangan yang bullish dikurangi persentase dari penasihat keuangan yang bearish.

Seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, terakhir kali spread lebih dari 40 di bulan Oktober 2007, bursa saham anjlok sebesar 58% dalam 17 bulan.  Namun koreksi tidak selalu sedalam itu pada waktu spread +40%.  Sebagai contohnya, awal 2003, 2004 maupun 2005, bursa hanya melemah antara 5% dan 9%.  Jadi kita berharap saja koreksi yang akan datang juga dalam batasan yang wajar.

3)      The VIX atau the Chicago Board Options Exchange (CBOE) Volatility Index, yang juga sering disebut sebagai the “investor fear gauge” (ukuran dari ketakutan investor), mengukur ekspektasi pasar untuk volatilitas selama 30 hari kedepan di S&P 500.  Pada bulan ini indeks tersebut dengan cepat menurun ke 17, suatu tanda bahwa investor merasa makin puas dengan pemulihan ekonomi dan tidak terlalu banyak mengkhawatirkan portofolio mereka.

Seperti dapat Anda lihat pada grafik diatas ini, mayoritas dari panic selling dalam 3 tahun terakhir ini disertai dengan kondisi yang persis sama.  Maka sekarang mungkin waktu yang tepat untuk mengurangi keagresian dalam berinvestasi secara pelan-pelan.

4)      Akhir-akhir ini pasar secara internal mulai melemah.  Ini ditunjukkan oleh jumlah saham yang berhasil mencetak level tertinggi yang baru.  Grafik dibawah ini dengan jelas membuktikan bahwa jumlah net new highs (atau new highs – new lows) kini lebih sedikit dibandingkan awal bulan November.

Meskipun hal tersebut tidak serta merta akan menyebabkan keruntuhan pasar, peringatan ini sebaiknya tidak diabaikan.  Kita tinggal bertanya saja: “Apakah pasar dalam kondisi yang sehat apabila makin banyak saham tidak mampu lagi untuk mencapai level yang lebih tinggi?”

Kondisi teknikal indeks saham AS

Setelah wave 4 selesai terbentuk, wave 5 sedang berjalan dan Dow Jones melanjutkan penguatannya (lihat grafik dibawah ini). Kemungkinan wave 5 akan menuju ke sekitar 12,000 pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Meskipun demikian, saya tetap ingin memperingati investor sekali lagi bahwa dalam 41 dari 50 tahun terakhir puncak dari Santa Claus rally terjadi pada bulan Januari, dan 7 dari 9 puncak di bulan Desember tercapai selama tiga hari perdagangan terakhir.  Jadi jangan lupa untuk mengambil untung setidaknya 50% paling lambat bulan Januari 2011, agar dapat mempertahankan sebagian dari keuntungan yang telah diperoleh!

Apakah sejarah akan terulang?

Salah satu masalah yang paling mencemaskan di bursa saham pada saat ini adalah bahwa kita pada dasarnya mengulangi pola yang terbentuk dari 1937 hingga 1942.  Selama tahun 1930an dan 1940an, perekonomian maupun bursa mengalami sebuah pelemahan dan pemulihan yang sama sebelum pasar pada akhirnya terjun bebas lagi (lihat grafik dibawah ini).

Apabila kita membandingkan kondisi pasar pada saat itu dengan pergerakan bursa saham dari 2008 sampai sekarang, sebuah kemiripan yang menakutkan muncul.  Dalam kedua situasi tersebut, bursa saham AS turun dalam sekali dan berhasil rebound … dengan ukuran yang hampir sama!

Sekarang pertanyaan adalah: “Apakah kita akan kembali menyaksikan kejatuhan pasar seperti 70 tahun yang lalu?”  Dengan sekian banyak masalah yang belum terpecahkan dan ketidakpastian yang masih tinggi, tentunya skenario tersebut bisa terwujud.  Jadi kita melihat bersama-sama saja apa yang akan terjadi di masa datang dan … hanya dapat berharap kondisi yang mengerikan itu tidak terulang.

Kesimpulan

Apa yang perlu dilakukan dalam situasi yang serba sulit ini?  Di satu sisi kita melihat begitu banyak indikator teknikal maupun sentiment surveys yang menunjukkan pasar dalam bahaya, tetapi di sisi lain bursa saham tetap saja naik terus seolah-olah tidak ada masalah apapun.

Meskipun saya berpendapat indeks saham AS menuju ke puncaknya (dalam jangka pendek) rallies seperti ini, yang sama sekali tidak peduli dengan berita jelek, kadang-kadang bertahan lebih lama dan mencapai level yang lebih tinggi daripada kita menduga.  Oleh karena itu kita sebaiknya tetap bersikap bullish sambil mengamati pergerakan pasar dengan seksama agar sinyal reversal atau pembalikan terdeteksi sedini mungkin.

Lalu jangan lupa juga untuk memperketat stop loss untuk posisi terbuka Anda, dan persiapkan dana untuk membeli lagi pada saat pasar terkoreksi secara signifikan.

Selamat berinvestasi di bursa saham AS maupun Asia, dan semoga sukses selalu!

Categories: Pasar Internasional Tags:

PRESENTASI KABAR PASAR PAGI – TV ONE (20-12-2010)

December 19th, 2010 No comments

1. PERGERAKAN HARGA SAHAM 4 HARI TERAKHIR

2. PREDIKSI IHSG

IHSG hari ini diprediksi bergerak antara

SUPPORT      : 3570 (S2 di 3530)

RESISTANCE  : 3629 (R2 di 3665)

3. FAKTOR PENGGERAK SAHAM (3 FAKTOR UTAMA)

A.  Level kunci di IHSG adalah 3530!

B.   Akumulasi beli saham yang masih murah

C.  Berbagai saham second-liners menarik

4. 5 SAHAM REKOMENDASI PERDAGANGAN

Pusatkan perhatian pada perusahaan pilihan dengan:

■    pertumbuhan penjualan dan laba bersih;

■    dividend yield yang tinggi;

■    cash flow yang sehat.

1) PTBA

  1. Interim dividend sebesar Rp66,75/saham
  2. Menargetkan laba bersih 2011 sebesar Rp3 trilyun (atau lebih tinggi dari kemungkinan realisasi laba tahun ini sebesar Rp2 trilyun)
  3. Optimistis mampu memproduksi batu bara hingga 50 juta ton pada 2014
  4. Masih melanjutkan proses akuisisi beberapa perusahaan tambang batu bara
  5. Akan meningkatkan kapasitas tampung batu bara di pelabuhan Tarahan Lampung sebanyak 12,5 juta ton per tahun menjadi 25 juta ton per tahun
  6. Menggandeng China Investment Corporation (CIC)?
  7. Akan membangun tiga unit pembangkit listrik
  8. Memproyeksikan anggaran belanja modal 2011 sebesar Rp1,8 trilyun (sebagian untuk menuntaskan akuisisi 1 kuasa pertambangan dengan cadangan 135 juta ton)
  9. Pada 2016, PTBA membidik kapasitas produksi sebanyak 70 juta ton, yang didukung oleh 3 jaringan kereta api pengangkut batu bara milik Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), Adani Global, dan Kereta Api.

REKOMENDASI: BUY

TARGET HARGA: Rp24.800

2) GJTL

  1. Laba usaha 3Q10 naik 29,4%
  2. Beban bunga 3Q10 turun 32%
  3. Memperkirakan penjualan akan naik 20% tahun depan ke Rp11,42 trilyun
  4. Akan meningkatkan kapasitas produksi ban motor sebesar 62% (dari 65 ribu unit per hari menjadi 105 ribu unit per hari)
  5. Berencana meningkatkan kapasitas produksi ban radial dari 35-36 ribu unit per hari menjadi 45 ribu unit per hari atau naik 27%
  6. Telah menaikkan harga bannya dengan lebih dari 10% tahun ini
  7. Akan memulai produksi ban radial khusus untuk kendaraan besar, seperti bus dan truk di tahun 2011
  8. Hingga akhir tahun ini GJTL memprediksi kapasitas produksi ban bisa mencapai 28 juta unit, atau naik 4 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya
  9. ROE 2011F > 25%

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp3.100

3) PNLF

  1. Laba bersih 3Q10 naik 60%
  2. P/E 2010 < 8x
  3. Jumlah kepemilikan saham di PNBN 44,67% (atau 10,76 milyar saham)
  4. Laba bersih PNBN 3Q10 naik 80,6%
  5. PNBN pada tahun 2011 akan menambah 130 kantor cabang baru guna memperluas ekspansi usaha dan mengejar peringkat aset lima besar
  6. Panin Life (PNLF) sejak 14 Januari 2010 resmi berganti nama menjadi Panin Financial
  7. Akan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi bisnis, manajemen, dan administrasi
  8. Menargetkan pendapatan premi 2010 sebesar 1,24 trilyun atau naik 20% YoY

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp315

4) DILD

  1. Laba bersih 3Q10 naik 1.902%
  2. P/E 2011F < 10x
  3. Meluncurkan menara keempat pada proyek Regatta, dengan target penjualan sebesar Rp400 milyar
  4. Telah mendapatkan pinjaman dana senilai Rp130 milyar dari BBRI dan BBKP untuk membangun Hotel Whiz di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Jakarta
  5. Berencana memulai pembangunan terpadu dikawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan
  6. Telah menuntaskan akuisisi 3 lahan seluas 1597 ha di DKI Jakarta dan Banten senilai Rp1,7 trilyun
  7. Akan memasarkan proyek Graha Natura, perumahan baru dikawasan Surabaya Barat pada awal 2011 dengan nilai investasi tahap pertama sebesar Rp160 milyar
  8. Sedang mengerjakan pengembangan gedung perkantoran strata title dari Intiland Tower Surabaya
  9. Proyek Ngoro Industrial Park (NIP) seluas 225 ha telah memasuki tahap II dan kini sedang dalam pengerjaan infrastruktur serta diharapkan selesai pada 2011

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp830

5) ASRI

  1. Pendapatan pada 2011 diperkirakan Rp1,5 trilyun (atau jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan tahun 2010 sebesar Rp800 milyar)
  2. Tengah membangun mal ‘The Living World’
  3. Akan membangun 6 menara apartemen
  4. P/E 2011F < 12x
  5. Kas dan setara kas Rp589 milyar per 1H10
  6. Menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp1 trilyun untuk 3 tahun kedepan
  7. Segera merealisasikan pembangunan megaproyek superblok
  8. Berencana membangun gedung perkantoran setinggi 8 lantai
  9. Akan melanjutkan penambahan lahan di Pasar Kemis, Tangerang dari 579,9 ha menjadi seluas 1.000 ha
  10. Rencana akan dibukanya tol JORR 2 Alam Sutera-Bandara berpotensi akan meningkatkan harga jual tanah ASRI
  11. Menggandeng Accor International untuk mengelola Grand Mercure
  12. P/BV masih relatif rendah
  13. Akan membangun universitas yang diperkirakan akan dibuka pada 2013
  14. Berencana membeli lahan seluas 15-20 ha di kawasan Sanur, Bali senilai Rp750 milyar hingga 1 trilyun untuk membangun exhibition hall
  15. Investor asing menyuntik dana segar?
  16. Harga tanah diperkirakan naik >20% pada tahun 2011
  17. ROE 2011F > 15%

REKOMENDASI: BUY

TARGET HARGA: Rp360

Nico Omer Jonckheere

Vice President, Research & Analysis

Categories: Rekomendasi Saham Tags:

Is gold in a bubble?

December 13th, 2010 7 comments

Harga emas dunia mencatat penguatan hingga 26% sepanjang 2010 ini, yang merupakan kenaikan tahunan beruntung sepanjang 10 tahun terakhir.  Kenaikan tersebut tercatat sebagai penguatan beruntung terpanjang sejak era 1920-an.  Dalam 10 tahun terakhir, investor melakukan pembelian emas sebagai upaya membentengi aset mereka dari ketidakpastian kondisi ekonomi global dan prospek penurunan nilai tukar mata uang dunia.

Bahkan, selama dasawarsa terakhir ini, emas telah menjadi the best-performing asset class dari Januari 2001 sampai Desember 2010.  Oleh karena itu, sebagian orang kini berbicara mengenai sebuah bubble atau “gelembung” dalam pasar emas, dan membandingkannya dengan puncaknya pada tahun 1980 di US$850/toz.  Tetapi saya secara pribadi berpendapat bahwa, meskipun emas telah menguat lebih dari 5 kali lipat sejak level terendahnya pada tahun 1999 di sekitar US$250/toz, harganya sekarang masih jauh dari puncaknya.

Apa yang membuat saya berpikir begitu?  Mari kita lihat beberapa fakta menarik yang dapat mendukung asumsi tersebut:

1)      Bubble yang sesungguhnya adalah HUTANG PEMERINTAH, bukan emas.  Hutang pemerintah pada kenyataan sebuah bubble hebat yang belum pecah, dan bertumbuh makin besar selama 2 tahun terakhir karena hampir semua negara maju terpaksa meminjam secara terus-menerus untuk menutupi defisit mereka.

Sovereign debts atau hutang negara naik hampir 30% hanya dalam 2 tahun, dimana berbagai negara melipatgandakan tingkat hutang mereka dari 2007 hingga 2009 (menurut data dari Bank for International Settlements).  Sebagai akibatnya, kenaikan besar dalam hutang pemerintah belakangan ini berhasil ditandingi oleh kenaikan yang sama dalam harga emas.  Ketika pinjaman pemerintah meningkat setelah 2007, harga emas juga menguat dari sekitar US$700/toz ke US$1,300/toz lebih, dan dengan demikian hampir mengikuti kenaikan dalam hutang pemerintah dengan tepat (lihat gambar dibawah ini).

Jadi selama the Fed dan bank sentral dari negara G-20 tetap mempertahankan tingkat suku bunga mereka di level yang rendah dan pemerintah dari negara maju membanjiri pasar hutang secara terus-menerus dengan jumlah obligasi yang besar sekali, pasar emas tetap akan bullish.  Ketika bubble dalam hutang pemerintah pada akhirnya pecah, “kerusakan” terhadap dolar AS maupun beberapa mata uang utama lainnya – seperti euro, poundsterling, dan yen Jepang – kemungkinan akan fatal, dan emas menjadi safe haven tunggal dalam kondisi tersebut maupun harganya melejit ke atas.

2)      “Kita sedang mengalami sebuah CURRENCY WAR,” kata Menteri Keuangan dari Brazil Guido Mantega.  Agar dapat meningkatkan ekspor barang maupun jasa, banyak negara berusaha untuk melemahkan mata uang mereka sebanyak mungkin.  Berarti berbagai bank sentral sedang membanjiri dunia dengan “kertas murah” lewat pencetakan uang tanpa hentinya.  Oleh karena itu, benar-benar mudah untuk memahami mengapa harga emas makin tinggi dan akan tetap menguat lebih lanjut beberapa tahun kedepan.  Dengan kata lain: emas adalah satu-satunya “mata uang” yang tidak dapat dicetak seenaknya oleh bank sentral manapun.

Jadi walaupun emas berfungsi baik sebagai sebuah komoditas dan sebuah mata uang, logam mulia ini telah menjadi mata uang pilihan yang memperlihatkan dengan jelas ketidakpercayaan investor terhadap uang kertas.  Hal tersebut terbukti dengan grafik diatas ini, yang menunjukkan apresiasi harga emas dalam beberapa mata uang utama dunia dan sekaligus menggambarkan bahwa investor sedang mencari sebuah hedge untuk berjaga terhadap ketidakstabilan moneter.

Misalnya the U.S. dollar index, yang menghitung nilai dolar AS dalam 6 mata uang utama lainnya, belakangan ini membuktikan bahwa untuk setiap penurunan dalam indeks itu sebesar 1%, emas meningkat dengan 4,9%.  Seandainya perbandingan tersebut tidak banyak berubah kedepan dan dollar index kembali anjlok ke level terendahnya pada bulan Maret 2008 di 71.30 (atau turun 11% dari level sekarang), emas bisa menguat sekitar 54% ke US$2,080/toz.  Bahkan kalau kita memikirkan jangka panjang atau 5 sampai 10 tahun yang mendatang, dan mempercayai bahwa dolar AS dapat kehilangan setengah dari nilainya, emas mungkin saja meroket ke US$4,760/toz.

3)      Penguatan emas sebagai sebuah inflation hedge berkembang setelah ketua umum the Fed, Ben Bernanke, memberikan indikasi ke pasar akan melanjutkan pelonggaran kebijakan moneternya dengan quantitative easing jilid ketiga, dan bahkan nilai QE lanjutan tersebut bisa melampaui nilai QE2 beberapa waktu lalu senilai US$600 milyar.  Maka yang perlu diwaspadai untuk jangka panjang adalah bahwa emas masih berpotensi melanjutkan kenaikannya jika paket stimulus terus dilakukan karena longgarnya kebijakan moneter akan memicu naiknya INFLASI.

Meskipun harga emas baru saja menembus US$1,400/toz dan media masa selalu menyebutnya sebagai suatu “all-time high”, sebetulnya itu tidak mengenai sasaran atau mewakili kebenaran secara utuh.  Apabila kita menyesuaikan harganya untuk inflasi, rekor emas sebenarnya tercetak pada 21 Januari 1980 atau lebih dari 30 tahun yang lalu di sekitar US$2,400/toz.  Tetapi seandainya kita menggunakan real-world inflation numbers (daripada tingkat inflasi yang diberikan oleh pemerintah AS), harga emas kini seharusnya mencapai lebih dari US$6,000/toz.  Jadi emas pada dasarnya bisa menguat 5 kali dari harganya sekarang di sekitar US$1,380/toz dan tetap berada dalam parameter yang biasa (lihat grafik diatas ini).

Cara yang lain untuk menghitung target potensial menghasilkan angka yang hampir sama: emas menguat dari US$35/toz di tahun 1970 ke US$850/toz pada tahun 1980, atau naik 24,28 kali.  Bull market dalam emas yang sedang berlangsung sekarang dimulai pada tahun 2001 di US$255.95/toz; kalikan angka tersebut dengan 24,28 dan … Anda akan memperoleh harga emas sebesar US$6,214/toz!

4)      Akhirnya, gambar dibawah ini menunjukkan bahwa tahap yang “gila” dimana semua orang ingin memborong emas masih jauh didepan kita, dan kemungkinan besar baru akan dimulai ketika harga emas melebihi US$3,000/toz.  Memang pada saat ini kita mulai melihat media attention atau perhatian dari media meningkat, tetapi intensitas dari peliputan tersebut masih jauh dibawah popularitas yang diperolehnya pada akhir 1970an. 

Pada waktu itu, semua stasiun televisi menampilkan harga emas di samping indeks saham.  Sementara kini emas hanya dianggap sebagai pelengkap saja dan cenderung dipandang sebelah mata oleh investor.  Maka, sangat masuk akal jika Anda memanfaatkan setiap koreksi untuk menambah jumlah emas dalam portofolio Anda, sebelum Mania phase benar-benar berjalan.

Selamat berinvestasi dan semoga emas memberikan banyak berkah untuk Anda dan keluarga!

  

Categories: Emas Tags:

Apakah emas akan mencetak harga tertinggi baru pekan ini?

December 6th, 2010 6 comments

Sepanjang tahun 2010 ini, harga emas telah mengalami kenaikan lebih dari 20% ke level rekornya di US$1,424.10/toz, dan kemudian terkoreksi sekitar 6% hingga US$1,329.45/toz pada tanggal 16 November ditengah aksi sell-off aset-aset ber-yield tinggi.

Rilis data ekonomi Cina bulan lalu menunjukkan peningkatan inflasi ke level tertingginya selama 25 bulan, sehingga mengarahkan pandangan pasar terhadap prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut.  Inilah yang menghambat laju penguatan emas di pertengahan bulan November dan meningkatkan kekhawatiran prospek ekonomi Cina yang memburuk akan memicu reaksi di pasar komoditas, terlebih setelah laju kenaikan tajam beberapa waktu sebelumnya.

Namun harga emas pada akhirnya kembali terdukung oleh minat safe haven para investor setelah menyebarnya krisis hutang Irlandia ke negara Eropa lainnya, seperti Portugal dan Spanyol.  Selain itu, emas juga mendapat sokongan dari ketidakpastian geopolitik di semenanjung Korea.

Harga emas melanjutkan rebound selama 5 sesi berturut-turut hingga Jumat kemarin, dan ternyata berhasil menembus level psikologis di US$1,400/toz karena data ketenagakerjaan AS dirilis jauh di bawah perkiraan.  Oleh karena itu, dolar AS melemah lagi secara signifikan terhadap mata uang utama lainnya maupun mendukung kenaikan harga emas. 

 

Pembelian Cina melonjak

Impor emas oleh Cina bertambah hampir lima kali lipat dari 45 ton pada tahun 2009 ke 209 ton selama 10 bulan pertama tahun ini karena inflasi yang semakin tinggi meningkatkan daya tarik emas sebagai sebuah aset yang dapat mempertahankan nilainya.  Orang di Cina memang sangat membutuhkan suatu inflation hedge yang mapan ketika kebijakan moneter yang ketat dari pemerintahnya cenderung mengarahkan investor dari saham dan properti ke emas.

Permintaan dari Cina, yang pada saat ini merupakan pembeli emas terbesar kedua di dunia, telah mengubah pola musiman dalam pergerakan harga emas untuk investor dimana saja.  Bertepatan dengan musim festival dan kawin sesudah panen, permintaan India secara umum mencapai puncaknya pada awal bulan November dengan Diwali atau the Hindu “festival of lights”.  Sementara orang Cina membeli makin banyak emas sekitar Tahun Baru Cina (yang mulai pada 3 Februari di 2011).  Oleh karena itu, jangan heran apabila permintaan yang paling besar beberapa tahun terakhir ini sudah tergeser dari Diwali ke Xin Nián atau Chinese New Year. 

 

Setelah Cina meliberalisasi pasar emas domestiknya satu dasawarsa yang lalu, kenaikan kuartalan rata-rata selama Diwali lebih kecil daripada periode yang berakhir dengan China’s New Year dan Lantern Day festivals dua minggu kemudian (lihat tabel diatas ini).  Liberalisasi tersebut terwujud lewat pengakhiran dari pengendalian harga perhiasan di 2002, dan kemudian dengan pembukaan resmi dari Shanghai’s bullion trading exchange pada tahun 2005.

 

Kondisi teknikal emas

Seperti dapat Anda lihat pada grafik mingguan dibawah ini, harga emas pada dasarnya berkonsolidasi selama 8 pekan terakhir di kisaran antara US$1,322/toz dan US$1,400/toz.  Jika emas bisa bertahan di atas US$1,400/toz untuk sepekan kedepan, kemungkinan level tertinggi sepanjang sejarah di US$1,424.10/toz akan dipecahkan.

Target sampai akhir tahun ini adalah US$1,480/toz, yang merupakan perpanjangan dari pola rectangle, dan 161.8% fibonacci projection di sekitar US$1,515/toz.

Selamat berinvestasi di pasar emas dan semoga sukses selalu! 

Categories: Pasar Internasional Tags:

PRESENTASI KABAR PASAR PAGI – TV ONE (03-12-2010)

December 2nd, 2010 5 comments

                            

1. PERGERAKAN HARGA SAHAM 4 HARI TERAKHIR

2. PREDIKSI IHSG

      IHSG hari ini diprediksi bergerak antara

      SUPPORT      : 3665 (S2 di 3629)

      RESISTANCE  : 3733 (R2 di 3759)

3. FAKTOR PENGGERAK SAHAM (3 FAKTOR UTAMA)

      A.  Is a Santa Claus rally coming?

      B.   QE2 tetap akan mendukung bursa saham Asia

      C.  Perhatikan data ketenagakerjaan AS nanti malam 

4.  5 SAHAM REKOMENDASI PERDAGANGAN

      Pusatkan perhatian pada perusahaan pilihan dengan:

      ■    pertumbuhan penjualan dan laba bersih;

      ■    dividend yield yang tinggi;

      ■    cash flow yang sehat.

 

1)  PTBA

  1. Interim dividend sebesar Rp66,75/saham
  2. Menargetkan laba bersih 2011 sebesar Rp3 trilyun (atau lebih tinggi dari kemungkinan realisasi laba tahun ini sebesar Rp2 trilyun)
  3. Optimistis mampu memproduksi batu bara hingga 50 juta ton pada 2014
  4. Masih melanjutkan proses akuisisi beberapa perusahaan tambang batu bara
  5. Akan meningkatkan kapasitas tampung batu bara di pelabuhan Tarahan Lampung sebanyak 12,5 juta ton per tahun menjadi 25 juta ton per tahun
  6. Menggandeng China Investment Corporation (CIC)?
  7. Akan membangun tiga unit pembangkit listrik
  8. Memproyeksikan anggaran belanja modal 2011 sebesar Rp1,7 trilyun (sebagian untuk menuntaskan akuisisi 1 kuasa pertambangan dengan cadangan 135 juta ton)
  9. Pada 2016, PTBA membidik kapasitas produksi sebanyak 70 juta ton, yang didukung oleh 3 jaringan kereta api pengangkut batu bara milik Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), Adani Global, dan Kereta Api.        

 

REKOMENDASI: BUY ON WEAKNESS (< Rp21.000)

TARGET HARGA: Rp24.800

 

2)  LSIP

  1. Laba bersih 3Q10 naik 31,2%       
  2. Marjin usaha naik dari 30,5% ke 36,6%
  3. Sekitar 15% laba usaha LSIP dari karet
  4. Akan memperluas areal tanam maksimal 5.000 hektare tahun ini
  5. Produsen benih kelapa sawit terbaik di Indonesia     

REKOMENDASI: BUY ON WEAKNESS (< Rp12.000)

TARGET HARGA: Rp14.400

 

3)  CMNP

  1. Laba bersih 3Q10 naik 398%
  2. P/E ratio CMNP masih dibawah 5x
  3. BHIT telah melepas 15,76% saham dari CMNP (untuk tujuan penyesuaian portofolio)
  4. OPM 60% dan NPM 109%
  5. Pada 2011 mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp550 milyar
  6. Cash naik tajam 193% dari Rp74 milyar menjadi Rp217 milyar
  7. Membiayai proyek jalan tol Depok-Antasari yang mulai digarap awal 2011 dengan investasi awal Rp500 milyar
  8. Hutang hanya 0,47x modalnya
  9. Menandatangani kontrak kerjasama dengan Nusatel (penyedia jaringan fiber optik) di jalan tol Cawang-Tanjung Priok            

REKOMENDASI: STRONG BUY                 

TARGET HARGA: Rp2.200

 

4)  GJTL  

  1. Laba usaha 3Q10 naik 29,4%
  2. Beban bunga 3Q10 turun 32%
  3. Memperkirakan penjualan akan naik 20% tahun depan ke Rp11,42 trilyun
  4. Akan meningkatkan kapasitas produksi ban motor sebesar 62% (dari 65 ribu unit per hari menjadi 105 ribu unit per hari)
  5. Berencana meningkatkan kapasitas produksi ban radial dari 35-36 ribu unit per hari menjadi 45 ribu unit per hari atau naik 27%
  6. Telah menaikkan harga bannya dengan lebih dari 10% tahun ini
  7. Akan memulai produksi ban radial khusus untuk kendaraan besar, seperti bus dan truk di tahun 2011
  8. Hingga akhir tahun ini GJTL memprediksi kapasitas produksi ban bisa mencapai 28 juta unit, atau naik 4 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya
  9. ROE 2011F > 25%          

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp3.100

 

5ASRI

  1. Pendapatan pada 2011 diperkirakan Rp1,5 trilyun (atau jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan tahun 2010 sebesar Rp800 milyar)         
  2. Tengah membangun mal ‘The Living World’
  3. Akan membangun 6 menara apartemen
  4. P/E 2011F < 12x
  5. Kas dan setara kas Rp589 milyar per 1H10
  6. Menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp1 trilyun untuk 3 tahun kedepan
  7. Segera merealisasikan pembangunan megaproyek superblok
  8. Berencana membangun gedung perkantoran setinggi 8 lantai
  9. Akan melanjutkan penambahan lahan di Pasar Kemis, Tangerang dari 579,9 ha menjadi seluas 1.000 ha
  10. Rencana akan dibukanya tol JORR 2 Alam Sutera-Bandara berpotensi akan meningkatkan harga jual tanah ASRI
  11. Menggandeng Accor International untuk mengelola Grand Mercure
  12. P/BV masih relatif rendah
  13. Akan membangun universitas yang diperkirakan akan dibuka pada 2013
  14. Berencana membeli lahan seluas 15-20 ha di kawasan Sanur, Bali senilai Rp750 milyar hingga 1 trilyun untuk membangun exhibition hall
  15. Investor asing menyuntik dana segar?
  16. Harga tanah diperkirakan naik >20% pada tahun 2011
  17. ROE 2011F > 15%

REKOMENDASI: STRONG BUY 

TARGET HARGA: Rp360

Nico Omer Jonckheere

Vice President, Research & Analysis

Categories: Rekomendasi Saham Tags: