Archive

Archive for January, 2011

Emas: makin murah, makin menarik!

January 31st, 2011 4 comments

Setelah mencetak rekor tertinggi di US$1,430.95/toz pada tanggal 7 Desember yang lalu, harga emas dominan mengalami tekanan dan telah melemah sekitar US$100/toz sampai penutupan akhir bulan ini.  Emas turun ke posisi terendah dalam tiga bulan terakhir menyusul maraknya aksi ambil untung pelaku pasar yang ditingkahi kekhawatiran pada pengetatan moneter lebih lanjut dari Cina yang memicu koreksi pada harga-harga komoditas.

Sejak tahun 2000, harga emas pernah 4 kali bertahan diatas MA-50 (moving average selama 50 hari perdagangan terakhir) sepanjang lebih dari 100 hari perdagangan, termasuk kenaikan yang baru saja terhentikan pada tanggal 5 Januari setelah 105 hari perdagangan.

Tabel dibawah ini menunjukkan bagaimana pergerakan harga emas sesudah pemecahan MA-50.  Meskipun emas memang tidak mengalami penurunan signifikan yang lebih lanjut pada periode berikutnya, harga emas hanya terlihat membaik setelah beberapa bulan.

Tanggal pemecahan MA-50 Jumlah hari diatasnya 1 bulan 3 bulan 6 bulan
1 21/03/2008 148 -3,33% 1,68% 9,67%
2 01/07/2002 139 -2,16% -3,82% -1,88%
3 05/01/2011 105
4 22/12/2009 103 1,40% 2,12% 15,86%

Lalu mungkin cukup menarik juga apabila kita meneliti berapa hari berlalu antara penembusan MA-50 dan pencapaian kembali level tertingginya.  Tabel dibawah ini memperlihatkan bahwa pada tiga kejadian sebelumnya antara 5 hingga 18 bulan diperlukan.

Seandainya kita menambahkan lima bulan ke 7 Desember 2010, kita dapat berasumsi harga emas kemungkinan tidak akan mencetak sebuah rekor terbaru sebelum Mei 2011.

Tangal Pencatatan Level tertinggi Nilai Tanggal Pencapaian Level Terbaru Jumlah Hari
1 13/03/2008 995.30 07/09/2009 535
2 31/05/2002 326.55 12/12/2002 195
3 07/12/2010 1,430.95
4 02/12/2009 1,215.90 11/05/2010 160

Maka boleh disimpulkan emas diperkirakan akan mengalami konsolidasi selama kuartal pertama 2011 dari penguatannya tahun lalu.  Meskipun demikian ketidakpastian global yang meliputi kekhawatiran krisis Eropa dan juga program kelanjutan pembelian obligasi AS – yang lebih dikenal sebagai quantitative easing – dari the Fed, mendasari ekspektasi pasar terhadap potensi kelanjutan kenaikan harga emas pada tahun ini.

Sementara dalam jangka panjang, longgarnya kebijakan moneter dalam berbagai negara maju bisa memicu naiknya inflasi dan lemahnya mata uang utama terhadap emas.

Kapan waktu yang tepat untuk beli?

“Gold could rocket higher when it is widely accepted that it is the only real and trustworthy money, money that needs no counter-party and that gold is the only money that has no counter-party.

Gold is wealth on its own.  Every nation in the world can collapse and gold will still represent unquestioned and eternal wealth.”

-Richard Russell-

Berdasarkan grafik diatas, koreksi rata-rata dalam harga emas sejak 2001 adalah 12,8%.  Jadi dari level tertingginya di US$1,430.95/toz, sebuah koreksi sebesar 12,8% dapat menekan harga emas ke US$1,247.80/toz.

Namun, jika kita tidak memperhitungkan dua koreksi terkecil maupun terbesar, koreksi rata-rata malahan menjadi 8,74% … yang bisa menyebabkan pelemahan emas sampai US$1,305.90/toz.

Tetapi kalau Anda mempercayai, seperti saya sendiri, bahwa kita akan menyaksikan sebuah mania atau “kegilaan” pada suatu saat, kenaikan terbesarnya sama sekali belum terjadi.

Sebagai catatan, selama Mania Phase pada bull market terakhir, emas meroket 128,5% dari 8 Oktober 1979 hingga 21 Januari 1980.

Kondisi teknikal terkini

Perdagangan emas pekan lalu sangat fluktuatif dimana harganya bergerak dalam kisaran antara US$1,308.70/toz dan US$1,353.00/toz.  Seperti dapat Anda lihat pada grafik harian dibawah ini, emas telah mencatat penurunan 4 pekan berturut-turut – yang merupakan koreksi mingguan terlamanya dalam setahun terakhir – meskipun berhasil rebound pada hari Jumat lalu.

Kenaikan sebesar 2% tersebut berhubungan dengan kekhawatiran bahwa kerusuhan yang sedang berlangsung di Mesir akan menyebar ke seluruh Timur Tengah, sehingga investor cenderung memburu aset-aset yang lebih aman.

Baik RSI (Relative Strength Index) maupun MACD (Moving Average Convergence-Divergence) dalam grafik tersebut telah mencapai level yang relatif oversold, dan mengindikasikan emas mendekati level terendahnya.

Juga grafik berikut ini dengan Fibonacci retracements menunjukkan emas sudah memasuki BUYING ZONE pekan yang lalu, dimana investor dapat mencari titik beli antara US$1,261.59/toz dan US$1,326.26/toz, yang masing-masing merupakan Fibonacci retracement sebesar 61.8% dan 38.2% dari gerakan sebelumnya.

US$1,260 juga merupakan breakout level yang lama jadi apabila emas ditutupi dibawahnya, harganya bisa anjlok secara signifikan.  Akhirnya, koreksi baru dapat dianggap berakhir pada saat emas berhasil melampaui level tertinggi sebelumnya di US$1,430.95/toz.

Kesimpulan

“You have a choice between the natural stability of gold and the honesty and intelligence of the members of government.

And with all due respect to those gentlemen, I advise you, as long as the capitalist system lasts, vote for gold.”

-George Bernard Shaw-

Apakah emas bisa turun di bawah US$1,300/toz?  Apapun dapat terjadi, tetapi logam mulia ini sudah mulai dipandang murah belakangan ini oleh berbagai pelaku pasar.

Satu hal yang selalu perlu diingat adalah bahwa secara fundamental tidak banyak yang berubah.  Dengan demikian jangan heran jika dolar AS kedepan kembali melemah dan emas melejit lagi.

Perjalanan bull market ini memang masih saaaaangat panjaaaaang.

Selamat berinvestasi di pasar emas dan semoga sukses selalu!

Categories: Emas Tags:

PRESENTASI KABAR PASAR PAGI – TV ONE (31-01-2011)

January 30th, 2011 No comments

1. PERGERAKAN HARGA SAHAM 4 HARI TERAKHIR

2. PREDIKSI IHSG

IHSG hari ini diprediksi bergerak antara

SUPPORT      : 3408

RESISTANCE  : 3535

3. FAKTOR PENGGERAK SAHAM (3 FAKTOR UTAMA)

A. Bursa saham AS mengalami penurunan
B. Rilis inflasi dan penetapan suku bunga
C. Rilis laporan ketenagakerjaan AS

4. 5 SAHAM REKOMENDASI PERDAGANGAN

Pusatkan perhatian pada perusahaan pilihan dengan:

  • pertumbuhan penjualan dan/atau laba bersih;
  • dividend yield yang tinggi maupun P/E yang relatif rendah;
  • cash flow yang sehat maupun OPM yang besar;
  • DER yang rendah dan ROE yang tinggi.

1> PTBA

  1. Menargetkan laba bersih 2011 sebesar Rp3 trilyun (atau lebih tinggi dari kemungkinan realisasi laba tahun ini sebesar Rp2 trilyun)
  2. Optimistis mampu memproduksi batu bara hingga 50 juta ton pada 2016, yang didukung oleh 3 jaringan kereta api pengangkut batu bara milik
  3. Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), Adani Global, dan Kereta Api
  4. 2011F free cash flow lebih dari Rp4 trilyun
  5. ROE > 35% dan NPM > 30%

REKOMENDASI: BUY ON WEAKNESS (< Rp20.000)

TARGET HARGA: Rp26.600

2> LSIP

  1. Sekitar 35% dari pohonnya masih muda dan belum matang
  2. Corporate tax rate akan turun ke 20%
  3. Sekitar 15% laba usaha LSIP dari karet
  4. Produsen benih kelapa sawit terbaik di Indonesia
  5. Marjin usaha naik dari 30,5% ke 36,6% di 3Q10
  6. ROE > 20% dan cash 2012F > Rp2 trilyun

REKOMENDASI: BUY ON WEAKNESS (< Rp12.000)

TARGET HARGA: Rp15.300

3> ASRI

  1. Pendapatan pada 2011 diperkirakan Rp1,5 trilyun (dibandingkan perkiraan tahun 2010 sebesar Rp800 milyar)
  2. Tengah membangun Mall Alam Sutera
  3. Binus University akan buka pertengahan 2013 dengan target sebanyak 30.000 mahasiswa/i
  4. Akan membangun 6 menara apartemen
  5. ROE 2011F > 15% dan OPM > 35%
  6. Harga tanah diprediksi naik 20% pada tahun ini
  7. 2011F cash > Rp1,6 trilyun

REKOMENDASI: STRONG BUY

TARGET HARGA: Rp380

4> INTP

  1. Menambah kapasitas terpasang sebanyak 1,5 juta ton menjadi 18,6 juta ton per tahun
  2. Utilisasi pabrik semen INTP saat ini baru difungsikan sebesar 75%
  3. Free cash flow 2011F > Rp3 trilyun
  4. Market share naik dari 29,9% ke 31% pada 11M10
  5. ROE > 25%
  6. Marjin usaha naik dari 34% ke 37%
  7. 2012F cash > Rp10 trilyun

REKOMENDASI: BUY ON WEAKNESS (< Rp14.000)

TARGET HARGA: Rp19.550

5> MYOR

  1. Siapa yang tidak kenal Roma, Kopiko, Torabika, Energen, Beng Beng, dan Choki Choki?
  2. Berencana melipatgandakan kapasitas maupun pendapatan hingga 2014
  3. Daya beli masyarakat yang meningkat akan mendukung penjualannya
  4. ROE > 25%
  5. EPS cagr selama 2 tahun mendatang > 20%

REKOMENDASI: BUY ON WEAKNESS (<Rp10.000)

TARGET HARGA: Rp15.700

Categories: Rekomendasi Saham Tags:

Peluang dan tantangan pada tahun 2011 (Part 2)

January 24th, 2011 2 comments

Sebagai lanjutan dari artikel pekan yang lalu, sekarang saya ingin lebih memusatkan perhatian terhadap peluang yang kemungkinan akan muncul selama beberapa bulan yang mendatang.  Seperti tulisan saya sebelumnya, dalam jangka pendek bursa saham AS sudah overbought dengan RSI (Relative Strength Index) yang telah berada di atas 70 pada grafik mingguan.  Berarti suatu koreksi yang signifikan – antara 5% dan 10% – dapat mengejutkan pelaku pasar setiap saat.

Selain itu, kini tidak seorang strategist pun yang disurvei oleh Bloomberg merasa bearish terhadap equities. Dengan kata lain, pelaku pasar pada saat ini cenderung terlalu yakin mengenai potensi kenaikan selanjutnya.  Sikap itu justru kebalikannya dari apa yang kita alami pada Maret 2009 dan level terendahnya di bulan Juli 2010. Sebagai akibatnya, prospek untuk kuartal pertama tahun ini tidak begitu menjanjikan.

Untuk mengetahui kira-kira berapa lama dan sejauh mana bursa saham akan terkoreksi, mari kita melihat ke belakang terlebih dahulu.  Pada waktu indeks Dow Jones menyelesaikan wave ke-5 di awal bulan Mei 2010, bursa turun selama 10 pekan dan melemah sedikit lebih jauh dari titik terendah wave ke-4 (di 9,835) tetapi masih bertahan diatas 38.2% fibonacci retracement di level 9,428.  Jadi meskipun kejatuhannya terasa besar ketika krisis hutang di Eropa meledak, koreksi tersebut pada dasarnya tergolong biasa sekali dan “menyehatkan” pasar yang terlalu panas (lihat grafik dibawah ini).

Berdasarkan kejadian sebelumnya, kita bisa membuat suatu perkiraan tentang koreksi yang akan segera datang.  Grafik dibawah ini menunjukkan bahwa indeks Dow Jones kemungkinan akan melemah ke sekitar 11,030, yang merupakan 38.2% fibonacci retracement, hingga 10,929 sebagai level terendahnya dari wave ke-4.

Apabila Anda sudah tahu bursa saham akan turun dalam beberapa pekan kedepan, Anda bisa mempersiapkan diri dengan tenang, dan melakukan salah satu atau kedua hal tersebut:

1) Supaya Anda tidak tertindas bursa saham yang turun maupun menderita kerugian yang berlebihan, Anda dapat melakukan HEDGING melalui penjualan indeks saham Asia.  Target koreksi untuk Nikkei, Kospi dan Hang Seng masing-masing adalah 9,872-10,048, 239.95-249.40 maupun 21,981-22,691.

Setelah penurunannya selesai, Anda tentunya bisa menutupi posisi jual di indeks saham itu atau switch dengan membeli salah satunya.  Ketiga indeks saham Asia tersebut menurut saya mempunyai daya tarik tersendiri dan menawarkan potensi keuntungan yang menggiurkan.

Terutama indeks Nikkei cukup menjanjikan karena saham Jepang tetap relatif murah pada saat ini.  Meskipun indeks Nikkei telah mencatat kenaikan hingga 15% sejak November, saham Jepang masih dianggap undervalued dengan price-to-book value (P/BV) sebesar 1.2.  Hal ini akan mendukung kenaikan bursa saham Jepang dimana Nikkei diperkirakan akan mencapai 11,000 dalam semester pertama dan 12,000 pada akhir tahun 2011.

Disamping itu investor asing makin melirik saham di negeri matahari terbit, yang dapat terlihat dari money inflow pada grafik diatas ini.  Mereka menjadi net buyer selama 3 bulan terakhir ini menyusul bursa saham Jepang dianggap relatif tertinggal dari bursa saham Asia dan global lainnya.

2) Jika Anda ingin berinvestasi dalam saham secara individual di Indonesia, pusatkan perhatian pada large caps atau perusahaan pilihan dengan:

  • pertumbuhan penjualan dan/atau laba bersih;
  • dividend yield yang tinggi maupun P/E yang relatif rendah;
  • cash flow yang sehat maupun OPM yang besar;
  • DER yang rendah dan ROE yang tinggi.

Menurut hemat saya, sektor yang menjanjikan tahun ini adalah energi & pertambangan, perkebunan (CPO), properti, semen dan consumer goods.  Sementara Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. (PTBA), PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), Indocement Tunggal Prakasa Tbk. (INTP) dan Mayora Indah Tbk. (MYOR) merupakan saham favorit dalam sektor tersebut.

Pelonggaran moneter tetap mendukung

Quantitative Easing (QE), yang sedang diterapkan oleh bank sentral dari Amerika Serikat, Eropa, Inggris dan Jepang, mempunyai dampak besar bagi perekonomian global.  Di satu sisi harga saham dapat didorong naik lewat intervensi pasar, dan di sisi lain pelonggaran moneter ini bantu membiayai defisit pemerintah pada tingkat suku bunga yang rendah.

Namun efek dari stimulans tersebut hanya terasa sepanjang mesin cetak uang berjalan terus.  Ketika the Fed dan bank sentral lainnya berhenti menciptakan uang baru dan membeli berbagai aset, harga saham akan jatuh, kekayaan investor menguap, pengeluaran konsumen menurun maupun ekonomi  tergelincir kedalam resesi lagi.

Kita hanya perlu menimbang apa yang terjadi pada 2010 untuk melihat bahwa ini benar.  Pada tanggal 31 Maret, the Fed mengakhiri pembelian aset beracun dari bank senilai US$1,7 trilyun (lihat grafik diatas ini).  Lalu sampai akhir bulan Juni yang lalu, indeks S&P 500 di AS turun hampir 15% dan dengan demikian menghancurkan setidaknya US$1,5 trilyun lewat pelemahan harga saham hanya dalam 3 bulan.

Setelah koreksi itu, Ben Bernanke – Kepala bank sentral AS – mulai mengusulkan kampanye QE2 untuk membeli obligasi pemerintah.  Kemudian bursa saham mengalami rebound dan … perekonomian bangkit kembali.  Maka boleh dikatakan bahwa ekonomi AS telah menjadi tergantung pada stimulus yang diberikan oleh pencetakan dolar yang tidak terbatas.  Kini harga saham maupun obligasi, penjualan ritel dan tingkat pengangguran naik dan turun seiring dengan suntikan likuiditas oleh the Fed.

Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa makin mendekati akhir dari masa berlaku QE2 pada bulan Juni tahun ini, makin banyak pelaku pasar akan menyerukan untuk melanjutkan pelonggaran moneter dengan suntikan uang yang berikutnya.  Berbagai dalih akan digunakan untuk memperkuat kebijakan tersebut seperti pasar properti yang merosot lagi, unemployment yang tetap tinggi, dan/atau pertumbuhan ekonomi yang belum pulih sepenuhnya dan kembali menunjukkan tanda pelemahan.

Dampak dari QE

Jika the Fed memutuskan untuk melanjutkan peningkatan peredaran uang dengan program QE3, QE4 dan seterusnya, pasar ataupun sektor ekonomi berikut ini akan diuntungkan:

1) Menurut majalah The Economist, tingkat pertumbuhan yang tertinggi di dunia pada tahun 2011 akan terjadi di Asia dengan PDB Cina yang diperkirakan akan naik 8,9% dan India 8,6%.  Berhubungan dengan itu, EKONOMI NEGARA ASIA lainnya juga akan mengalami ekspansi yang cukup tinggi, termasuk Indonesia;

2) Jika the dollar index anjlok lagi dalam jangka menengah, kebanyakan aset lainnya malahan akan berhasil menguat.  Yang paling jelas adalah bahwa pelemahan dolar AS tentunya akan mendukung harga KOMODITAS mengingat adanya korelasi yang negatif antara komoditas secara umum dan dolar AS.  Sebagai akibatnya, harga minyak, batu bara, CPO, tembaga, nikel, gandum, kedelai, timah, jagung, karet, dsb. diprediksi tetap akan cenderung naik.  Dan … siapa tahu minyak berhasil memecahkan all time high-nya di US$147/barel apabila dolar AS menembus level terendahnya terhadap mata uang utama di dunia?;

3) Terlepas dari volatilitas dalam jangka pendek, EMAS dan PERAK tetap menjadi INFLATION HEDGE yang terbaik dalam jangka panjang untuk menjaga lawan kehilangan daya beli dari dolar AS;

4) Akhirnya, MATA UANG yang didukung oleh KOMODITAS akan diburu terus.  Sebagai contohnya Aussie dollar dan Canadian dollar adalah dua mata uang yang sungguh menjanjikan dalam jangka panjang.

Semoga artikel ini mengenai peluang dan tantangan pada tahun 2011 bermanfaat untuk Anda, dan nilai portofolio Anda menunjukkan perkembangan yang menggembirakan!

Categories: Pasar Internasional Tags:

Peluang dan Tantangan pada Tahun 2011

January 17th, 2011 4 comments

Akhir-akhir ini bursa saham di Amerika Serikat, Eropa maupun Asia masih cenderung bullish dan bertahan di level yang tinggi, tetapi begitu banyak hal yang dapat menyebabkan kemerosotannya. Oleh karena itu, dalam artikel ini saya ingin membahas beberapa faktor yang sebaiknya diperhatikan dengan seksama oleh investor:

1) Kondisi krisis hutang Eropa perlu diwaspadai dan tetap akan menjadi penghambat penguatan aset-aset beresiko untuk sementara waktu.  Kekhawatiran yang paling besar adalah bahwa Irlandia dan Portugal sedang menunjukkan apa yang bisa terjadi dengan salah satu anggota terbesar di Uni Eropa, yaitu Spanyol.

Produk Domestik Bruto Spanyol dua kali lebih besar dari gabungan PDB Irlandia, Portugal, dan Yunani!  Maka apabila Spanyol pada akhirnya membutuhkan suatu penyelamatan, Eropa maupun euro akan mengalami kesulitan yang cukup serius dimana Negeri matador menghabiskan seluruh dana (dan bahkan lebih) yang tersisa di EU bailout fund.

Mengapa Spanyol kemungkinan akan memerlukan bantuan dari EFSF atau the European Financial Stability Fund?  Karena defisit anggarannya diperkirakan sebesar 9,3 persen tahun ini, yang tertinggi kedua di zona Eropa.  Dengan perekonomian yang stagnan ditambah jumlah penganggur yang mencapai hampir 20% dari populasi, memang akan sangat sulit untuk melaksanakan penghematan yang signifikan.

Dan … sekali pasar selesai menghukum Portugal dan Spanyol, siapa tahu Italia, Belgia maupun Perancis adalah “korban” berikutnya.  Jadi boleh dikatakan EFEK DOMINO yang paling menakutkan kedepan, mengingat hal serupa pernah terjadi di Asia pada tahun 1997-98.

Seperti dapat Anda melihat pada grafik diatas ini, bank Eropa kini memiliki 5 kali lebih banyak hutang pemerintah dibandingkan 3 tahun yang lalu.  Bahkan bank AS pun mempunyai sekitar US$350 milyar surat hutang dari PIGS (Portugal, Irlandia, Yunani dan Spanyol).

Inilah gambaran suram mengenai kondisi perkreditan dan perbankan di Eropa yang benar-benar kurang sehat.

Kesimpulan: semua paket penyelamatan sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah struktural dalam negara tersebut atau nilai aset yang menyusut pada neraca perbankan.  Itu hanya akan mengulur waktu dan menyediakan ruang untuk melegakan pikiran … sebelum krisis selanjutnya menimpanya lagi.

2) Meskipun perhatian kebanyakan pelaku pasar sekarang tertuju kepada negara Eropa yang berada diambang kebangkrutan, Jepang maupun Amerika Serikat juga menderita penyakit yang sama.

Coba meneliti grafik dibawah ini yang berjudul “Selected Governments’ Borrowing Needs”.  Ternyata terlihat dengan jelas bahwa kebutuhan pembiayaan dari baik Jepang dan Amerika Serikat jauh melebihi jumlah dana yang diperlukan oleh semua negara Eropa sekaligus.

Berdasarkan data tersebut, saya berpendapat dolar AS kemungkinan akan melemah kembali paling telat pada semester kedua tahun ini, ketika investor mulai mengalihkan fokus mereka ke defisit yang harus dibiayai oleh Amerika Serikat.  Dan … depresiasi dolar AS pada gilirannya tentu akan menciptakan banyak peluang investasi (yang akan saya bahas dalam artikel berikutnya).

3) Tekanan INFLASI yang membayangi negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan Cina) berpotensi melambatkan perekonomian mereka yang selama ini terbukti sebagai sebuah mesin pertumbuhan.  Apabila tingkat inflasi meningkat terus, negara tersebut terpaksa akan menaikkan suku bunganya untuk menghalangi kenaikan harga yang terlalu drastis.

Resiko utama adalah bahwa Cina bisa saja gagal mengendalikan inflasi secara dini dan mengalami sebuah hard landing.  Dengan pemulihan ekonomi di negara maju yang masih berjalan lamban, kebijakan moneter yang (jauh) lebih ketat pasti akan menimbulkan “efek sampingan” di seluruh dunia.

Inflasi di Cina kini belum setinggi tahun 2007/2008 (lihat grafik dibawah ini), tetapi pemerintah Cina sebaiknya menanganinya dengan cara yang proaktif sebelum masalah ini menjadi lebih rumit.

4) Tingkat PENGANGGURAN masih sangat tinggi dan tetap berada di atas 9%.  Grafik dibawah ini dengan jelas memperlihatkan bahwa hanya sekali saja tingkat pengangguran begitu tinggi, yaitu pada tahun 1981-83 ketika Paul Volcker – yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala bank sentral AS – menaikkan suku bunganya secara signifikan.

Lalu apabila kita membandingkan kehilangan dan penciptaan jumlah pekerjaan dari puncaknya pada resesi sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja menjadi makin lambat (lihat grafik dibawah ini). Artinya ini merupakan masalah STRUKTURAL dan bukan SIKLIS, yang akan memerlukan kebijakan baru yang dapat mendukung dunia usaha.

Jika pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja dan pasar perumahan tidak bertambah baik sesuai dengan harapan, peluangnya cukup besar the Fed atau bank sentral AS akan menerapkan Quantitative Easing jilid ke-3, ke-4, dan seterusnya.

Selanjutnya dengan rilis laporan jobless claims terakhir yang jauh lebih buruk daripada perkiraan, QE3 mungkin akan mulai dipertimbangkan oleh Ben Bernanke.

Pada akhirnya, pelonggaran moneter itu pasti akan mempunyai dampak terhadap dolar AS, dan juga bursa saham maupun harga komoditas secara umum.

5) Hampir semua perbaikan dalam fundamental pasar selama beberapa bulan terakhir sepenuhnya terdiskonto.  Maka investor sebaiknya tidak terlalu gembira dulu mengenai ekspektasi perkembangan pasar kedepan.

Dalam jangka pendek, bursa saham AS sudah overbought dengan RSI (Relative Strength Index) yang telah berada di atas 70 pada grafik mingguan.  Berarti suatu koreksi yang signifikan – antara 5% dan 10% – dapat mengejutkan pelaku pasar setiap saat.

Selain itu, bullish sentiment dan bearish sentiment di AS berada pada level yang agak ekstrem, yaitu di 55,9% dan 18,3%.  Dengan kata lain, the bull-bear spread kini bahkan lebih tinggi daripada puncak pasar pada Oktober 2007, seperti dapat Anda melihat pada dua grafik dibawah ini dari AAII Investor Sentiment Survey.

Jadi pada waktu indikator teknikal overbought dan sentiment indicators overbullish, ada baiknya Anda menggunakan pendekatan yang lebih konservatif dalam berinvestasi di bursa saham.

Kesimpulan

Sebuah koreksi sudah didepan mata dan kemungkinan besar akan terjadi pada akhir bulan Januari atau paling telat bulan Februari.  Namun pelemahan bursa saham ini bisa dimanfaatkan untuk membeli saham di harga yang lebih murah karena tahun ketiga dari siklus Presidensial pada umumnya lebih baik dibandingkan tahun yang lain.

Sejak 1900, bursa saham AS cenderung naik lebih banyak selama 6 hingga 9 bulan pertama dari pre-election year (lihat grafik dibawah ini).

Sebagai catatan, semua bull markets di AS selama 60 tahun terakhir bertahan sampai tahun ketiganya.  Jadi dengan mempertimbangkan semua faktor diatas, baik yang positif dan negatif, saya berpikir bursa saham, pasar valuta asing maupun pasar komoditas dalam waktu dekat akan menawarkan peluang kepada investor untuk memperoleh berbagai aset pada titik masuk yang lebih menguntungkan.

Dalam artikel berikutnya akan saya membahas bentuk investasi yang menjanjikan, dan juga alasan yang kemungkinan akan mendukungnya.

Yang penting sekarang adalah: jangan bersikap terlalu agresif, kurangi sedikit kepemilikan aset beresiko, dan siapkan siasat Anda untuk kuartal kedua tahun ini.

Selamat berinvestasi di bursa saham dan semoga sukses selalu!

Categories: Pasar Internasional Tags:

Apakah emas menawarkan peluang emas atau …?

January 10th, 2011 6 comments

Seperti dapat Anda melihat pada tabel dibawah ini, emas adalah bintang dari tahun 2010 dengan mencetak kenaikan tahunan yang kesepuluh secara berturut-turut.  Harga emas dunia selama tahun yang lalu melesat hampir 30% dan dengan demikian mengungguli kenaikan yang dialami oleh bursa saham AS, minyak mentah maupun dolar AS.Sekarang pertanyaan berikut ini pasti muncul: “Apakah emas dapat meneruskan prestasi gemilang ini pada tahun 2011, dan berapa harganya yang bisa tercapai?”

How High Can You Go?

“The U.S. turned 234 years old yesterday, and yet over half of the nation’s money upply was created since  Helicopter Ben took over the flight controls four years ago. No wonder gold is in a full fledged bull market.”

-David A. Rosenberg, Chief Economist & Strategist, Gluskin Sheff & Associates Inc.-

Mari kita pertama-tama melihat kenaikan tahunan prosentual yang dicetak sejak 2002.

Tahun % Kenaikan
2002 25,6
2003 19,9
2004 4,6
2005 17,8
2006 23,2
2007 31,9
2008 4,3
2009 25,0
2010 29,6

Penguatan rata-rata dari tahun 2002 hingga 2010 adalah 20,2%.  Berdasarkan data tersebut, kita dapat membuat beberapa estimasi mengenai target harga emas kedepan.

Dari harga penutupan di US$1,421.60/toz pada akhir tahun lalu, harganya bisa melaju ke:

  • US$1,708.75/toz apabila emas meningkat sebesar kenaikan rata-rata selama sedasawarsa terakhir;
  • US$1,842.40/toz jika emas naik sebanyak tahun lalu;
  • US$1,875.10/toz seandainya emas menguat dengan 31,9%, yang merupakan peningkatan terbesarnya sejak 2002.

Maka boleh dikatakan bahwa target harga emas yang wajar terletak antara US$1,700/toz dan US$1,900/toz untuk tahun ini.  Namun hal itu tentunya tidak akan terjadi tanpa suatu koreksi sekalipun.

Dalam setiap tahun, kecuali pada tahun 2002 dan 2006, harga emas turun di bawah harga penutupan dari tahun sebelumnya.  Dan … dalam setiap tahun kecuali satu, yaitu 2008, harga terendahnya tercapai paling telat di bulan Mei.

Dengan kata lain, seandainya Anda mempunyai rencana untuk membeli emas, tetapi belum melaksanakannya karena menganggap emas masih terlalu mahal, mungkin dalam waktu dekat Anda akan memperoleh titik masuk yang lebih bagus.  Jadi siapkan siasat Anda dari sekarang, supaya Anda bisa memanfaatkan peluang dengan baik pada saat yang tepat!

Pelonggaran moneter tetap mendukung emas

The truth is that inflation is already out of control, and the Fed is on the run. It cannot stop the US economy from sliding into the second dip, because zero interest rates do not generate the real savings required for economic regeneration. The Fed cannot stop the banks going bust, because enough of them are bust already to bring down the others; but it can delay recognition of the fact by pressing the button marked “Print”, and keeping it pressed for as long as it takes.  And that is what will surely happen.”

-Alasdair Macleod, 08 December 2010-

Selama dua tahun terakhir, the U.S. Federal Reserve, the European Union (EU), dan bank sentral di Jepang, Cina dan berbagai negara lainnya berupaya untuk memicu perekonomian mereka dengan meningkatkan pengeluarannya maupun mencetak banyak uang. Sebagai akibatnya, trilyunan dolar telah disuntik kedalam sistem keuangan global.

Sebetulnya ini sungguh menakutkan.  Mengapa demikian?  Karena setiap 18 hari saja, pemerintah Amerika Serikat menerbitkan surat hutang yang sama nilainya dengan produksi emas selama setahun.  Lalu setiap tahun, AS meminjam uang yang sebesar sepertiga dari semua emas yang pernah ditambang.

Jadi meskipun emas sudah menguat secara signifikan, the U.S. money supply atau peredaran uang di Amerika Serikat pun telah naik banyak.  Mr. Dylan Grice, seorang strategist pada SG Securities di London, menghitung bahwa nilai dari emas batangan yang dimiliki oleh pemerintah AS di tempat seperti Fort Knox hanya cukup untuk menyokong 15% dari U.S. monetary base.

Seperti dapat Anda melihat pada grafik diatas ini, perbandingan tersebut berada dekat tingkat terendah sepanjang masa, dan itupun sebelum QE2 diterapkan.  Pada waktu pasar emas mencapai puncaknya di tahun 1979-1980, harga emas menguat begitu cepat sampai melebihi 100% dari jumlah dolar AS yang beredar.  Seberapa jauh emas perlu naik apabila itu terjadi lagi?  Ke sekitar US$6,300/toz, Mr. Grice mengatakan.

Kondisi teknikal terkini

“It’s taken almost two centuries for bankers to pull the wool over Americans’ eyes, but today you and I are working for intrinsically worthless paper that can be created by bureaucrats – created without sweat, without creative ability, without work, without anything but a decision by the Federal Reserve.  This is the disease at the base of today’s monetary system.  And like a cancer, it will spread until the system ultimately falls apart.  This is the tragedy of the great lie. The great lie is that fiat paper represents a store of value, money of lasting wealth.”

-Richard Russell-

Setelah menguat US$325/toz pada tahun 2010, emas langsung terkoreksi di pekan perdagangan pertama tahun ini.  Grafik mingguan dibawah ini dengan jelas memperlihatkan triple top yang terbentuk pada 2 bulan terakhir ini, yaitu US$1,424.10/toz di 9 November, US$1,430.95/toz di 7 Desember, dan US$1,423.57/toz di 3 Januari.

Pekan lalu candlesticks juga menunjukkan suatu bearish engulfing, yang mengindikasikan bahwa emas kemungkinan akan terkoreksi lebih lanjut.  Apalagi dead cross di MACD memberikan tanda pelemahan pasar emas pada saat ini.

Selain itu, grafik harian dari US dollar index menampilkan suatu bull flag pattern yang telah dipecahkan keatas.  Berarti dolar AS kemungkinan akan menguat lebih lanjut dalam beberapa pekan mendatang, dan mengurangi ketertarikan pelaku pasar terhadap emas sebagai sebuah inflation hedge maupun safe haven.

Kesimpulan

“The best reserve-currency system is gold, because no other central bank can print the damn thing.”

-Martin Murenbeeld, a veteran gold analyst and the chief economist at DundeeWealth-

Siasat bank sentral di AS, Eropa, Inggris dan Jepang adalah sangat sederhana: mencetak uang secara terus-menerus untuk membantu pemulihan ekonomi.  Tetapi … dalam jangka panjang hal tersebut akan mempunyai dampak yang membinasakan untuk dolar AS, euro, pound sterling maupun yen, dan juga perekonomian mereka.  Maka pada akhirnya emas akan menjadi salah satu “mata uang” yang dapat mempertahankan nilainya!

Bahkan dalam wawancaranya di stasiun televisi CBS, Chairman of the Federal Reserve, Ben Bernanke, memberikan isyarat bahwa bank sentral berpeluang memperluas program pembelian obligasi senilai US$600 milyar.  Jika Anda masih mengingat, kekhawatiran akan inflasi – yang disebabkan oleh antisipasi QE2 – memicu penguatan emas sebesar 14% selama bulan September dan Oktober lalu.

Maka apabila investor mempercayai bahwa bank sentral AS suatu saat akan meluncurkan program pembelian obligasi yang baru atau QE3, harga emas kemungkinan bisa melejit lagi.  Oleh karena itu, saya berpendapat emas cenderung akan berkonsolidasi pada semester pertama tahun ini, dan kembali menguat secara signifikan di paruh kedua 2011 pada waktu perekonomian membutuhkan suntikan likuiditas berikutnya.

Catatan: Kedepan akan saya sering tampilkan kutipan dari ahli dalam bidang keuangan.  Silahkan Anda memilih kutipan favorit Anda untuk ditempelkan di buku catatan atau monitor komputer Anda sebagai pengingat, agar tidak panik pada saat harga emas turun dan tetap fokus pada alasan mengapa emas seharusnya berada di portofolio Anda.

Selamat berinvestasi di pasar emas dan salam sejahtera!


Categories: Pasar Internasional Tags: