Home > Pasar Internasional > Apakah emas menawarkan peluang emas atau …?

Apakah emas menawarkan peluang emas atau …?

January 10th, 2011 Leave a comment Go to comments

Seperti dapat Anda melihat pada tabel dibawah ini, emas adalah bintang dari tahun 2010 dengan mencetak kenaikan tahunan yang kesepuluh secara berturut-turut.  Harga emas dunia selama tahun yang lalu melesat hampir 30% dan dengan demikian mengungguli kenaikan yang dialami oleh bursa saham AS, minyak mentah maupun dolar AS.Sekarang pertanyaan berikut ini pasti muncul: “Apakah emas dapat meneruskan prestasi gemilang ini pada tahun 2011, dan berapa harganya yang bisa tercapai?”

How High Can You Go?

“The U.S. turned 234 years old yesterday, and yet over half of the nation’s money upply was created since  Helicopter Ben took over the flight controls four years ago. No wonder gold is in a full fledged bull market.”

-David A. Rosenberg, Chief Economist & Strategist, Gluskin Sheff & Associates Inc.-

Mari kita pertama-tama melihat kenaikan tahunan prosentual yang dicetak sejak 2002.

Tahun % Kenaikan
2002 25,6
2003 19,9
2004 4,6
2005 17,8
2006 23,2
2007 31,9
2008 4,3
2009 25,0
2010 29,6

Penguatan rata-rata dari tahun 2002 hingga 2010 adalah 20,2%.  Berdasarkan data tersebut, kita dapat membuat beberapa estimasi mengenai target harga emas kedepan.

Dari harga penutupan di US$1,421.60/toz pada akhir tahun lalu, harganya bisa melaju ke:

  • US$1,708.75/toz apabila emas meningkat sebesar kenaikan rata-rata selama sedasawarsa terakhir;
  • US$1,842.40/toz jika emas naik sebanyak tahun lalu;
  • US$1,875.10/toz seandainya emas menguat dengan 31,9%, yang merupakan peningkatan terbesarnya sejak 2002.

Maka boleh dikatakan bahwa target harga emas yang wajar terletak antara US$1,700/toz dan US$1,900/toz untuk tahun ini.  Namun hal itu tentunya tidak akan terjadi tanpa suatu koreksi sekalipun.

Dalam setiap tahun, kecuali pada tahun 2002 dan 2006, harga emas turun di bawah harga penutupan dari tahun sebelumnya.  Dan … dalam setiap tahun kecuali satu, yaitu 2008, harga terendahnya tercapai paling telat di bulan Mei.

Dengan kata lain, seandainya Anda mempunyai rencana untuk membeli emas, tetapi belum melaksanakannya karena menganggap emas masih terlalu mahal, mungkin dalam waktu dekat Anda akan memperoleh titik masuk yang lebih bagus.  Jadi siapkan siasat Anda dari sekarang, supaya Anda bisa memanfaatkan peluang dengan baik pada saat yang tepat!

Pelonggaran moneter tetap mendukung emas

The truth is that inflation is already out of control, and the Fed is on the run. It cannot stop the US economy from sliding into the second dip, because zero interest rates do not generate the real savings required for economic regeneration. The Fed cannot stop the banks going bust, because enough of them are bust already to bring down the others; but it can delay recognition of the fact by pressing the button marked “Print”, and keeping it pressed for as long as it takes.  And that is what will surely happen.”

-Alasdair Macleod, 08 December 2010-

Selama dua tahun terakhir, the U.S. Federal Reserve, the European Union (EU), dan bank sentral di Jepang, Cina dan berbagai negara lainnya berupaya untuk memicu perekonomian mereka dengan meningkatkan pengeluarannya maupun mencetak banyak uang. Sebagai akibatnya, trilyunan dolar telah disuntik kedalam sistem keuangan global.

Sebetulnya ini sungguh menakutkan.  Mengapa demikian?  Karena setiap 18 hari saja, pemerintah Amerika Serikat menerbitkan surat hutang yang sama nilainya dengan produksi emas selama setahun.  Lalu setiap tahun, AS meminjam uang yang sebesar sepertiga dari semua emas yang pernah ditambang.

Jadi meskipun emas sudah menguat secara signifikan, the U.S. money supply atau peredaran uang di Amerika Serikat pun telah naik banyak.  Mr. Dylan Grice, seorang strategist pada SG Securities di London, menghitung bahwa nilai dari emas batangan yang dimiliki oleh pemerintah AS di tempat seperti Fort Knox hanya cukup untuk menyokong 15% dari U.S. monetary base.

Seperti dapat Anda melihat pada grafik diatas ini, perbandingan tersebut berada dekat tingkat terendah sepanjang masa, dan itupun sebelum QE2 diterapkan.  Pada waktu pasar emas mencapai puncaknya di tahun 1979-1980, harga emas menguat begitu cepat sampai melebihi 100% dari jumlah dolar AS yang beredar.  Seberapa jauh emas perlu naik apabila itu terjadi lagi?  Ke sekitar US$6,300/toz, Mr. Grice mengatakan.

Kondisi teknikal terkini

“It’s taken almost two centuries for bankers to pull the wool over Americans’ eyes, but today you and I are working for intrinsically worthless paper that can be created by bureaucrats – created without sweat, without creative ability, without work, without anything but a decision by the Federal Reserve.  This is the disease at the base of today’s monetary system.  And like a cancer, it will spread until the system ultimately falls apart.  This is the tragedy of the great lie. The great lie is that fiat paper represents a store of value, money of lasting wealth.”

-Richard Russell-

Setelah menguat US$325/toz pada tahun 2010, emas langsung terkoreksi di pekan perdagangan pertama tahun ini.  Grafik mingguan dibawah ini dengan jelas memperlihatkan triple top yang terbentuk pada 2 bulan terakhir ini, yaitu US$1,424.10/toz di 9 November, US$1,430.95/toz di 7 Desember, dan US$1,423.57/toz di 3 Januari.

Pekan lalu candlesticks juga menunjukkan suatu bearish engulfing, yang mengindikasikan bahwa emas kemungkinan akan terkoreksi lebih lanjut.  Apalagi dead cross di MACD memberikan tanda pelemahan pasar emas pada saat ini.

Selain itu, grafik harian dari US dollar index menampilkan suatu bull flag pattern yang telah dipecahkan keatas.  Berarti dolar AS kemungkinan akan menguat lebih lanjut dalam beberapa pekan mendatang, dan mengurangi ketertarikan pelaku pasar terhadap emas sebagai sebuah inflation hedge maupun safe haven.

Kesimpulan

“The best reserve-currency system is gold, because no other central bank can print the damn thing.”

-Martin Murenbeeld, a veteran gold analyst and the chief economist at DundeeWealth-

Siasat bank sentral di AS, Eropa, Inggris dan Jepang adalah sangat sederhana: mencetak uang secara terus-menerus untuk membantu pemulihan ekonomi.  Tetapi … dalam jangka panjang hal tersebut akan mempunyai dampak yang membinasakan untuk dolar AS, euro, pound sterling maupun yen, dan juga perekonomian mereka.  Maka pada akhirnya emas akan menjadi salah satu “mata uang” yang dapat mempertahankan nilainya!

Bahkan dalam wawancaranya di stasiun televisi CBS, Chairman of the Federal Reserve, Ben Bernanke, memberikan isyarat bahwa bank sentral berpeluang memperluas program pembelian obligasi senilai US$600 milyar.  Jika Anda masih mengingat, kekhawatiran akan inflasi – yang disebabkan oleh antisipasi QE2 – memicu penguatan emas sebesar 14% selama bulan September dan Oktober lalu.

Maka apabila investor mempercayai bahwa bank sentral AS suatu saat akan meluncurkan program pembelian obligasi yang baru atau QE3, harga emas kemungkinan bisa melejit lagi.  Oleh karena itu, saya berpendapat emas cenderung akan berkonsolidasi pada semester pertama tahun ini, dan kembali menguat secara signifikan di paruh kedua 2011 pada waktu perekonomian membutuhkan suntikan likuiditas berikutnya.

Catatan: Kedepan akan saya sering tampilkan kutipan dari ahli dalam bidang keuangan.  Silahkan Anda memilih kutipan favorit Anda untuk ditempelkan di buku catatan atau monitor komputer Anda sebagai pengingat, agar tidak panik pada saat harga emas turun dan tetap fokus pada alasan mengapa emas seharusnya berada di portofolio Anda.

Selamat berinvestasi di pasar emas dan salam sejahtera!


Categories: Pasar Internasional Tags:
  1. budi suanto
    January 10th, 2011 at 14:16 | #1

    Terima kasih pak nico atas ulasannya, memang mengerikan kalau kita sadari bahwa negara 2 seperti amerika yg begitu besar mencetak uang, bagaimana jadinya kalau uang dicetak jadi tidak berharga lagi….yang pasti emas yg akan mengantikan semua nya, tidak ada satu negarapun yg bisa mencetak emas….jadi kesimpulannya emas adalh forever money….GBU

  2. Lita
    January 12th, 2011 at 08:13 | #2

    kalau begitu, kira2 kapan ya kita harus mulai membeli emas, pak Nico? thk u

  3. tukiwul
    January 13th, 2011 at 00:26 | #3

    selalu enak membaca ulasan pak Nico..simple, mendasar dan mengena..
    keep posting

  4. January 13th, 2011 at 04:31 | #4

    Saya tertarik dengan kalimat : “Maka pada akhirnya emas akan menjadi salah satu “mata uang” yang dapat mempertahankan nilainya!”

    Menurut saya, nilai emas muncul atas “kemualiaannya” bukan karena usaha politis atau mekanisme ekonomi lainnya agar dibutuhkan orang.

    terimakasih pak nico, uraian anda bermanfaat buat saya.

  5. January 15th, 2011 at 17:16 | #5

    bagus sekali ulasannya dan memang emas dari zaman dahulu sampai sekarang tidak berubah nilai tukarnya dan akan seperti itu untuk tahun2 mendatang…namun apakah emas dapat dijadikan investasi jangka pendek ????

  6. Agus Emrsatu
    January 17th, 2011 at 01:03 | #6

    Pak Nico, terimakasih atas pencerahannya dan mohon izin share.

  1. No trackbacks yet.