Home > Pasar Internasional > Peluang dan Tantangan pada Tahun 2011

Peluang dan Tantangan pada Tahun 2011

January 17th, 2011 Leave a comment Go to comments

Akhir-akhir ini bursa saham di Amerika Serikat, Eropa maupun Asia masih cenderung bullish dan bertahan di level yang tinggi, tetapi begitu banyak hal yang dapat menyebabkan kemerosotannya. Oleh karena itu, dalam artikel ini saya ingin membahas beberapa faktor yang sebaiknya diperhatikan dengan seksama oleh investor:

1) Kondisi krisis hutang Eropa perlu diwaspadai dan tetap akan menjadi penghambat penguatan aset-aset beresiko untuk sementara waktu.  Kekhawatiran yang paling besar adalah bahwa Irlandia dan Portugal sedang menunjukkan apa yang bisa terjadi dengan salah satu anggota terbesar di Uni Eropa, yaitu Spanyol.

Produk Domestik Bruto Spanyol dua kali lebih besar dari gabungan PDB Irlandia, Portugal, dan Yunani!  Maka apabila Spanyol pada akhirnya membutuhkan suatu penyelamatan, Eropa maupun euro akan mengalami kesulitan yang cukup serius dimana Negeri matador menghabiskan seluruh dana (dan bahkan lebih) yang tersisa di EU bailout fund.

Mengapa Spanyol kemungkinan akan memerlukan bantuan dari EFSF atau the European Financial Stability Fund?  Karena defisit anggarannya diperkirakan sebesar 9,3 persen tahun ini, yang tertinggi kedua di zona Eropa.  Dengan perekonomian yang stagnan ditambah jumlah penganggur yang mencapai hampir 20% dari populasi, memang akan sangat sulit untuk melaksanakan penghematan yang signifikan.

Dan … sekali pasar selesai menghukum Portugal dan Spanyol, siapa tahu Italia, Belgia maupun Perancis adalah “korban” berikutnya.  Jadi boleh dikatakan EFEK DOMINO yang paling menakutkan kedepan, mengingat hal serupa pernah terjadi di Asia pada tahun 1997-98.

Seperti dapat Anda melihat pada grafik diatas ini, bank Eropa kini memiliki 5 kali lebih banyak hutang pemerintah dibandingkan 3 tahun yang lalu.  Bahkan bank AS pun mempunyai sekitar US$350 milyar surat hutang dari PIGS (Portugal, Irlandia, Yunani dan Spanyol).

Inilah gambaran suram mengenai kondisi perkreditan dan perbankan di Eropa yang benar-benar kurang sehat.

Kesimpulan: semua paket penyelamatan sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah struktural dalam negara tersebut atau nilai aset yang menyusut pada neraca perbankan.  Itu hanya akan mengulur waktu dan menyediakan ruang untuk melegakan pikiran … sebelum krisis selanjutnya menimpanya lagi.

2) Meskipun perhatian kebanyakan pelaku pasar sekarang tertuju kepada negara Eropa yang berada diambang kebangkrutan, Jepang maupun Amerika Serikat juga menderita penyakit yang sama.

Coba meneliti grafik dibawah ini yang berjudul “Selected Governments’ Borrowing Needs”.  Ternyata terlihat dengan jelas bahwa kebutuhan pembiayaan dari baik Jepang dan Amerika Serikat jauh melebihi jumlah dana yang diperlukan oleh semua negara Eropa sekaligus.

Berdasarkan data tersebut, saya berpendapat dolar AS kemungkinan akan melemah kembali paling telat pada semester kedua tahun ini, ketika investor mulai mengalihkan fokus mereka ke defisit yang harus dibiayai oleh Amerika Serikat.  Dan … depresiasi dolar AS pada gilirannya tentu akan menciptakan banyak peluang investasi (yang akan saya bahas dalam artikel berikutnya).

3) Tekanan INFLASI yang membayangi negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan Cina) berpotensi melambatkan perekonomian mereka yang selama ini terbukti sebagai sebuah mesin pertumbuhan.  Apabila tingkat inflasi meningkat terus, negara tersebut terpaksa akan menaikkan suku bunganya untuk menghalangi kenaikan harga yang terlalu drastis.

Resiko utama adalah bahwa Cina bisa saja gagal mengendalikan inflasi secara dini dan mengalami sebuah hard landing.  Dengan pemulihan ekonomi di negara maju yang masih berjalan lamban, kebijakan moneter yang (jauh) lebih ketat pasti akan menimbulkan “efek sampingan” di seluruh dunia.

Inflasi di Cina kini belum setinggi tahun 2007/2008 (lihat grafik dibawah ini), tetapi pemerintah Cina sebaiknya menanganinya dengan cara yang proaktif sebelum masalah ini menjadi lebih rumit.

4) Tingkat PENGANGGURAN masih sangat tinggi dan tetap berada di atas 9%.  Grafik dibawah ini dengan jelas memperlihatkan bahwa hanya sekali saja tingkat pengangguran begitu tinggi, yaitu pada tahun 1981-83 ketika Paul Volcker – yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala bank sentral AS – menaikkan suku bunganya secara signifikan.

Lalu apabila kita membandingkan kehilangan dan penciptaan jumlah pekerjaan dari puncaknya pada resesi sebelumnya, kita dapat menyimpulkan bahwa pemulihan pasar tenaga kerja menjadi makin lambat (lihat grafik dibawah ini). Artinya ini merupakan masalah STRUKTURAL dan bukan SIKLIS, yang akan memerlukan kebijakan baru yang dapat mendukung dunia usaha.

Jika pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja dan pasar perumahan tidak bertambah baik sesuai dengan harapan, peluangnya cukup besar the Fed atau bank sentral AS akan menerapkan Quantitative Easing jilid ke-3, ke-4, dan seterusnya.

Selanjutnya dengan rilis laporan jobless claims terakhir yang jauh lebih buruk daripada perkiraan, QE3 mungkin akan mulai dipertimbangkan oleh Ben Bernanke.

Pada akhirnya, pelonggaran moneter itu pasti akan mempunyai dampak terhadap dolar AS, dan juga bursa saham maupun harga komoditas secara umum.

5) Hampir semua perbaikan dalam fundamental pasar selama beberapa bulan terakhir sepenuhnya terdiskonto.  Maka investor sebaiknya tidak terlalu gembira dulu mengenai ekspektasi perkembangan pasar kedepan.

Dalam jangka pendek, bursa saham AS sudah overbought dengan RSI (Relative Strength Index) yang telah berada di atas 70 pada grafik mingguan.  Berarti suatu koreksi yang signifikan – antara 5% dan 10% – dapat mengejutkan pelaku pasar setiap saat.

Selain itu, bullish sentiment dan bearish sentiment di AS berada pada level yang agak ekstrem, yaitu di 55,9% dan 18,3%.  Dengan kata lain, the bull-bear spread kini bahkan lebih tinggi daripada puncak pasar pada Oktober 2007, seperti dapat Anda melihat pada dua grafik dibawah ini dari AAII Investor Sentiment Survey.

Jadi pada waktu indikator teknikal overbought dan sentiment indicators overbullish, ada baiknya Anda menggunakan pendekatan yang lebih konservatif dalam berinvestasi di bursa saham.

Kesimpulan

Sebuah koreksi sudah didepan mata dan kemungkinan besar akan terjadi pada akhir bulan Januari atau paling telat bulan Februari.  Namun pelemahan bursa saham ini bisa dimanfaatkan untuk membeli saham di harga yang lebih murah karena tahun ketiga dari siklus Presidensial pada umumnya lebih baik dibandingkan tahun yang lain.

Sejak 1900, bursa saham AS cenderung naik lebih banyak selama 6 hingga 9 bulan pertama dari pre-election year (lihat grafik dibawah ini).

Sebagai catatan, semua bull markets di AS selama 60 tahun terakhir bertahan sampai tahun ketiganya.  Jadi dengan mempertimbangkan semua faktor diatas, baik yang positif dan negatif, saya berpikir bursa saham, pasar valuta asing maupun pasar komoditas dalam waktu dekat akan menawarkan peluang kepada investor untuk memperoleh berbagai aset pada titik masuk yang lebih menguntungkan.

Dalam artikel berikutnya akan saya membahas bentuk investasi yang menjanjikan, dan juga alasan yang kemungkinan akan mendukungnya.

Yang penting sekarang adalah: jangan bersikap terlalu agresif, kurangi sedikit kepemilikan aset beresiko, dan siapkan siasat Anda untuk kuartal kedua tahun ini.

Selamat berinvestasi di bursa saham dan semoga sukses selalu!

Categories: Pasar Internasional Tags:
  1. fery
    January 17th, 2011 at 09:36 | #1

    dear P.Nico

    Yang terpenting adalah mencari entry level yg “PAS”,jangan terlalu tinggi/terburu2..Walaupun investasi jangka panjang tp kalau entrynya salah,akan mengurangi peluang keuntungan kedepannya..Fundamental boleh bagus tp entry level juga sangat3 penting..BETUL kan P.NICO????

    salam

  2. tukiwul
    January 18th, 2011 at 05:37 | #2

    ok pak Nico…thanks ulasannya

  3. samuel
    January 20th, 2011 at 05:26 | #3

    Terima kasih ulasan anda sangat mencerahkan
    kalo boleh tanya sp akhir 2011 apakah index bisa ke atas 4000

  4. suporter
    February 6th, 2011 at 23:54 | #4

    dear mr nico yg budiman

    mau tanya kan MPPA lagi hot hypermarket mau di jual dgn 1 milyards usd
    eps guede der kecil nav besar
    apakah mlpl akan memnuju ke nav 1600
    lpck bv 800 nav 2400 gerbang toll cikarang beroperasi
    apa bisa dongkrak harga saham nya trimakasih
    mana yg lebih baik di pilih?

  1. No trackbacks yet.