Home > Pasar Internasional > Apakah Amerika Serikat bangkrut?

Apakah Amerika Serikat bangkrut?

February 7th, 2011 Leave a comment Go to comments

Saya tidak akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan ini, tetapi saya yakin Anda akan bisa menyimpulkannya sendiri berdasarkan fakta yang akan ditampilkan dalam artikel ini.  Pertama-tama, coba meneliti grafik dibawah ini, yang menunjukkan hutang Amerika Serikat dari tahun 1940 hingga sekarang.

Seperti dapat Anda lihat, hutang AS kini lebih dari US$14 trillion, dan sejak 2008 telah meningkat sebesar US$1 trillion setiap 7 bulan!  Sebagai perbandingan, dari 2002 sampai 2008, peningkatan hutang sebesar 1 trilyun dolar AS terjadi dalam 20 bulan.  Sementara di periode 1995-2000, peningkatan US$1 trillion tersebut terjadi dalam 5 tahun.

Selain itu, perlu dicatat bahwa pada awal abad ke-21, hutang Amerika Serikat tidak sampai setengah dari nilai hutangnya sekarang (lihat tabel diatas ini).  Dengan kata lain, pembuat kebijakan AS sudah meminjam lebih banyak uang selama dasawarsa terakhir dibandingkan seratus tahun sebelumnya!  Memang sulit untuk dipercaya, tetapi itulah kenyataan …

Produk Domestik Bruto atau GDP di AS kini hampir sama dengan jumlah hutang yang ditanggung oleh Amerika Serikat.  Lalu the Congressional Budget Office (CBO) telah menetapkan estimasi defisit untuk 2011 pada US$1.5 trillion.  Oleh karena itu, hutang AS diprediksi akan melebihi PDB-nya mulai tahun ini, seperti dapat Anda lihat pada grafik dibawah ini.

Defisit diprediksi sebesar 5% sampai 10% dari PDB selama beberapa tahun kedepan.  Bahkan mungkin untuk selamanya apabila kondisi perekonomian tidak segera pulih.  Apabila PDB misalnya bertumbuh antara 3% dan 4%, berarti jumlah hutang selalu lebih cepat membesar daripada pertumbuhan ekonomi.

Apakah suatu negara bisa menambah hutang lebih banyak dari PDB secara nominal untuk selamanya?  Tentu tidak, karena suatu saat pelaku pasar akan mulai meragukan kemampuannya untuk melunasi semua pinjamannya.  Ini sama sekali tidak berbeda dengan suatu rumah tangga yang juga tidak dapat menambah hutang lebih cepat daripada pendapatannya.

Ketika hutang sebuah rumah tangga ataupun negara semakin besar, beban bunga akan naik.  Dengan demikian biayanya akan lebih banyak menyedot anggaran dimana peningkatan hutang pada akhirnya akan menambahkan beban bunga yang diluar kemampuan.  Dan pada titik itulah, batasan akan tercapai …

Kondisi fiskal yang mengerikan

“When Franklin Roosevelt became president in 1933, the deficit was already running at 4.7% of GDP.  It rose to a peak of 5.6% in 1934.  The federal debt burden rose only slightly