Home > Pasar Internasional > Apakah Amerika Serikat bangkrut? (Part 2)

Apakah Amerika Serikat bangkrut? (Part 2)

February 14th, 2011 Leave a comment Go to comments

Sampai tahun 1970an, Amerika Serikat adalah kreditur terbesar di dunia.  Kemudian pada pertengahan 1980an AS menjadi sebuah debitur dan … sejak akhir 1990an merupakan DEBITUR TERBESAR di dunia.

Artinya pemerintah AS berhutang lebih banyak uang daripada negara manapun di dunia.  Kecuali bila penambahan hutang pemerintah tersebut pada akhirnya diselesaikan dengan menaikkan pajak dan mengendalikan pengeluaran, hanya dua pilihan yang tersisa: default (ketidaksanggupan memenuhi kewajiban) atau inflasi yang tinggi.

Namun hampir mustahil AS melunasi hutangnya dengan pajak yang lebih tinggi karena itu pasti menyebabkan a second Great Depression atau Depresi Besar yang kedua.  Jadi satu-satunya cara untuk mengatasi kelebihan hutang ini adalah melalui suatu DEVALUASI dolar AS yang hebat.

Menurut economists Joshua Aizenman dan Nancy Marion, inflasi bantu mengurangi hutang pemerintah AS dari 122% ke 25% terhadap PDB dari 1945 hingga 1973.  Maka jangan heran apabila the Fed (bank sentral AS) memutuskan untuk melanjutkan pelonggaran moneternya agar pemerintah AS tetap dapat membiayai defisitnya.

Kesimpulan: rupanya QUANTITATIVE EASING to infinity atau PENCETAKAN UANG tanpa batas adalah pemecahan yang terbaik pada saat ini.  Namun investor tetap disarankan untuk mengingat bahwa pemerintah Amerika Serikat hanya dapat mencetak uang secara terus-menerus selama dolar AS tetap merupakan the world’s reserve currency.  Jika tidak, kita akan menyaksikan keruntuhan yang luar biasa dari mata uang utama di dunia.

Perang Dingin Cina lawan AS

“We are very concerned about the lack of stability in the US dollar.”

-Chinese Premier Wen Jaibao-

Untuk membiayai pengeluaran yang sangat besar, pemerintah AS terpaksa perlu menjual banyak surat hutang.  Berhubungan semua negara maju berada dalam kondisi yang serupa, mereka harus melaksanakan penjualan tersebut dalam lingkungan yang makin kompetitif.

Empat bulan yang lalu, the U.S. Treasury Department merilis data yang menunjukkan sebuah penurunan sebesar 11% dalam official Chinese holdings of U.S. government bonds dari US$938.1 billion ke US$843.7 billion antara September 2009 dan Juni 2010.  Itu suatu pengurangan senilai hampir US$95 billion selama 9 bulan (lihat grafik diatas ini).

Berarti pemerintah Cina tidak menambah obligasi AS, dan juga tidak memperpanjang pembelian yang sebelumnya.  Dengan kata lain, Cina mengurangi hutang AS maupun penyikapannya terhadap dolar AS, dan pada gilirannya kerawanannya terhadap perekonomian AS yang melambat.

Uang menjadi mahal

Amerika Serikat