Home > Pasar Internasional > Waspadai akhir dari QE2 (Part 2)

Waspadai akhir dari QE2 (Part 2)

Setelah membahas akhir program pelonggaran moneter dari bank sentral AS dan pengaruhnya terhadap bursa saham dalam bagian pertama, saya ingin menguraikan dampaknya bagi dolar AS maupun emas pada bagian kedua ini.  Selain itu, kita juga akan coba menelusuri apakah the Fed cenderung akan melanjutkannya dengan QE3 atau malahan memperketat kebijakan moneternya kedepan.

 

Apa itu U.S. Dollar Index?

Apabila kita ingin mengetahui pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, kita menggunakan indeks dolar AS atau U.S. dollar index untuk menyimpulkan apakah dolar AS pada umumnya menguat atau melemah.

Seperti dapat Anda lihat pada tabel diatas (courtesy of Wikipedia), the U.S. dollar index adalah sebuah perhitungan tertimbang dari dolar AS lawan suatu keranjang yang terdiri atas beberapa mata uang.

 

Kebijakan the Fed tidak berubah

Ben Bernanke, dalam konferensi pers usai pertemuan moneter FOMC the Fed AS, mengatakan tetap akan menyelesaikan program pembelian obligasi pemerintah senilai US$600 milyar hingga Juni dan kembali menegaskan akan mempertahankan tingkat suku bunga diantara 0% dan 0,25% for an extended period atau jangka waktu yang panjang.

Dengan kata lain bank sentral AS mengisyaratkan akan meneruskan kebijakan moneternya yang ultra longgar maupun mengakhiri program quantitative easing kedua atau QE2 sesuai jadwal.  Oleh karena itu, dolar AS jatuh ke level terendah terbarunya selama 3 tahun terhadap sejumlah mata uang dimana indeks dolar AS merosot sampai 72.834, tidak jauh dari rekor terendahnya di 70.698 yang dicapai bulan Juli 2008.

 

Apakah dolar AS berhasil rebound?

Jika the Fed benar-benar menghentikan pencetakan uang untuk membiayai defisit anggaran pada bulan Juni, kemungkinan besar US dollar akan bangkit lagi.  Mengapa demikian?  Karena investor institusi yang memiliki dana pengelolaan besar akan memutuskan dolar AS kembali aman untuk dipegang menyusul peredaran uang tidak dinaikkan lebih lanjut.

Kini sebagian besar investor telah menjual dolar AS untuk memakainya dalam carry trade, dan hampir semua pelaku pasar menyetujui trennya sangat bearish.  Jadi boleh dikatakan bahwa sentimen buruk terhadap US dollar agak ekstrem belakangan ini, yang juga tergambar dalam pergerakan harga.

 

Technical outlook untuk dolar AS

 

Setahun yang lalu, the U.S. dollar index mencapai 88.708 sementara pekan ini sudah menembus 73 (lihat grafik disamping ini).  Artinya dolar AS melemah hampir 20% dalam setahun terhadap mata uang utama lainnya.

 

&nbs