Home > Pasar Internasional > Nikkei sangat menjanjikan dalam jangka panjang

Nikkei sangat menjanjikan dalam jangka panjang

Gempa dengan kekuatan 9 di skala Richter pada tanggal 11 Maret lalu adalah yang paling buruk dalam sejarah Jepang maupun yang terparah kelima yang pernah disaksikan di dunia.

Getaran tersebut, yang diikuti oleh tsunami besar dan beberapa ledakan pada komplek PLTN Fukushima Daiichi, memicu panic selling yang menyebabkan Nikkei 225 Index merosot hingga 17% hanya dalam dua hari.  Penurunan 2 hari berturut-turut itu merupakan yang terbesar sejak 1987 dan sekaligus persentase penurunan terbesar sejak krisis finansial pada tahun 2008.

Pada hari Kamis, sehari sebelum gempa dan tsunami di Sendai, Nikkei ditutup pada level 10,434.38.  Berarti indeks saham Jepang sudah turun 73% dari rekor tertingginya di 38,957.44, yang tercapai tanggal 29 Desember 1989.

 

Masa depan yang cerah

Sekarang pertanyaan yang ada di benak investor adalah, “Apakah saham Jepang menawarkan peluang investasi yang menarik atau sebaiknya dihindari sama sekali?”  Menurut penghematan saya Nikkei memang dapat melemah lebih lanjut dalam waktu dekat, tetapi setahun kemudian mungkin saja Anda menyesalinya apabila tidak menangkap kesempatan yang baik ini.

Mengapa demikian?  Pandangan optimis saya mengenai Nikkei didasari atas 3 faktor utama:

1) PDB dalam kuartal kedua kemungkinan besar akan menunjukkan kontraksi sebesar 1,4% YoY akibat gempa dahsyat dan tsunami di bulan Maret, namun ekonomi Jepang diperkirakan akan mulai mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,7% di Q3 dan 3,9% di Q4.

Sebagai pembandingan, coba saja melihat kedua grafik dibawah ini yang membuktikan bahwa pelambatan PDB maupun industrial production setelah gempa di Kobe pada tahun 1995 hanya berlangsung singkat.

2) Jepang kehabisan uang karena pemerintah pada saat ini sudah berhutang 2.000% dari pendapatan pajak tahunan dan tingkat simpanan makin mendekati 0%.  Oleh karena itu, bank sentral Jepang kemungkinan terpaksa menerapkan kebijakan moneter yang sangat longgar melalui pencetakan yen dalam jumlah yang tidak terbatas.

Pengaruhnya tidak akan langsung terasa, tetapi akan luar biasa dimana yen bisa anjlok secara signifikan terhadap mata uang utama lainnya dan harga barang maupun jasa naik dengan cepat.  Jika itu terjadi, orang cenderung akan berinv