Apakah koreksi di pasar emas sudah selesai?
“Over the course of 600 years, five dynasties in China had implemented paper money and all five had made frequent use of the printing press in an attempt to solve problems. Economic catastrophe and political chaos inevitably followed. Time and time again officials looked to paper money for instant liquidity and the immediate transfer of wealth. But its ostensible virtues could not withstand its tragic legacy; those who held it as a store of value found that in time all they held were worthless pieces of paper.”
-Ralph T. Foster, Author of Fiat Paper Money – the History and Evolution of our Currency-
Meskipun masih membukukan performa tahunan positif berturut-turut dalam 11 tahun secara beruntun, emas tercatat mengalami pelemahan kuartalan untuk pertama kalinya sejak lebih dari 3 tahun terakhir. Namun setelah menguat kembali lebih dari $100/toz selama bulan ini, pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah pelemahan telah usai?
Saya secara pribadi berpendapat bahwa koreksi di pasar emas belum selesai sama sekali, walaupun banyak orang merasa sebaliknya. Berikut ini akan saya coba memberikan beberapa alasan fundamental maupun teknikal mengapa emas kemungkinan belum mencapai level terendahnya dari downtrend yang berlangsung sejak bulan September 2011.
FAKTOR YANG MENAHAN KENAIKAN HARGA EMAS
Kini ada 4 hal yang tetap akan menghambat laju pergerakan emas selama beberapa bulan kedepan:
1) INDIA, yang merupakan konsumen emas terbesar di dunia, sedang mengalami PERMINTAAN yang MENURUN secara signifikan. Sebagai buktinya impor emas bulan yang lalu anjlok ke 35 ton dari 75 ton pada bulan Desember 2010, setelah menurun di bulan November dari 80 ton ke 20 ton dalam basis tahunan.
Salah satu faktor utama atas penurunan tersebut adalah pelemahan mata uang India, yaitu Rupee, yang membuat emas jauh lebih mahal untuk pembeli India. Situasi serupa pernah terjadi sebelumnya ketika the World Gold Council’s Q1 2009 Gold Demand Trends report mencatat bahwa:
“In Rupee terms, gold peaked at an all-time high of Rs. 15,780 per 10 gms in the Mumbai market on 24th February as a weaker Indian Rupee exacerbated the rise in the international price of gold. This had the dual impact of discouraging new demand for jewellery (since the high prices made it considerably less affordable) and also encouraging the selling-back of older pieces.”
Pada akhirnya permintaan dari India memang akan meningkat lagi, tetapi untuk sementara waktu masih akan cenderung lemah. Kenyataan ini didukung oleh Prithviraj Kothari, president of the Bombay Bullion Association, yang mengatakan bahwa: “demand would continue to remain dull for the next couple of months, ‘unless prices come down appreciably’. Still prices are high. Interest rates are high. Liquidity is tight. I think imports in the first quarter of 2012 will be 50 percent lower than last year.”
2) Dalam beberapa bulan belakangan ini, emas seolah-olah kehilangan statusnya sebagai instrumen investasi safe haven yang biasanya merupakan tambatan bagi investor ditengah kondisi ketidakpastian ekonomi dan krisis global. Investor cenderung melakukan likuidasi investasi pada emas dan lebih memilih menyimpan dolar AS seiring bergulirnya krisis hutang Uni Eropa yang mengancam ketatnya likuiditas di pasar keuangan.
Mengapa DOLAR AS begitu KUAT akhir-akhir ini? Jawabannya sebetulnya cukup sederhana: uang yang kabur dari zona euro harus pergi ke suatu tempat, dan sebagiannya ditanamkan dalam US Treasuries atau obligasi pemerintah AS, yang mengakibatkan suatu konversi dari berbagai mata uang asing kedalam US dollars. Dan … dolar AS yang lebih kokoh pada gilirannya mengartikan harga emas yang lebih rendah karena emas didenominasi dalam US dollars.
Maka selama permasalahan di Eropa masih merupakan pusat perhatian investor, kekuatan dolar AS akan tetap memberikan tekanan terhadap pasar emas. Inipun terjadi pada tahun 2008, ketika US Dollar index membentuk suatu bottom dan mulai membangun suatu basis untuk meloncat ke atas (lihat grafik bulanan dibawah ini).
Jika Anda mengamati monthly chart tersebut dengan seksama, Anda akan melihat bahwa US Dollar index mulai beranjak naik pada waktu emas mencapai level tertingginya pada bulan September 2011. Lalu apabila indeks dolar AS berhasil memecahkan resistance di sekitar 81.50, US Dollar index berpeluang untuk melanjutkan penguatannya ke 87 sebelum membentuk suatu major top.
3) SENTIMEN terhadap emas TERLALU BULLISH pada saat ini. Misalnya, emas merupakan aset favorit dari investor untuk 2012, menurut sebuah poll yang dilaksanakan oleh Japanese investment bank Nomura.
Selain itu Morgan Stanley memprediksi emas akan menjadi the best-performing commodity di 2012, dengan $2,200/toz sebagai target harga mereka. Lalu meskipun Goldman Sachs kurang agresif, tetapi mereka pun tetap bullish dimana target harga untuk emas adalah $1,940/toz pada tahun ini.
Ini boleh dianggap bagai sebuah sinyal yang contrarian, karena masih terlalu banyak pelaku pasar yang optimis mengenai pergerakan harga emas di masa yang akan datang. Jadi di saat mayoritas investor mulai bearish terhadap emas kedepan dan spekulator yang mempunyai posisi beli pada akhirnya menyerah, harga emas baru akan meroket lagi!
4) Meskipun emas tergolong sebagai aset berstatus safe haven, yang berfungsi sebagai proteksi para investor di tengah ketidakpastian kondisi keuangan global dan potensi inflasi, namun saat ini emas cenderung mengikuti pergerakan aset beresiko seiring masih rentannya sentimen pelaku pasar. Sebagai akibatnya, korelasi positif antara emas dan S&P 500 misalnya telah naik ke level tertinggi dalam setahun.
Maka apabila BURSA SAHAM MENURUN lagi dalam waktu dekat, emas akan rentan terhadap aksi ambil untung spekulator maupun hedge funds yang terpaksa menjual emas agar memperoleh uang tunai untuk menutupi margin calls atau memenuhi permintaan penarikan uang dari investor. Bahkan beberapa bank dan lembaga keuangan di Eropa telah ”membuang” logam mulia mereka secepat mungkin supaya bisa masuk ke aset yang lebih likuid untuk melunasi hutang mereka.
Dengan demikian jika kondisi pasar memburuk seperti pada tahun 2008 dan/atau situasi di Eropa makin gawat, jangan terkejut apabila kita kembali menyaksikan suatu “fire sale” dimana investor melikuidasi aset apapun yang telah menghasilkan keuntungan, termasuk emas, untuk mendapatkan cash yang sangat diperlukan.
KONDISI TEKNIKAL TERKINI
“The fatal investment anomaly in today’s world is that nobody knows what anything is worth anymore, because nobody is allowed to meet in an unfettered market to determine it. Valuations on every class of asset or investment have been systematically falsified in a doomed attempt to prop up a system in which the only “collateral” is a promise to pay. When the means of payment can be … and is … created out of thin air in ever increasing quantities, the promise is worthless.”
-Bill Buckler, The Privateer … January 8, 2012-
Seperti dapat Anda lihat pada daily chart dibawah ini, pasar emas kini berada di persimpangan jalan karena pada saat ini sedang coba memecahkan resistance yang terletak di sekitar $1,670/toz. Mari kita menyaksikan bersama-sama apakah harga emas akan berhasil untuk bertahan di atas downtrend line yang terbentuk sejak bulan November tahun lalu atau tidak, dan mampu membentuk uptrend yang baru.
Perhatikan juga MACD Histogram yang telah menurun dalam 7 hari perdagangan terakhir, dan menunjukkan bahwa momentum atau kekuatan secara internal mulai melemah. Namun selama MACD lines belum membentuk sebuah dead cross atau perpotongan ke bawah, penguatan harga emas tetap potensial berlanjut.
Untuk sepekan kedepan emas kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk melampaui tahanan kuat antara $1,670/toz dan $1,680/toz, yang sebelumnya juga merupakan resistance pada bulan Oktober 2011. Kemudian sepanjang minor support di $1,605.70/toz bertahan, pasar emas tetap bullish. Tetapi … apabila level tersebut ditembus secara signifikan, pasar emas malahan akan menjadi bearish dan kemungkinan membentuk level terendah yang baru di bawah $1,521.94/toz.
Meskipun grafik harian pada dasarnya sudah cukup untuk menerangkan tren belakangan ini, namum kadang-kadang kita perlu melihat kebelakang untuk menemukan pola yang menarik. Coba saja mempelajari weekly chart berikut ini yang memperlihatkan dua koreksi yang besar dalam harga emas, yaitu baik pelemahan yang terjadi pada tahun 2008 dan penurunannya yang berlangsung selama 5 bulan terakhir.
Hal yang paling menarik adalah bahwa pelemahannya pada tahun 2008 terdiri dari 5 waves atau gelombang, sementara pada saat ini sedang membentuk gelombang keempat. Oleh karena itu, saya memperkirakan koreksinya belum selesai sepenuhnya, dan pasar emas masih akan turun sekali lagi sebelum membentuk harga lebih rendah yang dapat bertahan.
Jadi boleh dikatakan bahwa saya ingin melihat emas mencetak sebuah lower low terlebih dahulu dalam 2 hingga 3 bulan kedepan. Jika itu dapat terjadi, penurunannya kemungkinan besar akan terhenti, dan pasar emas bisa kembali mengalami rally berikutnya.
Kemudian ada satu grafik lagi yang ingin saya tampilkan, karena price pattern-nya juga sangat menarik. Seperti dapat Anda lihat pada weekly chart dibawah ini, suatu head & shoulders top pattern telah terbentuk, dimana kita sekarang tinggal menunggu apakah neckline atau garis leher pada akhirnya akan tertembus atau tidak.
Garis itu kini berada di sekitar $1,610/toz, jadi perhatikanlah level tersebut dengan seksama ketika harga emas turun lagi sebab target koreksi dari pola head & shoulders ini adalah $1,270/toz hingga $1,300/toz. Kisaran itupun hampir sama dengan the 150-week moving average atau harga rata-rata selama 150 pekan terakhir, yang memberikan dukungan pada waktu koreksi berakhir pada tahun 2008!
KESIMPULAN
“All of us are facing some difficult times in the weeks and months ahead as this global financial bust plays itself out, but trying to contend with this fallout without owning physical gold and silver is like going into a war without any bullets.”
-James Turk-
Dalam jangka pendek (setidaknya 3 sampai 6 bulan kedepan atau semester pertama tahun ini) saya memperkirakan volatilitas tetap akan cukup besar di pasar emas. Kemudian … siapa tahu harga emas bisa memasuki BUYING ZONE antara $1,270/toz hingga $1,300/toz dan ”menendang” kebanyakan short-term traders persis sebelum harga emas melonjak lagi. Pokoknya jika terjadi panic selling dalam beberapa bulan mendatang, jangan ragu untuk memanfaatkannya dengan membeli emas supaya dapat menikmati rally berikutnya.
Sebelum saya menutup artikel ini, saya juga ingin menampilkan suatu grafik yang menunjukkan bull market dalam Nasdaq selama tahun 1990an dan bull market dalam pasar emas sejak 2002. Pada umumnya setiap bull market berakhir dengan sebuah Mania Phase atau “fase gila” dimana harganya meroket keatas.
Apabila kita meneliti grafik dari ETF-Corner diatas ini, kita dapat menyimpulkan bahwa pasar emas sedang berada dalam Awareness Phase dan kemungkinan masih jauh dari puncaknya. Dan … jangan-jangan kita juga akan kembali menyaksikan suatu Bear Trap yang membuat investor yang tadinya bullish terhadap emas frustrasi dan menyerah justru ketika saatnya untuk “memborong”.
Maka dari itu saya selalu menyampaikan dalam berbagai seminar maupun artikel bahwa kita belum melihat apa-apa, dan emas tetap relatif murah pada saat ini. Pada waktu kita nantinya memasuki Mania Phase, harga emas berpeluang naik $50/toz sampai $100/toz sehari. Barangkali sulit untuk dipercaya, tetapi itu yang saya harapkan dalam 2-3 tahun yang akan datang.
Secara fundamental outlook untuk emas memang tidak pernah lebih bagus menyusul krisis hutang di negara maju – Amerika Serikat, Jepang, Eropa dan Inggris – sama sekali belum selesai. Oleh karena itu, bank sentral di masing-masing negara tersebut masih perlu mencetak banyak sekali uang, yang akan mendorong emas ke harga yang belum pernah terbayangkan.
Pada akhirnya, ketika kebanyakan orang kehilangan kepercayaan terhadap uang kertas dan tingkat inflasi makin hari makin tinggi, the gold bugs atau pecinta emas akan “memanen” apa yang telah mereka tuai sebelumnya, yaitu keuntungan yang berlimpah. Singkat kata, kita selalu harus mengingat bahwa emas adalah suatu asuransi terhadap bencana keuangan, yang … sebentar lagi akan mendatangi kita!
Akhirnya target harga saya untuk 3 hingga 5 tahun kedepan masih sama, yaitu setidaknya $5,000/toz atau 2 juta rupiah per gram. Citi’s FX Technicals pun tetap mempercayai bahwa the bull market masih utuh dan akan berlanjut kedepan, yang dibuktikan dengan monthly chart dibawah ini.
Inilah dua paragraf yang penting dari laporan Citi:
“As with the Equity market we believe that 2012 may be reminiscent of 1978 when Gold rallied nearly 50% off the 1977 close. Such a move would likely put Gold in the $2,300-$2,400 area in the 2nd half of 2012.”
“On a longer term basis we expect even higher levels and target a move towards $3,400 over the next 2 years or so. We are not yet on board with the idea of a move with the same magnitude as seen in 1970-1980 when the last spike in Dec 1979-Jan 1980 saw Gold almost double in price as Russia invaded Afghanistan. Such a dynamic would suggest a move above $6,000 but we prefer to take a more conservative stance and look for a move similar to that seen without that final event driven push at the high which was a “blowout top” in Jan. 1980.”
Untuk yang merayakan Imlek, saya ingin mengucapkan Gong Xi Fa Cai. Semoga Anda diberkati dengan rezeki yang berlimpah dalam Tahun Naga ini dan dapat menikmati kesehatan yang baik.
Selamat berinvestasi di pasar emas dan salam sejahtera untuk semua pembaca yang budiman …







ternyata India itu konsumen emas terbesar di dunia ya pak. mereka menggunakan emas untuk apa? lalu jika mereka sudah menemukan benda subtitusi dari emas, apa jadinya harga emas nanti?