Home > Pasar Internasional > GUEST POST: Bullish Divergence pada Minyak Mentah AS

GUEST POST: Bullish Divergence pada Minyak Mentah AS

Oleh: Rekhmen Abadi (Staf Research Dept. Valbury Asia Futures)

Semakin dekat pelaksanaan KTT Uni Eropa semakin rendah ekspektasi terhadap terobosan yang akan diambil dari pertemuan tersebut, dan semakin enggan investor mengambil posisi apapun secara agresif. Tetapi momentum kepanikan yang memicu tekanan jual nampaknya telah mereda, mengindikasikan investor mulai melihat peluang untuk pasar bangkit setelah mengalami tekanan belakangan ini.

Saham-saham di Wall Street ditutup naik rata-rata sekitar setengah persen kemarin (26 Juni), sementara harga minyak mentah AS berhasil bertahan di atas level $79 di pertengahan sesi Asia Rabu ini (27 Juni) menjelang rilis data inventory minyak mentah AS yang diproyeksikan akan mengalami penurunan meskipun di sisi lain masih besarnya kekhawatiran terhadap krisis hutang Eropa dapat membatasi kenaikan harga minyak dari data tersebut.

Rebound di pasar finansial AS kemarin (26 Juni) dipicu oleh data indeks harga perumahan April AS dari S&P/Case-Shiller terhadap nilai indeks properti di 20 kota AS yang mengalami penurunan tidak seperti yang dikhawatirkan, yakni -1.9% yang merupakan penurunan terkecilnya selama lebih dari setahun.

Inventory minyak mentah AS di pekan lalu diproyeksikan akan merosot 500k barel karena penurunan impor, demikian ditunjukkan oleh hasil polling Reuters terhadap para analis. Data dari Energy Information Administration (EIA) tersebut akan dirilis Rabu (27 Juni) malam pukul 21.30 WIB.

Selain data inventory minyak, pasar juga akan menantikan data durable goods order Mei AS di hari yang sama pada pukul 19.30 WIB, yang diproyeksikan akan membaik +0.5% dari April sebelumnya.

Sementara itu, perusahaan Statoil akan menutup 4 pusat produksi minyaknya di Laut Utara akibat aksi mogok kerja yang mempengaruhi pengiriman minyak dan gas, demikian dinyatakan oleh pihak perusahaan. Aksi mogok kerja ini telah memangkas produksi minyak Norwegia sebesar 150k barel per hari sehingga memicu kenaikan harga minyak Brent di pasar berjangka sebesar 2 persen untuk settle di atas level $93 per barel Selasa (26 Juni) kemarin.

Ladang minyak Majnoon Irak, salah satu ladang minyak terbesar di antara anggota  OPEC, juga mulai ditutup karena proses perbaikan dan pemeliharaan, namun belum diketahui berapa lama lagi akan beroperasi normal, demikian dikatakan oleh seorang operator dari Royal Dutch Shell.

Penutupan pusat-pusat produksi minyak tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dalam jangka pendek ini.

Namun di Teluk Meksiko, sejumlah produsen minyak dan gas justru mulai kembali beroperasi setelah dilanda badai tropis Debby Selasa lalu (26 Juni) yang mengganggu operasional industri energi di sana. Perjalanan badai tropis yang namanya juga baru diberikan tahun ini tersebut ternyata mulai melemah dan terhenti di sekitar Florida. Hal ini akan menghindari gangguan produksi minyak lebih buruk, dan bersama dengan sentimen pesimis terhadap KTT Eropa bisa saja akan menghambat kenaikan tajam pada harga minyak.

What Do the Charts Say?

Minyak mentah AS di pasar berjangka </CLc1> telah tertekan hampir 30% dari puncak sementara 2012 di 110.55 yang dicapai pada February. Kemudian di areal terendah sementara tahun ini, di 77.56, kita dapat melihat pola bullish divergence pada daily chart di bawah ini.

Resistance awal akan berada pada areal yang sebelumnya merupakan horizontal support, yakni di sekitar 81an. Boleh jadi dapat mengundang para buyer jika harga mampu test break dan bertahan di atas areal tersebut. Sementara high pekan lalu di 85.60 hingga high sementara Juni ini di 87.03 dapat dijadikan target untuk pola ini, yang menurut saya masih cukup dipandang sebagai koreksi normal dari penurunan tajam sebelumnya.

Masih tetap perlu diwaspadai tekanan bagi pasar belumlah sirna, kita boleh berharap yang terbaik namun juga harus mewaspadai resiko terburuk. Penurunan harga menembus ke bawah level 77.56 dan penurunan RSI-14 ke bawah garis uptrend-nya akan menggagalkan pola bullish divergence tersebut.

Dibuat Tanggal 27 Juni 2012

Categories: Pasar Internasional Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.