Home > Pasar Internasional > Bursa-Bursa Saham Di Persimpangan Kritis (Bagian 1)

Bursa-Bursa Saham Di Persimpangan Kritis (Bagian 1)

January 21st, 2013 Leave a comment Go to comments

“Sober attitudes on the part of investors should be a source of comfort, since in normal times we would expect them to bring down asset prices to the point where they’re attractive.  The problem, however, is that while few people are thinking bullish today, many are acting bullish.  Their pro-risk behavior is having its normal dangerous impact on the markets, even in the absence of pro-risk thinking. I’ve become increasingly conscious of this inconsistency in recent months, and I think it is the most important issue that today’s investors have to confront.”

-Howard Marks of Oaktree

Pertama-tama, saya ingin meminta maaf karena kembali mengganggu Anda dengan berbagai data dan fakta yang menunjukkan keadaan sebenarnya dari ekonomi dan kekuatan internal (atau kelemahan) dari bursa.

Meskipun saya tidak memberikan rekomendasi yang spesifik, saya hanya ingin mengingatkan Anda bahwa sebagian besar pelaku pasar – bahkan para hedge fund – saat ini sungguh sangat berhati-hati.

Dengan kata lain, saya merasa peringatan sudah lama diberikan hanya untuk membuat Anda waspada terhadap awan gelap yang kembali membayangi bursa.  ‘Hujan besar’ bisa saja terjadi kapan saja yang kembali bisa meremukkan harapan para investor untuk pensiun dini.

Jadi KEWASPADAAN benar-benar diperlukan bagi yang peduli pada portofolio investasi, agar dapat menjaga apa yang sudah kita miliki. Saya secara pribadi telah menarik hampir semua uang saya dari bursa saham, dan saya sabar menunggu saat untuk entry point yang jauh lebih baik di kemudian hari.

Saya yakin kenaikan saat ini akan cukup terbatas, jadi mengapa harus mengambil resiko?  Jika dan ketika terjadi koreksi harga saham, saya jamin Anda memiliki banyak waktu untuk secara perlahan masuk ke saham-saham favorit yang tercantum dalam daftar belanja Anda.

Sebagai pendukung sikap saya tersebut, saya akan mengetengahkan komentar Tyler Durden dari www.zerohedge.com, yang memberikan alasan-alasan mengapa kita harus lebih berhati-hati dari biasanya pada beberapa bulan ke depan.

Saya sunggu berharap grafik-grafik beserta komentar-komentar berikut setidaknya dapat meyakinkan anda bahwa tidak semuanya yang di Wall Street dan/atau Amerika Serikat itu bagus:

1) Albert Edwards: “Something Bad Happened In November” (December 17th)

From SocGen’s last standing realist, Albert Edwards, now that both Dylan Grice and James Montier have departed for the buy side.

“Something bad happened in November”……