Home > Pasar Internasional > AS Masih Akan Hidup Di Luar Kemampuannya

AS Masih Akan Hidup Di Luar Kemampuannya

January 24th, 2013 Leave a comment Go to comments

“It took the United States 193 years (1789-1981) to aggregate $1 trillion of government debt.  It then took 20 years (1981-2001) to add an additional $4.8 trillion and, in the last 10 years (2001-2011), a whopping $9.8 trillion has been added to the federal debt.  Since 1981, the US increased its sovereign debt by 1,560% while its population increased by only 35%…”

-Kyle Bass

“Some debts are fun when you are acquiring them, but none are fun when you set about retiring them.”

-Ogden Nash

Saya mengalami kelelahan dalam 3 hari terakhir ini, oleh karenanya laporan saya kali ini agak singkat.  Isi utamanya mengenai ‘debt ceiling’, atau batas legal dana yang dapat dipinjam pemerintah AS, yang tentunya akan meningkat.

Meskipun tampaknya Partai Republik dan Demokrat tidak mau kompromi – Republik menuntut pemotongan belanja besar sedangkan Demokrat lebih memilih kenaikan pajak – kesepakatan pun dicapai pada menit-menit terakhir. Pada akhirnya, ini hanya akan menjadi drama politik lain yang membosankan yang kemudian diselesaikan dengan bisnis seperti biasanya.

Sebagai informasi untuk Anda, kementerian keuangan AS telah mengatakan bahwa debt ceiling (plafon utang) AS yang akan dibahas sejak pertengahan Februari hingga awal Maret mendatang dapat melampaui $16,4 trilyun.  Sejak tahun 1960, Kongres AS telah menaikkan ataupun merevisi plafon utang AS sebanyak 79 kali, termasuk 49 kali yang dilakukan di bawah presiden dari partai Republik, demikian menurut data kementerian keuangan AS.

Isu terakhir yang berkembang memberikan indikasi bahwa ada potensi kenaikan plafon utang AS karena pihak Republik tidak berkonfrontasi lebih lanjut dengan kebijakan fiskal Obama.  Mereka sedang bersiap untuk memberikan pemerintah AS cukup uang untuk menjalankan operasionalnya dalam 3 bulan ke depan tanpa pemangkasan anggaran belanja.

Salah satu pertanyaan yang ada di benak banyak orang saat ini adalah seberapa JAUH krisis hutang AS sudah terlewati saat ini.  Mari temukan jawabannya dalam sejumlah paragraf berikut, yang ditulis oleh Chris Ferreira dan awalnya dirilis di Economic Reason blog:

“The implications of the US debt crisis are not well understood in most circles, and it is not widely spoken about in the media and during important political debates. The irony is that the US debt is so significant that it plays a monumental role in finance and modern political strategy. The debt poses great risks moving forward, and yet it is referred to in only the vaguest of terms.

Here is why the US debt must grow every year and why it is mathematically impossible for it to continue forever.

Before we can understand why the debt must grow every year, here is is a visual representation, to scale, of how much the current debt is standing at. Each tall uniform column in the background of the picture below refers to a pile of $100 bill