Home > Pasar Internasional > Investasi Favorit Saya untuk Dekade ke Depan (Bagian 1)

Investasi Favorit Saya untuk Dekade ke Depan (Bagian 1)

“Unlike gold, which has very little industrial use, silver is also an industrial metal and gets used up in all sorts of manufacturing processes.  It’s also largely a byproduct of big base-metal mines (there’s almost no pure silver production in the world), so the supply crunch we see ahead affects it much more than gold.  Silver has become the win-win metal.”

– Louis James, senior editor of the International Speculator

Anda mungkin terkejut jika mengetahui bahwa investasi favorit saya di tahun-tahun mendatang bukanlah saham, obligasi atau properti, tapi PERAK. Meskipun telah mengungguli aset-aset terkemuka dunia dalam 5 hingga 10 tahun belakangan,  lima dan sepuluh tahun periode, perak  masih merupakan salah satu komoditas yang paling undervalued – atau jika boleh saya katakan kurang dihargai.

Perak saat ini diperdagangkan di bawah $25/ons, dan para pengamat memprediksi akan melambung ke harga puncak yang disesuaikan dengan inflasi, di $130/ons pada tahun 2015. Alasan beberapa analis memprediksi peningkatan drastis harga perak tersebut karena ekonomi dunia yang tengah tertekan, pasokan perak yang merosot, permintaan industri yang signifikan, peran perak sebagai penyimpan nilai (store of value), penggunaannya sebagai mata uang, dan meningkatnya permintaan investasi.

Saya pribadi memang mempercayai perak adalah logam yang menakjubkan, yang cenderung akan melambung di tahun-tahun mendatang. Seperti mungkin Anda telah ketahui bahwa perak memiliki lebih dari 10 ribu kegunaan, dan sebagai salah satu pengantar panas dan listrik terbaik dunia. Dan para penemu pun lebih banyak mengajukan hak paten pada penggunaan perak dibanding logam berharga lainnya di dunia.

Bahkan ketika perak digunakan untuk tujuan industri dan teknologi, maka secara harfiah akan digunakan selamanya karena ternyata terlalu banyak biaya yang dikeluarkan untuk mencoba mendaur ulang perak, bahkan dalam volume kecil sekalipun seperti pada ponsel atau chip kasino.

Juga perlu diingat bahwa perak bukan hanya seebagai komoditas safe haven (aman resiko), tetapi namun memiliki peran sebagai mata uang dan nilai moneter ini tidak dapat didevaluasi seperti umumnya mata uang dunia. Perak bahkan memiliki perbedaan dalam penggunaan sebagai uang untuk waktu yang lebih lama dan di tempat-tempat yang lebih banyak daripada emas. Menurut Nobel Laureate Milton Friedman, “The major monetary metal in history is silver, not gold.”

Berikutnya yang tak kalah penting adalah bahwa hanya ada kurang dari 1 miliar ons perak murni di dunia. Lebih dari 90 persen dari hasil tambangnya digunakan oleh industri. Tuntutan industri ini senantiasa melampaui pasokannya selama 20 tahun terakhir.

Meskipun produksi belakangan ini relatif masih datar, persediaan dan pasokan pemerintah masih mampu menahan kenaikan harga. Sumber-sumber tersebut akan menurun dan jika melihat ke belakang pasokan tidak akan selalu dapat memenuhi peningkatan permintaan!

Namun demikian, kebanyakan orang yang telah berbincang pada saya benar-benar