Home > Emas > Emas: Sudah Saatnya Beli Atau… Waspada?

Emas: Sudah Saatnya Beli Atau… Waspada?

“There is a total supply of gold in the world. But to corner a market or squeeze a market, you don’t need to buy all the gold; you just need to buy the floating supply. Think of all the gold in the world, it’s about 170,000 tons. Think of a little sliver on top of it that is the floating supply available for trading. Gold that’s in the Comex or JPMorgan or GLD vaults is available for trading. Gold purchased by the Chinese will not see the light of day again for the next 300 years, and is not available for trading. So with the gold going from West to East, and from GLD to China, the total amount of gold is unchanged, but the floating supply is declining rapidly. This means that the paper gold that sits on top of the floating supply is becoming more and more unstable and vulnerable to a short squeeze, because there is not enough physical gold to  support it. So that’s likely to collapse at one point and lead to a short squeeze and heavy buying.”

– James Rickards, the author of the national bestseller “Currency Wars”

Nico-153

Belakangan ini mungkin sebagian besar para pecinta emas berharap-harap cemas, seiring dengan naiknya harga logam mulia menembus $1300/troy ounce untuk pertama kalinya sejak November 2013, waktu menjelang the Fed mulai melakukan QE-taper.

Selain itu kenaikan harga emas juga menembus MA-200 hari untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar setahun, seperti Anda dapat lihat di grafik di bawah ini:

Nico-154

Sementara di awal pekan lalu, kenaikan harga emas mencapai level tertinggi dalam 4 bulan di $1354,80.

Dampak dari keputusan the Fed untuk mengurangi stimulus berupa program pembelian obligasi, yang adalah katalisator kenaikan harga emas sebelumnya, menyebabkan para trader cenderung menahan diri berbulan-bulan lamanya.

Emas pun merespon negatif terhadap awal QE-taper (17-18/Des) tahun lalu dan mengalami tekanan besar. Sehingga mengakumulasi penurunan emas di tahun 2013 sebesar 28%, dan merupakan penurunan tahunan pertamanya dalam 13 tahun.

Kemudian, hingga saat ini, harga emas cenderung naik sejak penurunan tersebut.

Namun di beberapa pekan ke depan perlu mewaspadai tantangan yang akan dihadapi kenaikan harga emas tersebut.

Jika kenaikan mampu bertahan kembali di areal kuncinya, yang adalah resistance di $1350, maka kenaikan dapat berlanjut.

Level tersebut menarik untuk diperhatikan dalam beberapa hari ke depan.

Dan pada Maret ini, kenaikan harga emas telah dua kali mencoba areal $1350 tersebut, kemudian masing-masing diikuti kejatuhan ke areal $1330an. Dan (laporan ini dbuat, di sesi Asia Senin 10/Mar/2014), harga emas bergerak di kisaran $1330 hin