Home > Pasar Internasional > Apakah Waktunya Ambil Untung?

Apakah Waktunya Ambil Untung?

“Fired up by QE, the stock market pushes ahead. Meanwhile, the Fed comforts itself by excusing the lousy economic data on the basis of the lousy weather. But beneath the latest statistics, a recession continues. As the old song goes, “It’s easy to blame the weather.” I continue to believe that institutional distribution is going on. … The stock market continues to be levitated by the Fed’s quantitative easing. The risk to reward ratio for being in the stock market is negative. Meanwhile, the US economy remains in recession. And once the truth breaks out, the stock market will slip into crash mode. The stock market is up on Fed manipulations, and the economy is up on lies and propaganda. It’s a poisonous combination.”

– Richard Russell

Nico-194

“Here we are again, mired in a euphoric environment in which some securities have risen in price beyond all reason, where leverage is returning to rainy markets and asset classes, and where caution seems radical and risk-taking the prudent course. Not surprisingly, lessons learned in 2008 were only learned temporarily. These are the inevitable cycles of greed and fear, of peaks and troughs. Can we say when it will end? No. Can we say that it will end? Yes. And when it ends and the trend reverses, here is what we can say for sure. Few will be ready. Few will be prepared.”

– excerpted from Baupost Group’s Seth Klarman letter

Sejak tahun 2009, bursa saham Wall Street seperti mengalami tren kenaikan yang tak terbendung.

Namun di akhir pekan lalu, indeks Dow Jones terkoreksi dalam 5 hari berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Mei 2012, Nasdaq mengalami tekanan mingguan terbesarnya dalam 9 bulan, sementara indeks S&P kembali masuk ke zona merah (negatif) untuk 2014 berjalan ini.

Jadi pertanyaan kunci yang ada di benak para investor adalah apakah ini akan menjadi akhir dari bull cycle yang dimulai sejak Maret 2009 (berusia 5 tahun saat ini).

Terutama belakangan ini yang menarik diperhatikan adalah kenaikan Nasdaq 100 hingga 83% (31 Desember) dan 82% (26 Februari), yang adalah rekor terbesar kenaikannya, namun ini berarti bahwa ke depannya akan dibayangi kepanikan dan penurunan tajam.

Berikut adalah grafik sentimen dari Investors Intelligence Report yang menggambarkan hal-hal ekstrim yang menekan sentimen pasar:

Nico-195

Grafik di atas menunjukkan bahwa sentimen bearish bursa saham anjlok ke level terendah sejak 1987 (yang tidak terlihat di grafik tersebut).

Oleh karena itu, penurunan Dow Jones pekan lalu dapat dikhawatirkan sebagai awal dari tekanan jual.

Bisa saja bursa akan naik lagi, namun sudah m