Home > Uncategorized > Sejauh Mana Emas Akan Jatuh?

Sejauh Mana Emas Akan Jatuh?

“People need to be patient … Do I think in the next 12 to 18 months that precious metals prices will be much, much higher than we’re seeing today? Yes, I do. I just don’t think the current suppression scheme can be successfully prosecuted that much longer. If that were the case, Germany should have gotten all of their gold (back) and ABN AMRO and Rabobank shouldn’t have had to default. The strains in the system are obvious … This game will end. It will end when it can’t be prosecuted any longer. And based on the setup in the options series and other things that we look at, they (bullion banks) certainly would like to take it (the price) lower. These people are incredibly greedy – that’s a given. … My feeling is we still need that last washout on big volume … and then I think you’re going to see one of the greatest rallies of all time. You’re going to see an enormous tsunami to the upside, with gold probably hitting $3,000. And this could be within 12 to 18 months.”

 – William Kaye

Gb.1

Setelah kenaikan besar emas menembus strong resistance $1350, harganya tertahan di sekitar $1390 dan kemudian terkoreksi dalam 2 pekan terakhir ini.

Hal ini terjadi karena mulai redanya eskalasi geopolitik sejak Crimea bergabung ke Rusia serta sejumlah komentar dari pimpinan bank sentral AS Janet Yellen.

Yellen mengatakan bahwa bank sentral AS akan segera menaikkan suku bunga, sehingga memicu tekanan harga emas dan mendukung kenaikan dolar AS.

Bahkan, Yellen dengan jelas menyatakan bahwa bank sentral AS dapat saja menaikkan suku bunga paling tidak dalam kurun waktu sekitar 6 bulan setelah mengakhiri program stimulusnya, yang saat ini masih akan berjalan hingga kuartal terakhir 2014.

Hal ini mendorong nilai kas dan obligasi jangka pendek serta menekan daya tarik logam mulia, yang tidak memiliki yield.

Sehingga, FOMC-meeting Maret yang ternyata lebih hawkish dari yang diduga itu, memicu pembentukan puncak harga emas dalam jangka pendek, karena kemudian terjadi penurunan yang cukup cepat dan tajam.

Kenaikan emas tempo hari hanya menunjukkan kepada kita mengenai false-breakout klasik – harga menembus wilayah resistance hanya sementara untuk kemudian merosot kembali secara signifikan.

Dan penjelasan mengenai flase-breakout adalah bahwa biasanya harga akan cenderung berbalik arah dengan cepat. Seperti yang terlihat pada pergerakan harga emas saat ini.

Jadi emas, yang sejak kuartal pertama 2014 terus naik, membentuk puncak penting pada 16 Maret 2014, di $1391,96, dan kemudian turun kembali ke 1278.25 hingga saat ini.

Pertanyaannya adalah seberapa jauh harga emas akan turun. Mungkin masih akan turun lebih jauh jika kita yakin apa yang dikatakan Goldman Sachs yang belum lama ini merekomendasikan untuk “sell your gold”.

 

Berikut adalah laporan Damien Courvalin dari Goldman Sachs. yang nampaknya sangat bersentimen bearish pada emas:

Cold, Crimea & China: Transient supports to gold prices

The 2014 gold rally brought prices to their highest leve